Rabu, 01 Jul 2026
  • Home
  • Politik
  • Daftar Cawapres Potensial di Pemilu 2019 Versi LSI Denny JA

Politik

Daftar Cawapres Potensial di Pemilu 2019 Versi LSI Denny JA

Sabtu, 03 Feb 2018 11:00
liputan6.com
Jakarta - Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA menyoroti sejumlah nama yang berpotensi maju sebagai calon wakil presiden dalam Pilpres 2019. Nama-nama itu disaring dengan melihat latar belakang yang dinilai berpotensi dipilih masyarakat.

Peneliti LSI Denny JA, Adjie Alfaraby menyampaikan, ada lima jenis latar belakang dalam bursa wakil presiden yang dirinci. Mulai dari militer, Islam, partai politik, kepala daerah provinsi terbesar, dan profesional.

"Pertama ada tiga cawapres berlatar belakang militer. Agus Harimurti Yudhoyono, Gatot Nurmantyo, dan Moeldoko. Faktor yang kita lihat popularitasnya dengan mengabaikan sosok Wiranto dan SBY, karena memang sudah lewat (masanya)," tutur Adjie di Kantor LSI Denny JA, Jalan Pemuda, Rawamangun, Jakarta Timur, Jumat (2/2/2018).

Hasil survei, secara persentse responden memilih Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebanyak 71,2 persen. Disusul Gatot Nurmantyo 56,5 persen, dan Moeldoko 18,0 persen. AHY memiliki tingkat pengenalan paling tinggi dibanding dua tokoh berlatar belakang militer lainnya.

"Dari latar belakang Islam, isu ini sangat penting. Kita tidak tahu dan termasuk siapa yang akan bermain isu ini. Tapi isu Islam jadi penting dan ada dua nama cawapres potensial," jelas dia.

Cawapres Berlatar Islam

Pertama adalah Muhaimin Iskandar atau Cak Imin dengan peluang 32,4 persen. Kedua adalah Tuan Guru Bajang Zainul Majdi yang merupakan Gubernur NTB dengan angka 13,9 persen.

"Dia dianggap Gubernur Islam yang taat dan sukses membangun daerahnya," kata Adjie.

Untuk latar belakang partai politik, ada dua nama dari Partai Golkar dan PDIP. Sementara Partai Gerindra dikesampingkan lantaran hanya ada nama Prabowo Subianto saja yang berpeluang.

"Pertama Airlangga Hartarto dengan 25,0 persen dan kedua Budi Gunawan 16,0 persen," ujar dia.

Kemudian berlatar belakang gubernur provinsi yang strategis, ada beberapa wilayah yang populasi pemilihnya dinilai paling besar. Di antaranya Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan DKI Jakarta.

Dari keempat wilayah itu, hanya DKI Jakarta saja yang sudah punya gubernur defenitif yakni Anies Baswedan. Sementara tiga wilayah lainnya masih menunggu pertarungan di Pilkada 2018 ini.

4 Profesional

Dari latar belakang profesional, keluar empat nama. Dua pembantu Presiden yakni Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti 60,6 persen, dan Menteri Keuangan Sri Mulyani 58,3 persen.

"Dua lagi merupakan pengusaha Chairul Tanjung 35,2 persen dan Aksa Muhammad 6,3 persen," Adjie menandaskan.

Penelitian LSI Denny JA itu dimulai pada 7 Januari hingga 14 Januari 2018. Metode sampling yang digunakan adalah multistage random sampling dengan jumlah responden 1.200 orang.

Survei berlangsung dengan wawancara tatap muka di 34 provinsi, dengan margin of error 2,9 persen.

(liputan6.com)

Politik
Berita Terkait
  • Rabu, 26 Nov 2025 09:37

    Dewan Kehormatan PWI Riau Minta Wartawan Tidak Terseret Kepentingan Kelompok

    Pekanbaru-Ketua Dewan Kehormatan (DKP) PWI Riau, H Zufra Irwan SE, MM mewanti-wanti wartawan untuk tidak terjebak dengan kepentingan politik tertentu atau kelompok tertu menyikapi sikap tegas yang akh

  • Selasa, 04 Nov 2025 05:26

    AMSI Riau Soroti Penunjukan PLT Ketua DPD Golkar Riau: Intervensi DPP Dinilai Rusak Proses Konsolidasi Kader

    Pekanbaru-Angkatan Muda Satkar Ulama Indonesia (AMSI) Riau menyoroti langkah Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar yang menunjuk Ahmad Doli Kurnia sebagai Pelaksana Tugas (PLT) Ketua DPD Partai Gol

  • Senin, 27 Okt 2025 10:17

    H.Darnil Pimpin DPD Hanura Riau

    Pekanbaru-Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) resmi menggelar Musyawarah Daerah (Musda) Provinsi Riau dan Musyawarah Cabang (Muscab) ke-IV se-Riau, di Hotel Grand Central Pekanbaru, Sabtu (25/10/2025).

  • Kamis, 04 Sep 2025 13:45

    Sahroni Mundur dari DPR RI? Begini Kata NasDem

    Ahmad Sahroni dikabarkan mengajukan pengunduran diri sebagai anggota DPR RI. Pengunduran diri itu disebut-sebut sebagai buntut dari kekisruhan dalam beberapa hari terakhir. Sahroni sendiri sudah dinon

  • Kamis, 04 Sep 2025 11:40

    Uya Kuya dan Eko 'Patrio' Terima Keputusan Tak Dapat Gaji

    Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPR Putri Zulkifli Hasan (Zulhas) mengungkapkan kondisi terkini Eko Hendro Purnomo alias Eko “Patrio” dan Surya Utama atau Uya Kuya setelah keduanya dinon

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor