Liputan6.com
Sekretaris tim pemenangan nasional Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, Fadli Zon, menganggap tudingan Allan Nairn, jurnalis Amerika Serikat, terhadap Prabowo sudah menyerang wilayah pribadi, Jakarta, Selasa (15/07/2014) (Liputan6.com/Johan Tallo)
Jakarta - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menegaskan kritik yang dilontarkan Prabowo Subianto kepada pemerintah tidak bermaksud mencari perhatian rakyat. Menurut dia, sikap itu sejak dulu sudah ada pada diri Prabowo.
"Dari dulu Pak Prabowo Subianto
ngomong selalu begitu. Saya kira sejak kenal Pak Prabowo hampir 30
tahun lalu, ya kayak begitu sikapnya, ya nasionalis dan konsisten," kata
Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (2/4/2018).
Fadli menjelaskan, mantan Danjen Kopasus itu sudah terlalu lama diam
dan membiarkan pemerintah bekerja. Karena itu kini waktunya bagi Prabowo
untuk menyampaikan fakta sebenarnya di Indonesia.
"Ya karena memang sudah waktunya, karena selama 3,5 tahun lebih Pak
Prabowo diam memberikan kesempatan kepada pemerintah bekerja. Tidak ada
sedikit pun komentar-komentar miring," ungkap dia.
"Sekarang saya kira sudah waktunya untuk sampaikan apa adanya, demi
kemasalahatan umat bangsa rakyat, seluruh masyarakat lah," imbuh Fadli.
Prabowo Subianto
sebelumnya menyebut Indonesia adalah negara yang kaya. Namun, mirisnya
pemerintah seperti dijajah oleh utang karena hampir semua potensinya
dikuasai asing.
"Memprihatinkan, negara kita hidup dari utang. Kalau tidak utang,
enggak bisa gajian," kata Prabowo saat pidato dalam acara tur 'Prabowo
Menyapa Warga' di Hotel Sutan Raja, Kabupaten Bandung, Jumat 30 Maret
2018.
Ketua
Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menyebut 80 persen kekayaan
negara dikuasai hanya satu persen golongan. Dia juga mengatakan setelah
sekian lama merdeka, bangsa Indonesia tidak menikmati kekayaannya.
"Kita termasuk bangsa yang lengah dan tidak waspada terutama elite
kita. Terus terang saja minta ampun. Saya kapok dengan elite Indonesia,"
kata Prabowo saat berorasi di hadapan ribuan warga Depok, Minggu
(1/4/2018).
Ia pun tak menampik dirinya menjadi bagian elite Indonesia. Namun,
Prabowo menegaskan dirinya berbeda dengan kaum elite lain. "Saya elite
tetapi sudah tobat," ia berujar.
Baginya, membela kepentingan rakyat maka berarti harus memihak.
"Kalau menyangkut kepentingan bangsa, tidak ada kata netral, harus memilih. Harus memihak pada bangsa sendiri," kata Prabowo.
(Liputan6.com)
Politik