Puan atau Ganjar, Antara Pilihan Partai dan Survei
Admin
Senin, 22 Agu 2022 11:50
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri masih menimbang calon Presiden yang akan diusung di Pilpres 2024. Dua nama kader PDIP menjadi yang kandidat kuat Capres, yaitu Puan Maharani dan Ganjar Pranowo.
Dua nama tersebut dianggap sebagai kader kebanggaan PDIP. Selain dua nama itu, ada nama Mensos Tri Rismaharini dan mantan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.
Namun, hasil survei elektabilitas calon presiden memperlihatkan perbedaan elektabilitas yang mencolok antara Puan dan Ganjar. Dalam survei SMRC, Ganjar menempati urutan teratas dengan 17,6 persen berdasarkan pertanyaan terbuka atau top of mind.
"Dukungan spontan untuk Gubernur Jawa Tengah ini mengalami penguatan terhitung sejak Maret hingga Agustus 2022. Sementara, Puan Maharani hanya mengantongi 0,7 persen suara," kata Direktur Riset Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Deni Irvani dalam keterangannya.
Dalam simulasi tertutup 11 nama Capres, SMRC merilis Ganjar mendapat dukungan terbanyak 27,1 persen. Sedangkan, Puan Maharani hanya mendapat dukungan sekitar 2,00 persen.
Timpangnya elektabilitas Ganjar dan Puan juga terlihat dalam survei Politika Research & Consulting pada akhir Juli 2022 lalu. Direktur Eksekutif Politika Research & Consulting (PRC), Rio Prayogo mengibaratkan perbedaan elektabilitas Ganjar dan Puan bagai bumi dan langit.
Pada simulasi tiga terdapat nama Ganjar, Prabowo dan Puan. Ganjar menempati urutan teratas dengan elektabilitas 46,8 persen. Sementara Prabowo 35,8 persen dan Puan hanya 3,6 persen. Yang tidak memilih atau tidak menjawab 13,8 persen.
"Jika kita bandingkan antara Ganjar Pranowo dengan Puan Maharani maka ini seperti bumi dan langit," ujarnya saat pemaparan survei.
Kendati, Puan cukup kuat sosialisasi yang dilakukan di tengah masyarakat, ternyata masih belum mampu meningkatkan elektabilitasnya.
"Banyak sekali upaya sosialisasi di publik space yang cukup masif dan punya kekuatan di internal PDIP tapi ini lah gambarannya," jelas Rio.
Ketua DPP PDI Perjuangan Djarot Saiful Hidayat mengatakan, survei tidak menjadi patokan PDIP untuk pencalonan presiden. Karena survei elektabilitas terus dinamis dan berubah-ubah.
"Survei itu bagi kita bukan menjadi patokan, survei itu sekedar pengetahuan bagi kita tapi bukan patokan, karena apa survei itu berjalan secara dinamis," ujar Djarot di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (25/7).
Survei akan dipengaruhi bagaimana kerja politik kader partai. PDIP tak jadikan survei patokan karena sangat dinamis.
"Survei itu tergantung kita, bagaimana kerja-kerja politik kita, bagaimana kerja-kerja kader PDIP. Dia bukan menjadi patokan, karena sifatnya sangat dinamis, jadi terima kasih," jelas Djarot.
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri telah mengingatkan kader PDIP jangan terpengaruh survei. Kader PDIP tetap diminta untuk turun ke bawah.
"Berbagai macam hasil survei PDIP pasti menang, nomor satu lho tapi saya sampaikan, dan diingatkan oleh ibu ketum jangan kemudian terpukau dengan hasil itu, no. Kita harus tetap turun ke bawah," pungkas Djarot.
Direktur Eksekutif Lembaga Survei KedaiKopi Kunto Adi Wibowo melihat Puan sebagai calon paling kuat. Alasannya, Puan punya faktor garis keturunan dengan Soekarno. Jabatannya juga strategis.
"Dari empat nama itu kalau dihitung-hitung yang berpeluang mbak Puan karena putri mahkota. Sekarang jabatannya Ketua DPR RI dan trah Soekarno itu menurut saya," ujar Kunto kepada wartawan.
Hanya saja yang menjadi catatan bagi Puan adalah elektabilitas yang masih rendah. Dalam waktu kurang lebih 15 bulan, Ketua DPP PDIP ini harus bisa meningkatkan elektabilitasnya.
"Mbak Puan harus bisa mendorong elektabilitasnya dalam waktu kurang lebih beberapa bulan lagi sampai Oktober 2023 setahun tiga bulan 15 bulanan sampai pendaftaran calon dan menurut saya ini menjadi PR mbak puan dan PDIP," ujar Kunto.
Nama kedua yang kuat setelah Puan adalah Ganjar Pranowo. Gubernur Jawa Tengah itu berpeluang dicalonkan karena faktor elektabilitasnya yang tinggi.
"Kedua tentu saja pak Ganjar karena elektabilitasnya tinggi," ujar Kunto.
Hasto mengatakan, calon presiden masih dipersiapkan oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Presiden Kelima RI ini melakukan penggemblengan terhadap capres partai berlogo banteng.
"Untuk Pilpres, semua baru digembleng oleh Ibu Megawati. Kan (pendaftaran capres) masih Agustus tahun depan,” ujar Hasto dalam keterangannya, Minggu (14/8).
Kader PDIP juga dipersiapkan melalui sekolah partai. Diberikan pendampingan saat menjadi kepala daerah oleh kepala daerah yang berhasil.
Hasto menuturkan, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang akan memutuskan siapa yang akan diusung menjadi calon presiden dan calon wakil presiden.