Kamis, 02 Jul 2026
  • Home
  • Politik
  • PKB: Cak Imin Maju Capres Jika Tak Jadi Cawapres Jokowi

politik

PKB: Cak Imin Maju Capres Jika Tak Jadi Cawapres Jokowi

Selasa, 27 Mar 2018 09:58
Liputan6.com
Ketum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) memberi sambutan saat Pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) LPP DPP PKB di Kantor DPP PKB, Jakarta, Sabtu (29/4). Rakornas tersebut di hadiri seluruh DPP PKB se-Indonesia. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Jakarta - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin telah menyatakan keinginannya sebagai cawapres Jokowi di Pilpres 2019. Cak Imin dinilai sebagai representasi kalangan religius karena latar belakangnya dari Nahdhatul Ulama (NU). 

Wakil Sekjen PKB Jazilul Fawaid menyatakan, komunikasi Cak Imin dengan Jokowi cukup bagus.

"Pada intinya bagus. Artinya komunikasinya cair, mendialogkan hal secara santai," ujarnya di Gedung MPR/DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (26/3/2018).

Dalam komunikasi Cak Imin dengan Jokowi, yang dibicarakan adalah kelanjutan koalisi pada Pemilu 2019. Secara resmi PKB juga belum mengumumkan keputusan koalisi. Keputusan apakah koalisi akan tetap dengan parpol pendukung Jokowi atau merapat ke parpol lain akan diputuskan Juni mendatang.

Jazilul mengatakan, jika nantinya Jokowi tak memilih Cak Imin sebagai pendampingnya, pihaknya ingin Cak Imin maju menjadi capres melawan Jokowi.

"Nyapres nanti. Kalau nyapres berarti bertanding (dengan Jokowi). Kalau enggak diterima, kalau memungkinkan nyapres. Kalau enggak memungkinkan ya jomblo," kata dia.

Karena jika merapat ke kubu lain, maka posisi Cak Imin kemungkinan besar akan tetap sebagai cawapres.

"Kalau nyebrang posisinya kan cawapres. Sama aja tidak menaikkan apa-apa," ujarnya.

Sementara itu, Sekjen PKB Abdul Kadir Karding menyatakan, pihaknya tak mempersoalkan jika parpol pengusung Jokowi yang lain mengajukan kader terbaiknya sebagai cawapres. PKB siap bersaing dengan sehat.

"Ya enggak apa-apa silakan berkompetisi aja. Dan itu penentunya Pak Jokowi sendiri nanti bersama tim yang beliau bentuk," jelasnya.

Ia juga enggan menanggapi ke mana arah koalisi PKB jika Jokowi menolak didampingi Cak Imin.

"Kita jangan berandai-andai kan belum terjadi. Mendahului sesuatu yang belum jelas itu pekerjaan keliru," ujarnya.

 

(Liputan6.com)

Politik
Berita Terkait
  • Rabu, 26 Nov 2025 09:37

    Dewan Kehormatan PWI Riau Minta Wartawan Tidak Terseret Kepentingan Kelompok

    Pekanbaru-Ketua Dewan Kehormatan (DKP) PWI Riau, H Zufra Irwan SE, MM mewanti-wanti wartawan untuk tidak terjebak dengan kepentingan politik tertentu atau kelompok tertu menyikapi sikap tegas yang akh

  • Selasa, 04 Nov 2025 05:26

    AMSI Riau Soroti Penunjukan PLT Ketua DPD Golkar Riau: Intervensi DPP Dinilai Rusak Proses Konsolidasi Kader

    Pekanbaru-Angkatan Muda Satkar Ulama Indonesia (AMSI) Riau menyoroti langkah Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar yang menunjuk Ahmad Doli Kurnia sebagai Pelaksana Tugas (PLT) Ketua DPD Partai Gol

  • Senin, 27 Okt 2025 10:17

    H.Darnil Pimpin DPD Hanura Riau

    Pekanbaru-Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) resmi menggelar Musyawarah Daerah (Musda) Provinsi Riau dan Musyawarah Cabang (Muscab) ke-IV se-Riau, di Hotel Grand Central Pekanbaru, Sabtu (25/10/2025).

  • Kamis, 04 Sep 2025 13:45

    Sahroni Mundur dari DPR RI? Begini Kata NasDem

    Ahmad Sahroni dikabarkan mengajukan pengunduran diri sebagai anggota DPR RI. Pengunduran diri itu disebut-sebut sebagai buntut dari kekisruhan dalam beberapa hari terakhir. Sahroni sendiri sudah dinon

  • Kamis, 04 Sep 2025 11:40

    Uya Kuya dan Eko 'Patrio' Terima Keputusan Tak Dapat Gaji

    Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPR Putri Zulkifli Hasan (Zulhas) mengungkapkan kondisi terkini Eko Hendro Purnomo alias Eko “Patrio” dan Surya Utama atau Uya Kuya setelah keduanya dinon

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor