Rabu, 01 Jul 2026
  • Home
  • Politik
  • OSO: Tanpa Keputusan Saya, Munaslub Hanura Ilegal

Politik

OSO: Tanpa Keputusan Saya, Munaslub Hanura Ilegal

Rabu, 17 Jan 2018 08:16
liputan6.com
Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Oedang atau OSO.
JAKARTA - Konflik internal Partai Hanura kian meruncing hingga terjadi peristiwa saling pecat antara Ketua Umum dan Sekjennya. Wacana diadakannya Munaslub dari pihak Sekjen untuk memilih ketua umum baru pun bergulir.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang (OSO) mengklaim bahwa pihaknya yang masih memiliki legitimasi sebagai partai yang sah. Karena itu, jika terdapat pengurus yang ingin mengadakan munaslub tetap harus dengan keputusannya.


"SK Kemenkumham masih di tangan saya. Oleh sebab itu andai munaslub ingin dilaksanakan harus atas keputusan saya," ucap OSO di kediamannya, daerah Kuningan Jakarta Selatan, Selasa (16/1/2018).

Ia pun justru mempertanyakan jika terjadi wacana munaslub tanpa dirinya. Menurutnya, munaslub tersebut dapat dikategorikan sebagai munaslub gelap.

"Jangan dengan cara ilegal. Dari mana ada wacana munaslub? Itu munaslub gelap," katanya.

OSO menyatakan konflik di partai Hanura merupakan persoalan internal partainya yang bukan urusan orang luar termasuk Presiden Jokowi. Karena itu ia menegaskan tidak pernah ada pembicaraan terkait konflik Partai Hanura dengan Presiden Jokowi.

Meskipun Partai Hanura dikenal sebagai salah satu partai pengusung Presiden Jokowi ketika maju di Pilpres silam.

Tertibkan Struktur Partai

"Saya ndak pernah bicara dengan Pak Jokowi soal urusan partai. Ndak ndak ndak, ini bukan urusan Pak Jokowi. Saya enggak pernah bawa-bawa Pak Jokowi, enggak pernah, apa urusannya," tegas dia.

OSO membela, Presiden Jokowi bukanlah orang yang suka ikut campur jika terjadi masalah di internal partai tertentu.

"Pak Jokowi juga tidak mungkin juga mau campur urusan saya. Saya kenal betul pribadi Pak Jokowi, tidak pernah mau campur soal begini kalau Pak Jokowi," ujar OSO.

Terkait langkah ke depan yang akan diambil untuk menjaga eksistensi Partai Hanura di tengah konflik internalnya, OSO mengatakan, akan menertibkan struktur organisasi partainya secara benar terlebih dahulu.

Jika suatu saat memang dianggap bersalah terkait konflik ini, ia siap mundur dari jabatannya.

(liputan6.com)


Politik
Berita Terkait
  • Rabu, 26 Nov 2025 09:37

    Dewan Kehormatan PWI Riau Minta Wartawan Tidak Terseret Kepentingan Kelompok

    Pekanbaru-Ketua Dewan Kehormatan (DKP) PWI Riau, H Zufra Irwan SE, MM mewanti-wanti wartawan untuk tidak terjebak dengan kepentingan politik tertentu atau kelompok tertu menyikapi sikap tegas yang akh

  • Selasa, 04 Nov 2025 05:26

    AMSI Riau Soroti Penunjukan PLT Ketua DPD Golkar Riau: Intervensi DPP Dinilai Rusak Proses Konsolidasi Kader

    Pekanbaru-Angkatan Muda Satkar Ulama Indonesia (AMSI) Riau menyoroti langkah Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar yang menunjuk Ahmad Doli Kurnia sebagai Pelaksana Tugas (PLT) Ketua DPD Partai Gol

  • Senin, 27 Okt 2025 10:17

    H.Darnil Pimpin DPD Hanura Riau

    Pekanbaru-Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) resmi menggelar Musyawarah Daerah (Musda) Provinsi Riau dan Musyawarah Cabang (Muscab) ke-IV se-Riau, di Hotel Grand Central Pekanbaru, Sabtu (25/10/2025).

  • Kamis, 04 Sep 2025 13:45

    Sahroni Mundur dari DPR RI? Begini Kata NasDem

    Ahmad Sahroni dikabarkan mengajukan pengunduran diri sebagai anggota DPR RI. Pengunduran diri itu disebut-sebut sebagai buntut dari kekisruhan dalam beberapa hari terakhir. Sahroni sendiri sudah dinon

  • Kamis, 04 Sep 2025 11:40

    Uya Kuya dan Eko 'Patrio' Terima Keputusan Tak Dapat Gaji

    Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPR Putri Zulkifli Hasan (Zulhas) mengungkapkan kondisi terkini Eko Hendro Purnomo alias Eko “Patrio” dan Surya Utama atau Uya Kuya setelah keduanya dinon

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor