Sabtu, 27 Jun 2026
  • Home
  • Politik
  • Marudut Akui Uang Rp2 Miliar dari PT Brantas untuk Suap Kajati DKI

Politik

Marudut Akui Uang Rp2 Miliar dari PT Brantas untuk Suap Kajati DKI

Rabu, 10 Agu 2016 15:30
Heru/Okezone
Kajati DKI Jakarta Sudung Situmorang saat diwawancara wartawan

JAKARTA - Marudut Pakpahan, selaku perantara suap PT Brantas Abipraya (BA), mengakui bahwa uang senilai Rp2 miliar dalam pecahan dolar Singapura akan diberikan untuk Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) DKI Jakarta, Sudung Situmorang dan Asisten Pidana Khusus, Tomo Sitepu.

Uang tersebut diterima Marudut dari Dandung Pamularno selaku Senior Manager PT BA. Dana Rp2 miliar dari Dandung itu dimaksudkan sebagai imbalan agar perkara korupsi PT BA yang ditangani Kejati DKI Jakarta bisa dihentikan penyidikannya.

Awalnya, Marudut yang dihadirkan sebagai saksi untuk terdakwa Dandung dan Sudi Wantoko tak mengakui bila uang Rp2 miliar bakal diserahkan untuk Sudung dan Tomo. Namun, setelah dicecar Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada KPK, Marudut pun buka suara.

"Uang itu untuk siapa?," tanya Jaksa KPK kepada Marudut di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (10/8/2016).

"Belum, saya kan simpan dibawa ke kantor," jawab Marudut.

"Yang saya tanya bukan disimpan di mana, tapi untuk siapa?" cecar Jaksa KPK.

"Untuk pihak Kejaksaan," timpal Marudut.

"Kejaksaan itu kan institusi, jadi untuk siapa?" tanya Jaksa KPK lagi.

"Ya ke Pak Tomo dan Sudung," jawab Marudut.

Menurut Marudut, dirinya langsung mengubungi Tomo setelah menerima uang Rp2 miliar dari Dandung. Dia berkilah, komunikasi ke Tomo itu untuk menanyakan kelanjutan kasus bukan menyerahkan uang.

"Saya mau tanya proses seperti apa, saya cuma tanya abang ada di Kantor (Kejati DKI), bos itu (Sudung Situmorang) apa sudah datang," beber Marudut.

Namun, uang belum berpindah tangan ke Tomo dan Sudung, Marudut keburu ditangkap Tim Satgas KPK dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada 31 Maret 2016. Dia ditangkap usai menerima uang dari Dandung dan berencana menuju ke Kejati DKI Jakarta. (Okezone.com)

Politik
Berita Terkait
  • Rabu, 26 Nov 2025 09:37

    Dewan Kehormatan PWI Riau Minta Wartawan Tidak Terseret Kepentingan Kelompok

    Pekanbaru-Ketua Dewan Kehormatan (DKP) PWI Riau, H Zufra Irwan SE, MM mewanti-wanti wartawan untuk tidak terjebak dengan kepentingan politik tertentu atau kelompok tertu menyikapi sikap tegas yang akh

  • Selasa, 04 Nov 2025 05:26

    AMSI Riau Soroti Penunjukan PLT Ketua DPD Golkar Riau: Intervensi DPP Dinilai Rusak Proses Konsolidasi Kader

    Pekanbaru-Angkatan Muda Satkar Ulama Indonesia (AMSI) Riau menyoroti langkah Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar yang menunjuk Ahmad Doli Kurnia sebagai Pelaksana Tugas (PLT) Ketua DPD Partai Gol

  • Senin, 27 Okt 2025 10:17

    H.Darnil Pimpin DPD Hanura Riau

    Pekanbaru-Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) resmi menggelar Musyawarah Daerah (Musda) Provinsi Riau dan Musyawarah Cabang (Muscab) ke-IV se-Riau, di Hotel Grand Central Pekanbaru, Sabtu (25/10/2025).

  • Kamis, 04 Sep 2025 13:45

    Sahroni Mundur dari DPR RI? Begini Kata NasDem

    Ahmad Sahroni dikabarkan mengajukan pengunduran diri sebagai anggota DPR RI. Pengunduran diri itu disebut-sebut sebagai buntut dari kekisruhan dalam beberapa hari terakhir. Sahroni sendiri sudah dinon

  • Kamis, 04 Sep 2025 11:40

    Uya Kuya dan Eko 'Patrio' Terima Keputusan Tak Dapat Gaji

    Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPR Putri Zulkifli Hasan (Zulhas) mengungkapkan kondisi terkini Eko Hendro Purnomo alias Eko “Patrio” dan Surya Utama atau Uya Kuya setelah keduanya dinon

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.