Selasa, 07 Jul 2026
  • Home
  • Politik
  • BPN Minta Situng Disetop, TKN: Cara Kubu 02 Agar Kekalahan Tak Dipublikasi

Politik

BPN Minta Situng Disetop, TKN: Cara Kubu 02 Agar Kekalahan Tak Dipublikasi

Selasa, 14 Mei 2019 10:23
Detik.com
Foto: Juru Bicara TKN Ace Hasan Syadzily
JAKARTA - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga meminta Bawaslu untuk menghentikan Sistem Perhitungan (Situng) KPU. Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf menilai BPN hanya mencari cara agar kekalahannya tidak dipublikasi.

"Saya menilainya BPN sedang kehilangan cara untuk mencari alasan agar kekalahan mereka tidak dipublikasikan melalui Situng ini sehingga meminta situng KPU dihentikan. Kekalahan dalam situng membuat mereka buat pernyataan yang membingungkan: mulai dari minta audit Situng sampai minta Situng dihentikan. Padahal situng adalah sistem yang bisa dirancang terbuka, sehingga publik bisa ikut koreksi jika terjadi kekeliruan dalam input data," ujar juru bicara TKN Ace Hasan Syadzily, Selasa (14/5/2019).

BPN kini telah menyerahkan kesimpulan terkait dugaan kecurangan situng. Ace pun berpesan kepada BPN agar menunggu hasil keputusan Bawaslu.

"Soal pengaduan mereka kepada Bawaslu tentang Situng, kita tunggulah hasil sidang Bawaslu tentang Situng ini. Apakah bukti-bukti yang mereka sampaikan ke Bawaslu itu faktual atau tidak sehingga Bawaslu menghasilkan putusannya seperti apa," ucapnya.

Bagaimanapun TKN kata Ace tidak setuju jika Situng KPU dihentikan.TKN meminta KPU untuk melanjutkan hingga selesai.

"Kami tentu tak setuju jika Situng KPU itu dihentikan. Masyarakat masih membutuhkan rekapitulasi lebih cepat hasil pemilu. Bahkan kami mendesak kepada KPU agar mempercepat dalam meng-input data hasil perhitungan C1 ini. Bagi kami lebih cepat lebih bagus. Hingga saat ini Situng sudah mencapai 80% dimana pasangan Jokowi-Kiai Ma'ruf sudah unggul dengan selisih hampir 15 juta. Kami minta KPU untuk terus menuntaskannya hingga selesai," katanya.

Sebelumnya, BPN Prabowo-Sandi sudah menyerahkan dokumen ke Bawaslu terkait dugaan kecurangan Situng KPU. Ada tiga poin kesimpulan yang tertulis. Pada intinya BPN tetap meminta Bawaslu menghentikan Situng KPU.

"Dengan demikian, terkait dengan kesaksian dan dalil-dalil yang kami sampaikan (dalam sidang), ada baiknya Situng KPU ini dihentikan, oleh karena nggak bisa menyajikan data secara akurat, informatif yang dapat dipercaya, serta menghindari terjadinya kekisruhan, keonaran, dan kesalahpahaman di masyarakat umum dan luas. Oleh karena itu, kami minta dihentikan dan dicabut," ujar jubir hukum BPN Prabowo-Sandi, Sahroni, Senin (13/5).


Sumber: detik.com
Politik
Berita Terkait
  • Selasa, 07 Jul 2026 11:35

    Temui Plt Gubri, PSPS Pekanbaru Minta Kelola Stadion Kaharuddin Nasution Selama Lima Tahun

    PEKANBARU-Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau (Gubri), SF Hariyanto menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau untuk terus mendukung kemajuan PSPS Pekanbaru.Pemprov Riau pun membuka ruang

  • Selasa, 07 Jul 2026 11:26

    Musorprovlub NPC Riau 2026 Digelar, Ketua Terpilih Diminta Perkuat Prestasi Atlet

    PEKANBARU-Musyawarah Olahraga Provinsi Luar Biasa (Musorprovlub) National Paralympic Committee (NPC) Riau 2026 resmi digelar sebagai momentum menentukan kepemimpinan baru organisasi sekaligus memperku

  • Selasa, 07 Jul 2026 11:22

    UI Hadirkan Inovasi Edukasi PHBS Berbasis Budaya Melalui Ular Tangga Sunda

    Universitas Indonesia (UI) kembali menunjukkan komitmennya dalam pengabdian masyarakat dengan menghadirkan inovasi edukasi Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) berbasis budaya. Inovasi ini diwujudkan me

  • Selasa, 07 Jul 2026 11:18

    Menhut Rampungkan Regulasi Perdagangan Karbon, Menko Pangan Dorong Percepatan di Sektor Lain

    Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyebut Kementerian Kehutanan menjadi salah satu sektor yang paling cepat menerjemahkan kebijakan pemerintah terkait nilai ekonomi karbon ke dalam reg

  • Selasa, 07 Jul 2026 10:43

    Prabowo Bakal Terima Kunjungan PM Narendra Modi di Istana Negara Hari Ini

    JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto bakal menerima kunjungan Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi di Istana Negara pada Selasa (7/7/2026). Dalam pertemuan tersebut, kedua negara dijadwalkan menand

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor