Kamis, 02 Jul 2026
  • Home
  • Politik
  • Cara Jokowi Ajak AHY Pukul Gong Saat Membuka Rapimnas Demokrat

politik

Cara Jokowi Ajak AHY Pukul Gong Saat Membuka Rapimnas Demokrat

Sabtu, 10 Mar 2018 16:29
Bogor - Presiden Joko Widodo atau Jokowi resmi membuka Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Demokrat 2018 di SICC Sentul, Bogor, Jawa Barat, Sabtu siang.

Pantauan Liputan6.com, Presiden Jokowi diminta panitia acara untuk membuka Rapimnas dengan memukul gong yang sudah disediakan di atas panggung.

Pembawa acara pun meminta Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dan Sekjen Partai Hinca Panjaitan untuk naik ke atas panggung.

Selain SBY, Ketua Komando Tugas Bersama (Kosgama) Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) juga diminta naik ke atas panggung.

Sebelum memukul gong, Jokowi pun mengundang tepuk tangan dan histeris peserta dengan meminta didampingi AHY. Sikap meminta itu ditunjukkan Jokowi dengan mengayunkan tangan ke arah AHY. Dan ajakan itu pun direspons AHY yang langsung berdiri di samping Jokowi.

Jokowi pun memukul Gong sebanyak lima kali yang disambut riuh peserta rapimnas.

Jokowi Mengaku Demokrat

Sebelumnya, Jokowi sempat memberi sambutan saat membuka Rapimnas Demokrat di Sentul, Bogor, Jawa Barat. Pada pidatonya, Jokowi mengaku sebagai seorang demokrat. Dia percaya diri ciri-ciri demokrat ada padanya. Salah satunya, mau mendengar dan menghargai orang lain.

"Saya ini seorang demokrat," kata Jokowi yang disambut dengan tepuk tangan peserta Rapimnas Demokrat.

Menurut dia, selama ini, ada yang menilainya sebagai pemimpin yang tak gagah dan otoriter. Padahal, dia mengaku tidak memiliki wajah sangar dan otoriter. Dia pun berusaha selalu tersenyum.

"Kenapa kok dibilang ororiter dan saya tidak ada potongan sama sekali potongan otoriter. Penampilan saya tidak sangar dan saya tersenyum," ujar Jokowi.

Dia pun mengaku memiliki sifat yang tak beda jauh dengan Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono.

"Ciri-ciri demokrat kan mendengar dan menghargai ucapan orang lain. Dan kurang lebih saya memenuhi lah kriteria itu. Artinya, saya sama SBY beda-beda tipis sekali. Kalau saya seorang Demokrat, Pak SBY tambah satu yaitu Ketua Umum Partai Demokrat," ucap Jokowi.

(Liputan6.com)

Politik
Berita Terkait
  • Rabu, 26 Nov 2025 09:37

    Dewan Kehormatan PWI Riau Minta Wartawan Tidak Terseret Kepentingan Kelompok

    Pekanbaru-Ketua Dewan Kehormatan (DKP) PWI Riau, H Zufra Irwan SE, MM mewanti-wanti wartawan untuk tidak terjebak dengan kepentingan politik tertentu atau kelompok tertu menyikapi sikap tegas yang akh

  • Selasa, 04 Nov 2025 05:26

    AMSI Riau Soroti Penunjukan PLT Ketua DPD Golkar Riau: Intervensi DPP Dinilai Rusak Proses Konsolidasi Kader

    Pekanbaru-Angkatan Muda Satkar Ulama Indonesia (AMSI) Riau menyoroti langkah Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar yang menunjuk Ahmad Doli Kurnia sebagai Pelaksana Tugas (PLT) Ketua DPD Partai Gol

  • Senin, 27 Okt 2025 10:17

    H.Darnil Pimpin DPD Hanura Riau

    Pekanbaru-Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) resmi menggelar Musyawarah Daerah (Musda) Provinsi Riau dan Musyawarah Cabang (Muscab) ke-IV se-Riau, di Hotel Grand Central Pekanbaru, Sabtu (25/10/2025).

  • Kamis, 04 Sep 2025 13:45

    Sahroni Mundur dari DPR RI? Begini Kata NasDem

    Ahmad Sahroni dikabarkan mengajukan pengunduran diri sebagai anggota DPR RI. Pengunduran diri itu disebut-sebut sebagai buntut dari kekisruhan dalam beberapa hari terakhir. Sahroni sendiri sudah dinon

  • Kamis, 04 Sep 2025 11:40

    Uya Kuya dan Eko 'Patrio' Terima Keputusan Tak Dapat Gaji

    Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPR Putri Zulkifli Hasan (Zulhas) mengungkapkan kondisi terkini Eko Hendro Purnomo alias Eko “Patrio” dan Surya Utama atau Uya Kuya setelah keduanya dinon

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor