Kamis, 09 Jul 2026
  • Home
  • Politik
  • Gerindra Tolak Rekonsiliasi, PDIP: Mungkin Ada Pertikaian Internal

Politik

Gerindra Tolak Rekonsiliasi, PDIP: Mungkin Ada Pertikaian Internal

Selasa, 09 Jul 2019 09:17
Detik.com
Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno
JAKARTA - Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon menolak rekonsiliasi antara Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto karena dinilai akan makin mempertajam perbedaan di tengah masyarakat. PDI Perjuangan mengatakan Fadli memiliki perbedaan pandangan mengenai rekonsiliasi.

"Mungkin Fadli Zon punya definisi dan pemaknaan yang berbeda terhadap konsep rekonsiliasi sehingga tiba pada pandangan mudaratnya lebih besar daripada manfaatnya. Ini berbeda dengan yang dipersepsi atau dimengerti masyarakat luas. Mungkin saja, setelah proses panjang pengerasan posisi saling berhadapan, rekonsiliasi oleh Fadli Zon dianggap sebagai ekspresi kelemahan dan bukan sebagai bentuk kedewasaan berpolitik," ujar Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno ketika dihubungi, Senin (8/7/2019).

Dia menduga pernyataan Fadli muncul lantaran ada konflik di lingkup internal Gerindra. Namun Hendrawan mengaku tetap menghormati pendapat Fadli.

"Konflik seperti apa yang dibayangkan Fadli Zon, dia yang paling tahu. Mungkin ada benih pertikaian internal yang mendorong Fadli mengutarakan pandangan demikian. Kita hormati pandangan demikian," ucapnya.

Lebih lanjut, Hendrawan menyerahkan perihal rekonsiliasi itu kepada Jokowi dan Prabowo. Partai koalisi, menurut dia, tidak akan mendesak mereka melakukan pertemuan.

"Biarlah berjalan alamiah dan lahir dari seni persahabatan mereka. Bukan irama quid-pro-quo atau dagang konsesi," kata Hendrawan.

Fadli Zon sebelumnya menolak rekonsiliasi karena, menurutnya, hanya akan mempertajam polarisasi di masyarakat. Fadli menganggap perbedaan pendapat dan pilihan politik di pemilu adalah hal yang biasa. Menurutnya, perbedaan tersebut justru akan mendewasakan masyarakat dalam berdemokrasi, bukan sebaliknya.

"Masyarakat itu saya kira punya jalurnya sendiri, punya alurnya sendiri. Ya jangan menganggap masyarakat kita ini lebih bodoh lah, dan (masyarakat) punya wisdom sendiri, wisdom inilah yang saya kira harus kita pegang," kata Fadli di kompleks Kantor Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Senin (8/7).


Sumber: detik.com
Politik
Berita Terkait
  • Kamis, 09 Jul 2026 08:39

    Tertekan Masalah Utang, Pria di Selatpanjang Nekat Karang Cerita Jadi Korban Begal

    SELATPANJANG - Warga Selatpanjang sempat dihebohkan dengan kabar aksi pencurian dengan kekerasan atau begal pada Rabu (8/7/2026) sore. Namun setelah diselidiki secara mendalam, peristiwa tersebut dipa

  • Kamis, 09 Jul 2026 08:36

    Brankas Rahasia di Kafe Cipete dan Sentul Simpan Emas 74 Kg Serta Uang Ratusan Miliar

    JAKARTA - Penelusuran aliran dana kotor dari tiga mega skandal dugaan tindak pidana korupsi, suap, gratifikasi, dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang melibatkan perusahaan BUMN membuahkan hasil

  • Kamis, 09 Jul 2026 08:34

    Korban Sampai Melahirkan, Seorang Pengasuh Ponpes di Kuansing Diduga Gauli 5 Santriwati

    TELUKKUANTAN - Pj Kades Sumber Jaya menyebutkan dugaan kasus pencabulan yang dilakukan oknum pimpinan salah satu Pondok Pesantren (Ponpes) di Kecamatan Singingi Hilir, Kuansing, kini sudah ditangani o

  • Kamis, 09 Jul 2026 08:33

    HKI Gesa Pembangunan Proyek Tol Lingkar Pekanbaru, Februari 2027 Ditargetkan Tuntas

    PEKANBARU - PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI) terus melanjutkan pembangunan Proyek Tol Lingkar Pekanbaru. Pembangunan proyek ini didukung dengan penerapan sejumlah teknologi konstruksi yang menginte

  • Kamis, 09 Jul 2026 08:31

    Kurang dari 24 Jam, Polsek Sinaboi Ringkus Residivis Pelaku Penganiayaan di Sungai Nyamuk

    SINABOI-Polsek Sinaboi, Polres Rokan Hilir, berhasil mengungkap kasus dugaan tindak pidana penganiayaan yang terjadi di Kepenghuluan Sungai Nyamuk, Kecamatan Sinaboi. Seorang pria berinisial RH (24),

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor