Liputan6.com
Ketua Umum dan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto berbincang Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan saat melakukan pertemuan di Jakarta, Kamis (1/3). (Liputan6.com/Johan Tallo)
Liputan6.com, Jakarta - Partai Gerindra bertekad kuat mengusung Ketum Prabowo Subianto menjadi calon Presiden 2019. Gerindra berencana mendeklarasikan Prabowo pada April nanti.
Wasekjen Gerindra Andre Rosiade juga membantah bahwa Prabowo hanya
jadi 'king maker' dan mencalonkan orang lain sebagainya Capres-Cawapres
2019. Dia berujar bahwa Prabowo sudah final maju menjadi Capres.
"Rakyat dan kader Gerindra menginginkan pak Prabowo
maju sebagai Capres 2019. Pak Prabowo fix maju. Beliau sudah punya
tiket Gerindra dan PKS dan membahas Cawapres dengan pimpinan parpol
koalisi," kata Andre saat dihubungi merdeka.com, Kamis (29/3).
Andre juga membantah soal internal Gerindra yang tak ingin Prabowo
maju. Dia menegaskan seluruh kader partai berlambang burung garuda ini
solid menginginkan Prabowo menjadi Presiden untuk menyelamatkan nasib
bangsa. Atas dasar itu para kader ingin Prabowo menempati posisi orang nomor satu di Indonesia.
"Enggak ada (yang tidak ingin Prabowo maju) Internal solid mendukung
pencalonan Pak Prabowo. Pencalonan ini bukan soal pak Prabowo semata
mata, tetapi untuk menyelamatkan nasib bangsa," ujarnya.
"Kader Gerindra mendesak Pak Prabowo maju karena rakyat menginginkan
perubahan dan pergantian rezim. Karena kondisi masyarakat semakin susah.
Untuk itu lah Pak Prabowo maju jadi Capres," tambahnya.
Lebih lanjut, Gerindra juga semakin memantapkan komunikasi dengan PKS untuk memuluskan langkah sang ketum.
"Intinya komunikasi kami dengan PKS sangat baik bagus. Masalah
Cawapres tentu Gerinda akan berdiskusi bersama sama dengan PKS untuk
menentukan siapa Cawpres terbaik yang akan dicalonkan mendampingi pak
Prabowo," tutupnya.
Namun, kata Andre, mereka tidak menutup kemungkinan komunikasi dengan
partai lain. "Meski sudah solid Gerindra dan PKS tetapi komunikasi
dengan Parpol lain terus dilaksanakan. Penentuan Cawapres akan
didiskusikan antara Gerindra, PKS dan juga Parpol koalisi lainnya,"
tuturnya.
Sementara itu Ketua DPP Bidang Polhukam Partai Keadilan Sejahtera
(PKS) Almuzzammil Yusuf enggan terlalu ikut campur terkait pencalonan
presiden dari Partai Gerindra.
Dia hanya berharap Gerindra terus mempertimbangkan sembilan nama
calon presiden (capres) alternatif yang telah diajukan oleh Majelis
Syura PKS beberapa waktu lalu.
"Mudah-mudahan harapan kami, Gerindra tetap dengan sikap yang sama
dengan PKS untuk mengusung capres alternatif," kata Muzammil di Kompleks
Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (29/3/2018).
Reporter: Muhammad Genantan Saputra
Sumber: Merdeka.com
Politik