Selasa, 07 Jul 2026
  • Home
  • Politik
  • Gerindra Sudah Klarifikasi Poyuono soal Usir Demokat

Politik

Gerindra Sudah Klarifikasi Poyuono soal Usir Demokat

Sabtu, 11 Mei 2019 15:16
Detik.com
Foto: Sufmi Dasco Ahmad. (Dok Pribadi).
JAKARTA - Partai Gerindra sudah bertanya informal kepada waketumnya, Arief Poyuono yang 'mengusir' Partai Demokrat (PD) dari koalisi Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Namun Poyuono akan diklarifikasi secara resmi setelah Lebaran nanti.

"Iya (sudah ditanya). Baru disampaikan saja dan ditanyakan kok statementnya begitu," ujar anggota Mahkamah Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad saat dimintai konfirmasi, Sabtu (11/5/2019).

Poyuono pun sudah menjelaskan alasannya mengapa meminta Demokrat keluar dari Koalisi Adil dan Makmur. Alasannya karena sebagai counter dari pernyataan salah satu kader Demokrat.

"Apa yang disampaikan Arief itu adalah respons yang spontan karena menanggapi pernyataan salah satu kader Demokrat. Jadi spontanitas dan karena menanggapi kader Demokrat yang mengeluarkan pernyataan yang menurut dia perlu ditanggapi," jelas Dasco.

Waketum Gerindra ini menyebut pihaknya belum akan fokus terhadap kontroversi pernyataan Poyuono itu. Sebab Gerindra, kata Dasco, masih prioritaskan menyelesaikan urusan Pilpres.

"Kita sekarang sedang sibuk menghadapi Pilpres. Mungkin nanti setelah pilpres kita akan klarifikasi. Akan kita bahas sesudah Lebaran. Tentunya dengan menggunakan prinsip kehati-hatian," jelasnya.

Dasco pun memastikan, belum ada pembahasan soal Demokrat keluar dari koalisi Prabowo-Sandi. Ia menegaskan Demokrat hingga saat ini masih berada di Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan nomor urut 02 itu.

"Apa yang dibicarakan Pak Arief Poyuono itu belum pernah dibahas di BPN Prabowo-Sandi. Karena kalau ada, saya yang ada di situ pasti mengetahui. Termasuk apa yang dibicarakan itu belum pernah dibahas di DPP Gerindra yang saya juga sebagai Waketum Gerindra," tegas Dasco.

Arief Poyuono sebelumnya meminta PD keluar dari Koalisi Indonesia Adil Makmur pengusung Prabowo-Sandiaga. Poyuono meminta Ketum PD Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY tak bersikap seperti serangga undur-undur. Demokrat berang atas pernyataan Poyuono. Gerindra pun diminta memberi peringatan.

"Kami meminta kepada Gerindra untuk segera menegur Poyuono dan meminta maaf," kata Ketua DPP PD Jansen Sitindaon.



Sumber: detik.com
Politik
Berita Terkait
  • Selasa, 07 Jul 2026 10:43

    Prabowo Bakal Terima Kunjungan PM Narendra Modi di Istana Negara Hari Ini

    JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto bakal menerima kunjungan Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi di Istana Negara pada Selasa (7/7/2026). Dalam pertemuan tersebut, kedua negara dijadwalkan menand

  • Selasa, 07 Jul 2026 10:39

    Korban Tewas Gempa Venezuela Tembus 3.535 Jiwa, Ancaman Krisis Kesehatan Mengintai

    CARACAS â€" Korban tewas akibat gempa kembar yang mengguncang Venezuela terus bertambah. Hingga Senin 6 Juli 2026 waktu setempat, jumlah korban meninggal dunia tercatat mencapai 3.535 orang, sementara

  • Selasa, 07 Jul 2026 10:36

    Bareskrim Dukung Penuh Kortas Tipikor Usut Korupsi Pasokan Batu Bara Rp5 Triliun

    JAKARTA â€" Kabareskrim Polri, Komjen Syahardiantono menyatakan siap mendukung penuh Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipikor) Polri dalam mengusut dugaan korupsi pengadaan dan pemenu

  • Selasa, 07 Jul 2026 10:33

    Geram! Hotman Minta Kapolri Pajang Muka Polisi yang Siksa Wanita

    JAKARTA - Pengacara Hotman Paris Hutapea meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo membuka identitas oknum anggota Polres Tegal Kota yang menjadi tersangka kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan

  • Selasa, 07 Jul 2026 10:28

    Temuan Kompolnas di Lokasi Bentrok Polisi vs Bandar Narkoba

    Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menemukan ceceran darah di lokasi penemuan tiga anggota Polri yang gugur saat operasi penggerebekan narkoba di wilayah Polres Katingan, Kalimantan Tengah. Temuan

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor