Selasa, 07 Jul 2026
  • Home
  • Politik
  • Gerindra soal Poyuono Ingin PD Diusir dari Koalisi: Kami Mohon Maaf

Politik

Gerindra soal Poyuono Ingin PD Diusir dari Koalisi: Kami Mohon Maaf

Senin, 13 Mei 2019 09:46
Detik.com
Ahmad Riza Patria (kemeja putih).
JAKARTA - Ketua Divisi Hukum dan Advokasi Partai Demokrat (PD) Ferdinand Hutahaean meminta Partai Gerindra memecat waketumnya Arief Poyuono. Gerindra meminta maaf kepada PD jika ada pernyataan Poyuono yang dinilai tidak baik.

"Tentu kami atas nama partai menyampaikan mohon maaf kalau ada perkataan-perkataan dari pengurus maupun kader Partai Gerindra yang dirasa kurang pas, kurang baik dirasa oleh partai lain termasuk Partai Demokrat," kata Ketua DPP Gerindra, Ahmad Riza Patria kepada wartawan, Minggu (12/5/2019).

Namun, Riza tak menyatakan dengan tegas apakah akan menuruti permintaan Ferdinand. Riza hanya menyatakan bahwa pernyataan Poyuono yang menginginkan Demokrat keluar dari Koalisi Adil Makmur merupakan pendapat pribadi.

"Jadi terkait pernyataan-pernyataan yang disampaikan oleh Arief Poyuono tentu itu pernyataan pribadi, bukan sikap dari Prabowo, bukan sikap dari partai Gerindra dan juga bukan sikap daripada BPN. Itu adalah pernyataan-pernyataan pribadi," tegas Riza.

Riza juga menyampaikan bahwa hubungan antara capres Prabowo Subianto dengan Ketum PD Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terjalin dengan baik. Dia menegaskan bahwa PD tetap berada di Koalisi Adil Makmur.

"Jadi kami ingin menegaskan bahwa hubungan antara Pak Prabowo dan Pak SBY baik. Kemudian Gerindra dan Demokrat juga baik. Dan PD juga partai yang solid mendukung Prabowo-Sandi. PD juga partai di koalisi Adil Makmur yang memberikan kontribusi positif bagi pemenangan Prabowo-Sandi," jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, Ferdinand memang meminta Gerindra memecat Poyuono dari partai. Ferdinand menilai ucapan Poyuono sering membuat nama partai dan koalisi semakin memburuk.

"Kami berharap agar Gerindra, tanpa bermaksud mencampuri urusan internal Gerindra agar memecat Arief Poyuono yang tidak punya etika dalam berkomunikasi antara partai. Tak layak Arief Poyuono seperti itu. Jadi kami berharap Prabowo memecat Arief saja daripada hanya bikin buruk nama partai dan koalisi," kata Ferdinand kepada wartawan, Sabtu (11/5).


Sumber: detik.com
Politik
Berita Terkait
  • Selasa, 07 Jul 2026 10:43

    Prabowo Bakal Terima Kunjungan PM Narendra Modi di Istana Negara Hari Ini

    JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto bakal menerima kunjungan Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi di Istana Negara pada Selasa (7/7/2026). Dalam pertemuan tersebut, kedua negara dijadwalkan menand

  • Selasa, 07 Jul 2026 10:39

    Korban Tewas Gempa Venezuela Tembus 3.535 Jiwa, Ancaman Krisis Kesehatan Mengintai

    CARACAS â€" Korban tewas akibat gempa kembar yang mengguncang Venezuela terus bertambah. Hingga Senin 6 Juli 2026 waktu setempat, jumlah korban meninggal dunia tercatat mencapai 3.535 orang, sementara

  • Selasa, 07 Jul 2026 10:36

    Bareskrim Dukung Penuh Kortas Tipikor Usut Korupsi Pasokan Batu Bara Rp5 Triliun

    JAKARTA â€" Kabareskrim Polri, Komjen Syahardiantono menyatakan siap mendukung penuh Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipikor) Polri dalam mengusut dugaan korupsi pengadaan dan pemenu

  • Selasa, 07 Jul 2026 10:33

    Geram! Hotman Minta Kapolri Pajang Muka Polisi yang Siksa Wanita

    JAKARTA - Pengacara Hotman Paris Hutapea meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo membuka identitas oknum anggota Polres Tegal Kota yang menjadi tersangka kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan

  • Selasa, 07 Jul 2026 10:28

    Temuan Kompolnas di Lokasi Bentrok Polisi vs Bandar Narkoba

    Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menemukan ceceran darah di lokasi penemuan tiga anggota Polri yang gugur saat operasi penggerebekan narkoba di wilayah Polres Katingan, Kalimantan Tengah. Temuan

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor