PSI Tak Punya Kursi di Parlemen, Giring Tetap Pede Nyapres
admin
Senin, 24 Agu 2020 16:27
Plt Ketua Umum PSI Giring Ganesha percaya diri maju sebagai calon presiden di Pemilu 2024. Meski, PSI tidak memiliki kursi di DPR.
Giring mengatakan, niat maju sebagai calon presiden bermodalkan jiwa anak muda dan semangat. Dia percaya, di tahun 2024 sudah saatnya Indonesia dipimpin anak muda.
"Modal kita itu semangat. Moda kita adalah mimpi besar bahwa sudah saatnya anak muda yang memimpin bangsa ini," kata Giring saat konferensi pers daring, Senin (24/8).
Giring mengklaim PSI mengalami kenaikan elektabilitas dalam beberapa bulan belakangan. Disebabkan, kata dia, PSI turut membantu masyarakat di tengah pandemi.
"Dalam waktu beberapa bulan ini PSI elektabilitasnya naik itu karena apa, karena masyarakat melihat selama pandemi ini PSI terus hadir terjun dan kerja untuk masyarakat, kita melakukan begitu banyak bansos," kata dia.
PSI tak bisa mencalonkan Giring karena tidak memiliki kursi di parlemen sebagai syarat maju sebagai calon presiden. PSI tak bisa mengusung, hanya mendukung pasangan calon presiden.
Kendati begitu, Giring percaya diri bisa mendapatkan dukungan partai lain. Namun, untuk membahas koalisi mulai dari sekarang bukan start yang terlalu awal. Giring mengatakan, PSI siap berkoalisi dengan partai yang memiliki kesamaan.
"Ini bukan tidak terlalu awal, bahwa politik itu marathon yang panjang. Dan masalah koalisi itu oleh karena itu kita dari PSI selalu membuka pintu silaturahmi kebangsaan untuk semua," kata dia.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal PSI Raja Juli Antoni mengatakan, PSI berharap popularitas dan elektabilitas Giring terus meningkat. Supaya bisa memudahkan PSI negosiasi dengan partai lain agar mengusung Giring di 2024.
"Kami berharap dengan meningkatnya popularitas dan elektabilitas bro Giring ini akan memudahkan kami berkomunikasi dan bernegosiasi dengan partai politik lain," kata Toni dalam kesempatan sama.
Toni juga bilang bahwa pengumuman dini Giring sebagai capres 2024 merupakan strategi politik. Agar disampaikan kepada masyarakat calon presiden lebih awal dan mengetahui rekam jejaknya. Toni percaya cara ini bakal menghasilkan kompetisi yang sehat di 2024.
"Sekaligus ini merupakan juga ajakan kepada kawan-kawan partai lain, juga ajakan kepada calon pemimpin bangsa untuk sesegera mungkin menyampaikan niat baik ke depan publik," ucapnya.