Politik
DPR: Plt Gubernur dari Polri Harus Disetujui Presiden
Sabtu, 27 Jan 2018 12:03
Dua perwira tinggi yang dimaksud yakni Asisten Operasi Kapolri Irjen Mochamad Iriawan dan Kadiv Propam Polri Irjen Martuani Sormin. Iriawan disiapkan sebagai Plt Gubernur Jabar, sementara Martuani disiapkan sebagai Plt Gubernur Sumut.
Ketua Komisi II DPR Zainudin Amali mengatakan bahwa pengangkatan Plt Gubernur atau Wakil Gubenur harus melalui persetujuan presiden yang dituangkan melalui keputusan atau peraturan presiden.
"Tetapi kalau tidak salah ini harus ada kepres. Bukan cuma rekomendasi harus ada kepres atau perpresnya gitu," ujar Zainudin di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta Barat, Kamis 25 Januari 2018.
Kendati menimbulkan kontroversi Zainudin mengatakan bahwa pengangkatan dua perwira tinggi Polri tersebut tidak menyalahi aturan. Kader fraksi Golkar ini menegaskan kedua perwira tinggi Polri itu tak berpolitik.
"Mereka tidak berpolitik tapi menjalankan pemerintahan yang tadinya kosong," tegas Zainudin.
Zainudin berpandangan bahwa pengangkatan dua perwira tinggi Polri ini berkaitan erat dengan isu keamanan pilkada. Pengangkatan ini berkaitan dengan penilaian dari Menteri Dalam Negeri yaitu Tjahjo Kumolo yang memiliki wewenang tersebut.
"Apabila suatu daerah itu dianggap cukup rawan dan potensi kerawanannya tinggi di banding daerah lain (saat Pilkada), maka silakan pak menteri dalam negeri menentukan itu," jelas Zainudin.
Apalagi peristiwa ini pernah terjadi sebelumnya saat Staf Ahli Bidang Ideologi dan Konstitusi Kemenko Polhukam Irjen Carlo Brix Tewu pernah menjabat sebagai Plt Gubernur Sulawesi Barat pada 2016 dan Mayjen TNI (Purn) Soedarmo yang ditugaskan sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh.
Namun, dia berharap Mendagri Tjahjo Kumolo maupun jajaran eselonnya mampu menjelaskan pertimbangan yang melandasi keputusan tersebut. Selain mengharapkan peran Bawaslu, Zainudin juga mengajak agar masyarakat maupun media terus mengawasi pelaksanaan tersebut. Menurutnya kedua perwira tinggi polri itu harus dipastikan tidak terlibat konflik kepentingan dan juga objektif dalam melaksanakan tugas barunya.
"Kita sendiri sangat berharap laporan masyarakat menyampaikan kepada kami ke Komisi II dan teman-teman di media memantau terus. Kita anggap aja kita khawatirkan gitu ya," imbuh Zainudin.
(liputan6.com)
Dewan Kehormatan PWI Riau Minta Wartawan Tidak Terseret Kepentingan Kelompok
Pekanbaru-Ketua Dewan Kehormatan (DKP) PWI Riau, H Zufra Irwan SE, MM mewanti-wanti wartawan untuk tidak terjebak dengan kepentingan politik tertentu atau kelompok tertu menyikapi sikap tegas yang akh
AMSI Riau Soroti Penunjukan PLT Ketua DPD Golkar Riau: Intervensi DPP Dinilai Rusak Proses Konsolidasi Kader
Pekanbaru-Angkatan Muda Satkar Ulama Indonesia (AMSI) Riau menyoroti langkah Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar yang menunjuk Ahmad Doli Kurnia sebagai Pelaksana Tugas (PLT) Ketua DPD Partai Gol
H.Darnil Pimpin DPD Hanura Riau
Pekanbaru-Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) resmi menggelar Musyawarah Daerah (Musda) Provinsi Riau dan Musyawarah Cabang (Muscab) ke-IV se-Riau, di Hotel Grand Central Pekanbaru, Sabtu (25/10/2025).
Sahroni Mundur dari DPR RI? Begini Kata NasDem
Ahmad Sahroni dikabarkan mengajukan pengunduran diri sebagai anggota DPR RI. Pengunduran diri itu disebut-sebut sebagai buntut dari kekisruhan dalam beberapa hari terakhir. Sahroni sendiri sudah dinon
Uya Kuya dan Eko 'Patrio' Terima Keputusan Tak Dapat Gaji
Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPR Putri Zulkifli Hasan (Zulhas) mengungkapkan kondisi terkini Eko Hendro Purnomo alias Eko “Patrio” dan Surya Utama atau Uya Kuya setelah keduanya dinon