Minggu, 15 Feb 2026
  • Home
  • Politik
  • Saat Defisit Anggaran Landa Riau, Apa yang Harus Dilakukan? Hendry Munief: Kolaborasi Pusat Jadi Solusi Konkret

Berita

Saat Defisit Anggaran Landa Riau, Apa yang Harus Dilakukan? Hendry Munief: Kolaborasi Pusat Jadi Solusi Konkret

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Jumat, 13 Feb 2026 14:04
(FotoGoriau.com)
PEKANBARU â€" Anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Hendry Munief, menyoroti kondisi keuangan daerah di Riau yang tengah menghadapi tantangan defisit. Ia menekankan pentingnya kreativitas dan terobosan dari para kepala daerah untuk tidak hanya terpaku pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang terbatas, melainkan aktif menjemput dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini mengungkapkan, Riau memiliki potensi sumber daya yang luar biasa, namun situasi keuangan daerah saat ini menuntut strategi baru. Mengandalkan APBD saja dinilai tidak cukup untuk memacu pertumbuhan ekonomi yang signifikan di tengah masyarakat.

"Kalau kita lihat hari ini APBD Pekanbaru sekitar Rp3 triliun sekian, dan di provinsi yang sebelumnya Rp10 atau Rp11 triliun sekarang turun di angka Rp8,3 triliun. Tapi tahukah kita berapa angka APBN? Cukup besar, mencapai Rp3.800 triliun," ujar Hendry Munief kepada GoRiau.com di Pekanbaru, Jumat (13/2/2026).

Menurutnya, besarnya porsi APBN tersebut merupakan peluang emas yang harus dimanfaatkan melalui kolaborasi antara pemerintah daerah dengan kementerian terkait. Sebagai anggota Komisi VII yang bermitra dengan Kementerian Perindustrian, Pariwisata, Ekonomi Kreatif, dan UMKM, ia siap menjembatani program pusat untuk dibawa ke daerah.

"Solusinya adalah kreativitas, kolaborasi, dan sinergi. Kita harus membawa program-program yang ada di kementerian untuk dikerjasamakan dengan pemerintah daerah. Ini yang sedang kita upayakan dan beberapa sudah berjalan di tujuh kabupaten/kota di dapil Riau 1," paparnya.

Salah satu sektor prioritas yang didorong adalah pariwisata dan industri. Hendry mengibaratkan pariwisata sebagai lokomotif yang mampu menarik gerbong ekonomi lainnya, seperti ekonomi kreatif, UMKM, perhotelan, hingga kuliner. Ia mencontohkan usulan tiga Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) di Riau, yakni Siak, Candi Muara Takus, dan Pacu Jalur di Kuantan Singingi.

"Ketika pariwisata ini maju, orang berkunjung ke sini. Industri perhotelan hidup, travel jalan, kuliner laris, dan oleh-oleh juga terbeli. Ini efek domino yang luar biasa," jelas legislator asal Riau tersebut.

Selain pariwisata, penguatan sumber daya manusia melalui pendidikan vokasi juga menjadi sorotan. Hendry menyarankan agar industri yang ada di Riau duduk bersama dengan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan politeknik untuk menyelaraskan kurikulum dengan kebutuhan pasar kerja. Hal ini dinilai efektif untuk menekan angka pengangguran tenaga kerja lokal.

"Kita bisa kumpulkan perusahaan industri untuk berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan institusi pendidikan. Tujuannya agar apa yang dibutuhkan industri bisa disiapkan oleh sekolah vokasi," tambahnya.

Menutup pernyataannya, Hendry mengajak seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) untuk tidak menyerah pada kondisi sulit. Ia meyakini bahwa dibalik kesulitan selalu ada peluang bagi mereka yang mau berusaha dan berinovasi.

"Tidak ada pengusaha sukses yang tidak berawal dari kondisi sulit. Justru kondisi yang sulit ini menjadi kesempatan bagi seorang entrepreneur untuk menemukan opportunity. Jangan menyerah, mari kita cari peluang lewat kolaborasi," pungkasnya. (Grc)
Sumber: GoRiau.com

Berita
Berita Terkait
  • Sabtu, 14 Feb 2026 16:43

    Jelang Ramadan, Raja Salman Salurkan Bantuan Pangan untuk Ribuan Keluarga Miskin di Jakarta

    JAKARTA â€" Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud menyalurkan bantuan pangan untuk masyarakat Indonesia jelang Ramadan. Seperti tahun sebelumnya, bantuan pangan itu ditujukan untuk masyarakat t

  • Sabtu, 14 Feb 2026 16:38

    Strategi Tekan Ketergantungan LPG dan Turunkan Emisi Gas Rumah Kaca

    JAKARTA â€" Energi terbarukan menjadi salah satu langkah penting dalam upaya mengurangi ketergantungan pada LPG dan menurunkan emisi gas rumah kaca. Di Kabupaten Sukabumi, dikembangkan fasilitas bioga

  • Sabtu, 14 Feb 2026 16:35

    Bapenda Riau Gesa Penyempurnaan Revisi Pergub Nilai Perolehan Pajak Air Permukaan

    PEKANBARU - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) saat ini terus menggesa revisi Peraturan Gubernur (Pergub) Riau terkait nilai perolehan pajak air permukaan. Re

  • Sabtu, 14 Feb 2026 16:31

    TKD Siak 2026 Dipangkas 50 Persen, Bupati Afni: Tidak Adil Bagi Daerah Penghasil

    PEKANBARU â€" Bupati Siak, Dr. Afni Zulkifli, mengungkapkan bahwa Transfer ke Daerah (TKD) reguler tahun 2026 untuk Kabupaten Siak hanya akan disalurkan sebesar 50 persen atau sekitar Rp311 miliar.&nb

  • Sabtu, 14 Feb 2026 16:22

    Polisi Gagalkan Upaya Pengiriman 18 WNA Ilegal ke Malaysia via Dumai

    PEKANBARU - Aparat Ditpolairud Polda Riau menggagalkan dugaan upaya penyelundupan manusia setelah mengamankan 18 warga negara asing asal Myanmar yang diduga akan dikirim secara ilegal ke Malaysia mela

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.