Politik
Gerindra: Poyuono Membakar dan Merusak Koalisi Prabowo-Sandi
Kamis, 16 Mei 2019 09:44
Poyuono merupakan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra. Namun demikian, posisinya dinilai justru membahayakan Koalisi Indonesia Adil Makmur Prabowo-Sandiaga. Poyuono bak api berbahaya di dalam koalisi.
"Arief Poyuono kan kesannya membakar gitu lho," kata Ketua DPP Partai Gerindra dan Sekretaris Fraksi Gerindra di DPR, Desmond J Mahesa, kepada wartawan, Kamis (16/5/2019).
Bahkan, Desmond menilai Poyuono sebetulnya cocok untuk menjadi bagian dari pendukug kubu penguasa Joko Widodo (Jokowi) yang merupakan rival Prabowo. Soalnya, Poyuono selama ini dinilai merusak koalisi. Misalnya, Poyuono pernah mengusir Partai Demokrat dari koalisi.
"Kalau saya melihat, Arief Poyuono ini cocoknya sebagai bagian dari kekuasaan. Arief poyuono merusak. Kalau dia berbicara soal mengusir orang, itu semua kan merusak. Padahal perbedaan itu biasa, kalau Demokrat berbeda itu biasa, biarlah sejarah yang menilai," kata Desmond.
"Kami tidak mau menghukum orang yang aneh-aneh. Kami menuntut orang ini sadar. Sudah dikirimi SP-1, sudah ditegur, tapi masih saja... Ini karena wataknya saja. Itu sudah diperingatkan," kata Desmond.
Sebelumnya, Poyuono menyeru masyarakat yang tak terima dengan pemerintahan hasil Pilpres 2019 menolak membayar pajak. Sebagaimana diketahui, Prabowo Subianto sebagai capres yang juga didukung Gerindra menyatakan menolak hasil Pemilu 2019.
"Langkah-langkah yang bisa dilakukan masyarakat yang tidak mengakui hasil pemerintahan dari Pilpres 2019 di antaranya tolak bayar pajak kepada pemerintahan hasil Pilpres 2019 yang dihasilkan oleh KPU yang tidak legitimate. Itu adalah hak masyarakat karena tidak mengakui pemerintahan hasil Pilpres 2019," kata Poyuono dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Rabu (15/5) kemarin.
"Demokrat sebaiknya keluar saja dari Koalisi Adil Makmur. Jangan elitenya dan Ketum kayak serangga undur-undur ya. Mau mundur dari koalisi aja pake mencla-mencle segala," kata Poyuono dalam keterangannya kepada wartawan, Jumat (10/5/2019).
Dia juga pernah berujar bisa men-check out Agus Harimurti Yudhoyono, elite Demokrat putra Ketum SBY, dari bursa cawapres Prabowo. Demokrat berang atas pernyataan Poyuono. Gerindra pun diminta memberi peringatan.
"Kami meminta kepada Gerindra untuk segera menegur Poyuono dan meminta maaf," kata Ketua DPP Partai Demokrat, Jansen Sitindaon.
Sumber: detik.com
Politik
Temui Plt Gubri, PSPS Pekanbaru Minta Kelola Stadion Kaharuddin Nasution Selama Lima Tahun
PEKANBARU-Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau (Gubri), SF Hariyanto menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau untuk terus mendukung kemajuan PSPS Pekanbaru.Pemprov Riau pun membuka ruang
Musorprovlub NPC Riau 2026 Digelar, Ketua Terpilih Diminta Perkuat Prestasi Atlet
PEKANBARU-Musyawarah Olahraga Provinsi Luar Biasa (Musorprovlub) National Paralympic Committee (NPC) Riau 2026 resmi digelar sebagai momentum menentukan kepemimpinan baru organisasi sekaligus memperku
UI Hadirkan Inovasi Edukasi PHBS Berbasis Budaya Melalui Ular Tangga Sunda
Universitas Indonesia (UI) kembali menunjukkan komitmennya dalam pengabdian masyarakat dengan menghadirkan inovasi edukasi Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) berbasis budaya. Inovasi ini diwujudkan me
Menhut Rampungkan Regulasi Perdagangan Karbon, Menko Pangan Dorong Percepatan di Sektor Lain
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyebut Kementerian Kehutanan menjadi salah satu sektor yang paling cepat menerjemahkan kebijakan pemerintah terkait nilai ekonomi karbon ke dalam reg
Prabowo Bakal Terima Kunjungan PM Narendra Modi di Istana Negara Hari Ini
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto bakal menerima kunjungan Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi di Istana Negara pada Selasa (7/7/2026). Dalam pertemuan tersebut, kedua negara dijadwalkan menand