Rabu, 01 Jul 2026
  • Home
  • Politik
  • Kritik Jokowi, Fahri Hamzah keluarkan kartu merah

Politik

Kritik Jokowi, Fahri Hamzah keluarkan kartu merah

Minggu, 04 Feb 2018 10:33
Merdeka.com
JAKARTA - Presiden Keluarga Alumni Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KA KAMMI) Fahri Hamzah mengeluarkan kartu merah saat memberikan sambutan di depan para peserta musyawarah kerja nasional KAKAMI. Fahri yang juga wakil ketua DPR tersebut mengatakan para peserta KAKAMI harus menjaga roh revolusi Indonesia.

"Kita harus menjaga rohnya. Makanya tadi kartu kuning, kalau saya sudah ada kartu merah, ini jangan salah arah bangsa kita, kalau salah arah pemainnya dikeluarin aja," kata Fahri Hamzah sambil mengeluarkan kartu merah di dalam saku jasnya di acara Mukernas 1 KAKAMI dengan tema 'Indonesia Baru, Pemimpin Baru, Arah Baru Indonesia' di Hotel Royal Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (3/2).

Dia juga mengatakan para peserta harus menjaga roh revolusi jelang 20 tahun reformasi. "Ini adalah ikhtiar kita tentang jiwa yang harus menjaga bara api revolusi Indonesia. Kata Bung Karno revolusi tidak pernah berhenti. Ini lah kita hadiri," kata Fahri.

Dia juga tidak mempermasalahkan mengeluarkan kartu merah atau kartu kuning. Yang terpenting, kata dia, tujuannya untuk menuju arah baru.

"Apakah kartunya kuning atau merah kita enggak tau masing-masing. Yang penting arah baru. Jangan salah nikung nanti semuanya gelap," kata Fahri.

Makna kartu merah

Fahri Hamzah menjelaskan mengeluarkan kartu merah untuk mengevaluasi pemerintahan Presiden Jokowi.

"Saya juga belom tanya yang kuning filosofinya apa. Tapi kan yaitulah yang adanya kartu merah. Intinya gini, Indonesia harus secara terus menerus mengevaluasi perjalanan dirinya secara mendalam," kata Fahri.

Fahri juga menyarankan agar Jokowi merespon baik kartu kuning yang diberikan Ketua Badan Eksekutif Universitas Indonesia (BEM UI) Zaadit Taqwa pada acara Dies Natalis Ke-68 Universitas Indonesia (UI) sekaligus peresmian Forum Kebangsaan UI di Balairung Kampus UI. Dia juga mengatakan kartu kuning dari Zaadit adalah bentuk komando meningkatkan perbaikan kepada pemerintah.

"Kemarin anak UI mengeluarkan kartu itu seperti komando buat kita untuk mengingatkan pemerintah dengan metode pergerakan mahasiswa. Yang lain kan kuning. Kalo saya kebetulan yang ada merah. Jadi saya keluarin merah," kata Fahri.
(merdeka.com)
Politik
Berita Terkait
  • Rabu, 26 Nov 2025 09:37

    Dewan Kehormatan PWI Riau Minta Wartawan Tidak Terseret Kepentingan Kelompok

    Pekanbaru-Ketua Dewan Kehormatan (DKP) PWI Riau, H Zufra Irwan SE, MM mewanti-wanti wartawan untuk tidak terjebak dengan kepentingan politik tertentu atau kelompok tertu menyikapi sikap tegas yang akh

  • Selasa, 04 Nov 2025 05:26

    AMSI Riau Soroti Penunjukan PLT Ketua DPD Golkar Riau: Intervensi DPP Dinilai Rusak Proses Konsolidasi Kader

    Pekanbaru-Angkatan Muda Satkar Ulama Indonesia (AMSI) Riau menyoroti langkah Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar yang menunjuk Ahmad Doli Kurnia sebagai Pelaksana Tugas (PLT) Ketua DPD Partai Gol

  • Senin, 27 Okt 2025 10:17

    H.Darnil Pimpin DPD Hanura Riau

    Pekanbaru-Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) resmi menggelar Musyawarah Daerah (Musda) Provinsi Riau dan Musyawarah Cabang (Muscab) ke-IV se-Riau, di Hotel Grand Central Pekanbaru, Sabtu (25/10/2025).

  • Kamis, 04 Sep 2025 13:45

    Sahroni Mundur dari DPR RI? Begini Kata NasDem

    Ahmad Sahroni dikabarkan mengajukan pengunduran diri sebagai anggota DPR RI. Pengunduran diri itu disebut-sebut sebagai buntut dari kekisruhan dalam beberapa hari terakhir. Sahroni sendiri sudah dinon

  • Kamis, 04 Sep 2025 11:40

    Uya Kuya dan Eko 'Patrio' Terima Keputusan Tak Dapat Gaji

    Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPR Putri Zulkifli Hasan (Zulhas) mengungkapkan kondisi terkini Eko Hendro Purnomo alias Eko “Patrio” dan Surya Utama atau Uya Kuya setelah keduanya dinon

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor