Liputan6.com
Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyalami Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri saat Rakernas PDIP III Tahun 2018 di Badung, Bali, Jumat (23/2). Jokowi mengapresiasi kepercayaan yang kembali diberikan. (Liputan6.com/Pool/Biro Pers Setpress)
Jakarta PDI Perjuangan akan memunculkan kader muda sebagai bakal calon pendamping Presiden Joko Widodo atau Jokowi pada Pilpres 2019 mendatang.
Politikus PDIP Puan Maharani mengatakan, kader muda ini sudah dipersiapkan oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
"Internal (PDIP) juga pasti punya nama. Insyaallah partai seperti
PDIP punya kader yang terbaik, juga Ibu Ketua Umum mendorong kader
muncul di manapun. Makanya muncul kalangan muda dari PDIP," kata Puan di
kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (15/3/2018).
Namun, Puan enggan mengungkapkan nama kader dari internal PDIP untuk
didorong sebagai bakal cawapres Jokowi. Menurutnya, nama itu sudah
disiapkan oleh Megawati.
"Banyaklah namanya. Sudah kita pertimbangkan dan Ibu Ketua Umum juga tahu siapa namanya," ungkap Puan.
PDIP, sambung Puan, menginginkan bakal cawapres yang bisa memperkuat
karakter dari Jokowi di Pilpres 2019 mendatang. Kemudian, bakal cawapres
itu juga diharapkan memiliki visi dan misi yang sama dengan Jokowi dan
pemerintahan saat ini.
"Bahwa kita (PDIP) punya suatu kriteria spesifik, kita masih cair banget, masih empat bulan lagi," tandas Puan.
Sebelumnya
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan, partai pimpinan Megawati
Soekarnoputri itu membuka ruang kepada semua pihak untuk menjadi calon
pendamping Joko Widodo atau Jokowi di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.
Hasto menyebut, calon Wakil Presiden Jokowi bisa dari partai politik atau nonparpol.
"Sekali lagi tidak ada dikotomi bagi PDIP, karena parpol juga
berdedikasi untuk negara. Semua terpanggil sebagai pemimpin untuk bangsa
juga memiliki komitmen sama," kata Hasto di kompleks Parlemen, Senayan,
Jakarta Pusat, Rabu (14/3/2018).
Namun, untuk jadi cawapres Jokowi, ada syaratnya. Yang paling utama
adalah memiliki kepemimpinan yang bagus, yakni dapat mengayomi
masyarakat.
"Ciri kepemimpinan adalah dia (cawapres) bergerak ke bawah. Dia harus memahami siapa yang dipimpinnya," papar Hasto.
(Liputan6.com)
Politik