Selasa, 07 Jul 2026
  • Home
  • Politik
  • Gerindra Bandingkan Anies dengan Jokowi soal Kritik, PDIP: Nggak Kompatibel

Politik

Gerindra Bandingkan Anies dengan Jokowi soal Kritik, PDIP: Nggak Kompatibel

Senin, 27 Mei 2019 09:54
Jokowi dan Anies (Foto: Rusman - Biro Pers Sekretariat Presiden)
JAKARTA - Partai Gerindra membandingkan ucapan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan soal tak tangkap pengkritiknya dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Menurut PDIP, perbandingan antara Anies dengan Jokowi tak kompatibel.

"Nggak kompatibel bandinginnya," kata Sekretaris Bidang Pendidikan dan Pelatihan DPP PDIP, Eva Kusuma Sundari, Senin (27/5/2019).

Eva mengatakan Jokowi juga diam saja saat dikritik atau bahkan difitnah. Menurutnya, pihak yang ditangkap polisi itu bukan karena mengkritik Jokowi, tapi terkait dugaan penyebaran berita bohong atau hoax.

"Pak Jokowi juga diam saja dikritik dan dihina Fahri Hamzah dan Fadli Zon, plonga-plongo, boneka dan lain-lain. Yang lagi ditangkapin itu bukan kritik, tapi kan kena pasal hate speech, hoax dan penghasutan yang bahaya (ITE) dan polisi pakai fakta dan bukti sehingga dilakukan penangkapan," ujarnya.

Gerindra, kata Eva, salah paham. Dia pun menyebut Anies memang dikritik bukan difitnah seperti dituduh PKI, diancam dibunuh atau yang lainnya.

"Jadi Gerindra salah paham, kritik nggak bisa dipidana dan Anies memang dikritik bukan difitnah dituduh PKI, diancam bunuh, dan lainnya. Kedua, jangan lupa Pak Anies Baswedan bukan kepala negara atau pemerintahan, jadi bukan simbol negara. Dia pejabat negara kayak aku, meski aku difitnah PKI dan agen vatikan tapi saya bukan simbol negara. Kalau mau minta keadilan ya harus lapor ke polisi," jelasnya.

Sebelumnya, Gerindra memuji Anies yang mengatakan tak pernah menangkap orang yang mengkritik dirinya selaku pejabat. Pernyataan Anies itu kemudian dibandingkan Gerindra dengan Jokowi.

"Oh iya betul, Anies nggak pernah begitu. Emang Pak Jokowi, orang semua ditangkap-tangkapin, bentar-bentar semua ditangkapin. Nggak boleh gitu," kata Ketua DPP Gerindra Ahmad Riza Patria, Minggu (26/5) malam.
Menurut Riza, kritik merupakan risiko yang harus diterima sebagai pejabat publik. Dia pun menilai petisi yang kembali viral soal permintaan agar Anies diberhentikan sebagai Gubernur DKI adalah hal yang mengada-ada.

Anies sendiri menyatakan terbuka terhadap kritik. Ia menegaskan tidak akan menangkap orang yang mengkritiknya.

Awalnya, Anies ditanya soal kemunculan petisi online yang meminta agar dia dicopot dari jabatan Gubernur DKI Jakarta. Dalam petisi yang dibuat 'Opini Kamu', Anies disebut telah gagal memimpin DKI Jakarta. Pembuat petisi meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Mendagri Tjahjo Kumolo segera memanggil dan memecat Anies. Petisi itu dibuat sejak 10 bulan lalu.

Dia kemudian mencontoh sikapnya saat mendapat kritik. Dia mengaku tidak pernah meminta agar pengkritiknya ditangkap.

"Kalau ada yang mengkritik nggak usah ditangkep. Saya nggak pernah menangkap orang yang mengkritik saya. Sama sekali," tutur Anies.


Sumber: detik.com
Politik
Berita Terkait
  • Selasa, 07 Jul 2026 15:28

    Mensos Gus Ipul Bekali Kepala Sekolah Rakyat, Tekankan Empati dan Integritas sebagai Fondasi

    Dalam upaya memperkuat kualitas penyelenggaraan Sekolah Rakyat, Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul meminta para Kepala Sekolah Rakyat menjunjung tinggi empati dan integritas.Arahan tersebut

  • Selasa, 07 Jul 2026 15:03

    BGN Dapat Wejangan KPK agar Penerima MBG Terfokus dan Tepat Sasaran

    Jakarta - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang bersama dua Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari dan Trenggono, melakukan audiensi dengan pimpinan KPK. Agustina mengatakan pimpinan KPK menyar

  • Selasa, 07 Jul 2026 15:00

    Terdakwa Kasus Korupsi Gas USD 15 Juta Ngaku Depresi, Sidang Ditunda

    Jakarta - Majelis hakim menunda sidang kasus korupsi jual beli gas. Sidang ditunda karena terdakwa mengalami depresi sehingga tidak bisa melanjutkan sidang.Persidangan digelar di Pengadilan Tipikor Ja

  • Selasa, 07 Jul 2026 14:25

    Dua Korban KM Gading 2 Ditemukan Tak Bernyawa, Satu Orang Masih Dalam Pencarian

    SIAK �" Tim gabungan kembali menemukan dua korban kecelakaan KM Gading 2 yang tenggelam saat melakukan draft survey di perairan Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB), Kecamatan Sungai Apit, Kabupate

  • Selasa, 07 Jul 2026 14:23

    Syamsuar Minta Direktur Baru BSP Berani Benahi Perusahaan

    PEKANBARU-Mantan Gubernur Riau sekaligus mantan Bupati Siak, Syamsuar, berharap Direktur PT Bumi Siak Pusako (BSP) yang baru dilantik, Robi Junipa, mampu membawa perusahaan daerah tersebut kembali ber

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor