PKB Soal Survei Prabowo-Puan: Simulasi Pasangan Capres-Cawapres Masih Sangat Cair
Admin
Selasa, 15 Feb 2022 14:55
Survei internal kader Gerindra terkait opini Pemilu 2024 menginginkan agar Prabowo Subianto berpasangan dengan Puan Maharani di Pilpres. Wasekjen DPP PKB Luqman Hakim menilai, saat ini simulasi pasangan capres-cawapres yang muncul masih sangat cair dan masih bisa berubah.
"Mengenai koalisi partai atau simulasi pasangan capres-cawapres, saat ini masih sangat cair. Saya melihatnya sebagai simulasi-simulasi yang wajar dalam demokrasi," katanya lewat pesan singkat kepada merdeka.com, Selasa (15/2).
Menurutnya, simulasi yang bermunculan maupun survei internal Gerindra adalah untuk mencari format koalisi atau pasangan capres-capres yang diharapkan saling memiliki kecocokan.
"Menurut saya, saat ini belum ada pasangan capres-cawapres yang resmi terbentuk. Semua masih akan berubah-rubah," kata anggota DPR ini.
Luqman menambahkan, waktu pendaftaran capres-cawapres ke KPU masih pertengahan tahun depan. Masih panjang waktu bagi siapapun termasuk PKB untuk terus menggenjot popularitas dan elektabilitas Ketum Muhaimin Iskandar (Cak Imin) sebagai capres 2024.
"Karena bagi kami, kader dan anggota PKB, tentu menganggap Cak Imin sebagai tokoh paling tepat menjadi Presiden RI 2024-2029," jelasnya.
Luqman melanjutkan, memang seharusnya kader partai politik menginginkan Ketua Umum atau tokoh utama partainya menjadi presiden atau wakil presiden sebagai kesadaran berdemokrasi yang benar. Justru aneh bila anggota dan kader partai politik menginginkan pihak lain menjadi presiden atau wapres.
"Jadi kalau kader dan anggota Partai Gerindra ingin Pak Prabowo Subianto menjadi presiden, itu sebuah keharusan," ucapkan.
Begitu juga dirinya dan kader PKB yang menginginkan Ketua Umum Cak Imin menjadi Presiden RI 2024-2029. Menurutnya, Cak Imin adalah tokoh terbaik yang dimiliki PKB pada saat ini.
"Bagi kader dan anggota PDI Perjuangan, tentu sangat wajar jika menginginkan Mbak Puan Mahari sebagai presiden. Pasti terasa aneh kalau kader dan anggota PDI Perjuangan tidak ingin Mbak Puan menjadi presiden," pungkasnya.
Sebelumnya, Ketua DPD Gerindra Desmond J Mahesa mengungkap survei internal kader terkait opini tentang Pemilu 2024. Hasilnya, mayoritas kader menginginkan agar Prabowo Subianto berpasangan dengan Puan Maharani.
Desmond mengatakan, tidak ada satupun pimpinan parpol saat ini yang mengalahkan elektabilitas Prabowo Subianto sebagai calon presiden. Dengan pertimbangan itu, Gerindra ngotot ingin kembali Prabowo maju di Pemilu 2024.
"Tinggal lawannya non partai, siapa? Anies, Ganjar atau siapa? Pertanyaannya, Anies, Ganjar didukung partai apa? Nanti parpol akan menghitung ulang. Tapi kalau sekarang, kami harus dukung pimpinan kami (Prabowo)," jelas Desmond saat dihubungi merdeka.com, Senin (14/2).
Prabowo-Puan
Desmond pun mengungkap hasil survei internal DPD Gerindra Banten. Survei tersebut baru saja selesai ditabulasi pada dua pekan lalu. Respondennya, kader Gerindra di Banten.
Menurut Desmond, dalam survei itu muncul dua nama pendamping Prabowo sebagai calon wakil presiden. Dia adalah Politikus PDIP Puan Maharani dan Ketum PKB Muhaimin Iskandar.
“Ada dua diharapkan jadi pendamping Pak Prabowo, yang mengemuka dari pimpinan partai itu Puan, Muhaimin, ini dari partai,” terang Desmond.
Bagaimana Non Kader?
Sementara, survei juga mengungkap aspirasi kader Gerindra di Banten untuk pendamping Prabowo dari non parpol. Hanya ada satu aspirasi mereka, yakni Anies Baswedan.
"Nah untuk non partai berharap Anies jadi wakil Pak Prabowo," kata Desmond.
Desmond menegaskan, survei tersebut dilakukan untuk menjadi bahan kerja partai khususnya di Gerindra Banten.
Menurut Desmond, survei tersebut menjelaskan detil. Bukan hanya pertanyaan pasangan calon yang pas sebagai pendamping Prabowo.
Tujuan Survei?
Misalnya, soal perolehan kursi. Apabila pasangan Prabowo-Puan maka perolehan kursi sudah melampaui ambang batas pencalonan presiden sesuai UU Pemilu.
Namun apabila dengan Anies Baswedan yang tak memiliki parpol, maka Gerindra harus mencari teman koalisi lain. "Temuan survei ini rasional," kata Desmond lagi.
Desmond menambahkan, survei ini bertujuan untuk menyerap aspirasi kader. Setelah itu, Gerindra Banten akan menyosialisaikan kepada kader di bawah.
"Supaya lebih memahami," katanya.