Politik
Kepala Desa Dituntut Lebih Peka Terhadap Lingkungnya
Laporan : Sabri
Rabu, 02 Mar 2016 08:49
PEKANBARU – Sebagai garda terdepan dalam pemerintahan dan
pelayanan publik, kepala desa (kades) dituntut untuk lebih peka terhadap
lingkunganya, terutama untuk mengantisipasi masalah kebakaran lahan dan
hutan.
Demikian disampaikan Plt Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rahman saat
membuka kegiatan peningkatan kapasitas aparatur pemerintah desa
se-Provinsi Riau, di Hotel Mutiara Merdeka, Selasa malam (1/3/2016).
Selain dihadiri 1040 Kades, se-Riau, turut hadir pada acara tersebut,
Bupati Bengkalis Amril Mukminin dan sejumlah kepala daerah lainnya.
Pada pertemuan dengan Kades se-Provinsi, Gubri menekankan agar kepala
desa tanggap terhadap penanggulangan kebakaran lahan dan hutan. Terkait
dengan masalah ini, Bupati Bengkalis Amril Mukminin mengatakan, bahwa
sejauh ini di Kabupaten Bengkalis mulai dari masyarakat, pemerintah
desa, kecamatan dan pihak kabupaten telah siaga dalam menghadapi
kebakaran lahan dan hutan. "Saat ini, masyarakat dan petugas tetap siapa
menanggulangi karlahut," tandas Amril.
Selaras dengan intruksi Presiden agar daerah memperhatikan masalah
kebakaran lahan dan hutan. Bahkan presiden mengancam untuk jajaran
polisi dan TNI untuk melakukan pemecatan yang gagal menangani masalah
kebakaran lahan dan hutan. Gubernur Riau, tidak menginginkan hal itu
terjadi, karena penanggulanan masalah kebakaran lahan dan hutan menjadi
tanggungjawab bersama, tidak hanya konsekwensinya terhadap Polri dan
TNI. Kades sebagai ujung tombak dan garda terdepan yang berdampingan
masalah lahan, dituntut untuk tanggap dan peka.
Untuk melakukan penanggulangan dan pencegahan kebakaran lahan dan hutan,
Amril mengintruksikan kepada Kepala Desa untuk tetap siaga melakukan
antisipasi, terutama di wilayahnya terdapat kawasan perkebunan baik itu
milik masyarakat maupun perusahaan. Desa juga didorong untuk
mengaktifkan gotong royong cegah karlahut, seperti yang dicanangkan oleh
jajaran Polri.
"Penanggulangan masalah kebakaran lahan dan hutan ini, harus melibatkan
seluruh elemen, baik itu masyarakat, pemerintah, aparat Polri/TNI, pihak
swasta bahkan LSM. Kita harus gencar melakukan sosialisasi, sehingga
masyarakat tidak berani untuk membakar lahan dan hutan," ungkapnya.
Pada tahun 2015, Provinsi Riau mampu menekan titik api. Namun masih
merasakan dampak kabut asap kiriman dari provinsi lain, sehingga
mengakibatkan lumpuhnya segala sektor, seperti pendidikan, kesehatan,
ekonomi, transportasi, dan pertanian. (sbi)
Krisis Energi dan Ekonomi Bayang-Bayangi Israel dalam Dua Dekade Mendatang
Pengawas Negara Israel, Matanyahu Englman, memperingatkan bahwa Israel berisiko kehilangan kemandirian energi dalam dua dekade ke depan.Jika tingkat konsumsi saat ini terus berlanjut, negara itu kemun
Soal Pengangkatan Tenaga Ahli oleh Kepala Daerah, Ini Kata Prof Djohermansyah
PEKANBARU-Pakar Otonomi Daerah Prof Djohermansyah Djohan menilai pengangkatan tenaga ahli oleh kepala daerah merupakan hal yang lumrah. Hal itu juga menjadi kewenangan kepala daerah dalam menjalankan
Prabowo Respons Kritik Makan Bergizi Gratis Minta Penolak Turun Langsung Jumpai Masyarakat
JAKARTA - Kehadiran Presiden Prabowo Subianto dalam acara Puncak Pekan Nasional (Penas) Petani dan Nelayan XVII di Gorontalo, Rabu (24/6/2026) diwarnai aksi antusias peserta yang membentangkan spanduk
Dramatis, Damkar dan Tim Medis di Makassar Bersinergi Lepaskan Mesin Penggiling dari Tangan Pasie
Tenaga medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Labuang Baji Makassar melibatkan petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Makassar dalam proses penanganan seorang pasien berini
KPK Lelang Barang Rampasan Kasus Taspen dan Kemnaker, Ini Waktunya
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan melelang barang rampasan dari perkara PT Taspen dan K3 Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) pada Hari Anti Korupsi Se-Dunia.Direktur Pelacakan Aset, Pengelola