Politik
Kubu Prabowo Dinilai Unggul Narasi-Militansi, BPN: Pendukung Kita Mandiri
Selasa, 26 Mar 2019 09:44
"Yang jelas kalau dari 02, kita melihat pendukung kita itu lebih mandiri. Kemudian mereka bekerja sendiri untuk membantu bagaimana agar pasangan ini bisa muncul dan bisa tampil di masyarakat sebanyak mungkin," kata Juru Debat BPN, Saleh Partaonan Daulay saat dimintai tanggapan, Senin (25/3/2019).
"Prinsip partisipatif itu kelihatan jelas di kubu Prabowo ini. Makanya kalau kita lihat yang ikut secara sukarela dan partisipasi secara mandiri itu pasti akan lebih militan," imbuhnya.
"Menurut hasil evaluasi internal itu bahwa militansi emak-emak itu jauh lebih kuat dibandingkan dengan militansi yang lain-lainnya, walaupun yang lain-lainnya sebetulnya bagus. Tapi militansi emak-emak ini agak berbeda sedikit," terang Saleh.
Relawan emak-emak Prabowo-Sandiaga, sebut Saleh, menjadi faktor pembeda dari relawan Jokowi. Bahkan, menurut Saleh, relawan emak-emak kubu 02 tidak gampang dipengaruhi.
"Ya dong (jadi faktor pembeda). Mereka (relawan emak-emak) tidak gampang digoyahkan dengan apa namanya pengiringan-pengiringan opini," jelasnya.
"Itu kalau di media sosial ada video emak-emak yang datang door to door menjual Prabowo-Sandi. Itu kan militan namanya, emak-emak. Itu kita berharap menjadi kekuatan yang dahsyat untuk 23 hari ke depan sehingga Prabowo-Sandi bisa menang," sambung politikus PAN.
"Contoh, melalui kasus kasus yang ditangani polisi, politik identitas pasti masuk, sudah include itu, otomatis kalau pilih Prabowo sudah pasti masuk ranah politik identitas, misal 212, pembakaran tauhid yang esensinya nggak terkait Pilpres, tapi narasinya dekat ke 02 dibandong 01 narasinya. Itu bisa diamati di komen netizen. Jadi penguasaan narasi publik dan narasi itu sifatnya masif untuk itu 01 kalah," ujar Peneliti Litbang Kompas, Toto Suryaningtyas saat diskusi di Kafe Kanorai, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (25/3).
Direktur Para Syndicate Ari Nurcahyo menilai kubu Jokowi hanya puas dengan selebrasi. Sementara kubu Prabowo lebih baik di akar rumput.
"01 timses dan parpol, relawan hanya puas dengan ceremony, selebrasi dan panggung dukungan, sementara kalah dalam militansi dibanding dengan pendukung 02, 01 menang di udara, tapi kerja di politik itu ada di darat, door to door, itu kuncinya. Gimana pastikan data suara pemilih masuk ke TPS-TPS. Itu kuncinya." jelas Ari .
Korban Tewas Gempa Kembar Dahsyat Venezuela Tembus 3.342 Orang
Jakarta - Jumlah korban tewas akibat gempa kembar dahsyat di Venezuela bertambah menjadi 3.342 orang. Sebanyak 16.700 orang lainnya terluka.Dilansir kantor berita AFP, Senin (6/7/2026), gempa bumi yan
Isi Perpres Pertahanan Negara: LGBTQ Jadi Ancaman Nonmiliter
Pemerintah memasukkan penyebaran budaya lesbian, gay, bisexual, transgender, and queer (LGBTQ) sebagai salah satu ancaman nonmiliter dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 111 Tahun 2025 tentang Keb
1,02 Juta Masyarakat Riau Manfaatkan Program Cek Kesehatan Gratis
PEKANBARU-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melalui Dinas Kesehatan (Diskes) Riau terus berupaya meningkatkan capaian Cek )esehatan Gratis (CKG) bagi masyarakat.Berdasarkan data yang dirangkum Diskes
Ceruk Korupsi Seragam Sekolah Terbongkar Bersama Tangkapan Langka KPK
JAKARTA - Operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggegerkan publik. Bupati Langkat, Syah Afandin (SAF) atau yang akrab disapa Ondim resmi ditetap
Dosen USTI Kembangkan EduStoryGen, Teknologi AI untuk Otomatisasi Visual Storytelling Cerita Anak
PADANG-Dosen Program Studi Teknik Informatika Universitas Sains dan Teknologi Indonesia (USTI), Junadhi, M.Kom, berhasil mengembangkan EduStoryGen, sebuah inovasi berbasis kecerdasan buatan (Artificia