Serius Koalisi, Parpol Nonparlemen akan Bentuk Sekber Tampung 13,6 Juta Suara
Admin
Jumat, 25 Feb 2022 11:40
Partai nonparlemen menggelar pertemuan di Restoran Plataran Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (23/2). Pertemuan tersebut dihadiri oleh Perindo, PKP, Hanura, PBB dan PSI serta Garuda. Kemudian Berkarya yang berencana ikut gabung.
Hasilnya, mereka akan membentuk Sekretariat Bersama (Sekber) Koalisi Pilpres 2024. Menyusul total raihan suara parpol nonparlemen tersebut tembus 13,6 juta (setelah Berkarya masuk). Terbesar kedua setelah PDIP pada Pemilu 2019.
Pertemuan tersebut diinisiasi oleh Partai Persatuan Indonesia (Perindo) sebagai parpol yang meraih suara terbesar pada Pemilu 2019 dari seluruh parpol nonparlemen.
Ketua Umum DPP Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo mengatakan, pembentukan Sekretariat Bersama tersebut akan diperuntukkan sebagai wadah bagi perjuangan parpol nonparlemen.
“Dibutuhkan Sekretariat Bersama yang sifatnya untuk wadah menyuarakan perjuangan kami,” kata Hary Tanoesoedibjo dalam Pertemuan Ketua Umum Parpol Nonparlemen.
Pada pertemuan itu, Partai Perindo dihadiri oleh Ketua Umum Perindo Hary Tanoesoedibjo dan Sekjen Ahmad Rofiq. Kemudian, dari PSI hadir Ketua Umum Giring Ganesha dan Sekjen Dea Tunggaesti.
Sementara itu, dari PBB hadir Wakil Ketua Umum Tatang Zaenuddin dan Sekjen Afriansyah Noor. Kemudian untuk PKP dihadiri Yussuf Solichien. Adapun, dari Partai Garuda dihadiri oleh Ahmad Ridha Sabana dan Sekjen Abdullah Mansuri. Selanjutnya, Partai Hanura diwakili oleh Suhendri.
Ketua Umum PSI Giring Ganesha mengatakan, bila pertemuan ini dilakukan terus, maka akan lahir kekuatan politik baru di Indonesia.
"Sebuah koalisi besar yang dahsyat, karena di pundak kita yang ada di meja ini, ada 13,5 juta lebih suara, itu dahsyat banget. Jika silaturahmi ini berlanjut terus, saya yakin poros baru ini, koalisi ini, bisa melakukan begitu banyak gebrakan dan sangat diperhitungkan di Pemilihan Umum 2024," katanya.
Ketika sudah punya nama koalisi dan launching sekretariat bersama, lanjut Giring, diskusi-diskusi kebangsaan akan terus kita bicarakan untuk masa depan Indonesia di 2024.
Ketua Umum PKP Yussuf Solichien mengatakan, pertemuan enam parpol nonparlemen merupakan poros baru dalam perpolitikan nasional. Koalisi itu dapat bekerja sama menyelesaikan permasalahan kehidupan berbangsa.
“Ini menurut saya suatu lompatan besar dari perpolitikan nasional. Tadi Bung Hary mengatakan bahwa kita ada rencana untuk membentuk koalisi. Tapi menurut saya barangkali kita akan membuat suatu poros baru dalam perpolitikan nasional ini,” kata Solichien.
Ketua Umum Partai Garuda Ahmad Ridha Sabana menyambut positif pertemuan parpol nonparlemen yang diinisiasi Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo tersebut. Karena merupakan langkah awal yang produktif menuju Pemilu 2024.
"Pertemuan yang digagas Pak Hary dan teman-teman ini, saya kira akan sangat menjadi produktif di masa-masa mendatang, terutama di awal-awal sampai dengan nanti pada di saat nanti tahun 2024, tahun Pemilu kita," tegas Ridha.
Wakil Ketua Umum PBB Tatang Zaenuddin mengatakan, pertemuan enam parpol nonparlemen secara intens akan memonitor perkembangan dinamika politik Indonesia.
“Prinsipnya pertemuan atau silaturahmi ini kita akan lakukan secara intens dalam rangka terus memonitor perkembangan dinamika-dinamika politik di Indonesia,” ujar Tatang.
Adapun, Partai Hanura yang diwakili oleh Suhendri menyebutkan, pihaknya sepakat dan sepaham dengan apa yang didiskusikan partai politik nonparlemen itu.
"Ide baru ini kami kira sangat brilian. Hanura tentu akan mendukung dan akan selalu melangkah untuk mencapai apa yang kita rencanakan. Mudah-mudahan terus berlanjut dan akan terwujud," tegas Suhendri.
Ke depan, Partai Berkarya juga akan masuk dalam koalisi tersebut. Adapun, total suara ketujuh parpol itu pada Pemilu 2019 mencapai 13,6 juta suara.
"Tujuh partai politik, termasuk Berkarya, secara keseluruhan memperoleh hampir 13,6 juta suara, terbesar nomor 2 setelah PDIP. Maju terus kawan-kawan," kata Hary Tanoe.
Hary selaku penggagas pertemuan tersebut memaparkan hasil pertemuan Parpol Nonparlemen, yaitu Pertama, pertemuan ini adalah silaturahmi mengingat partai-partai tersebut adalah peserta Pemilu tahun 2019.
Kedua, dengan jumlah suara yang besar keenam partai tersebut memutuskan untuk mewacanakan bersama-sama menjadi satu koalisi untuk ikut kontestasi pencapresan tahun 2024.
"Kami membuka wacana tentang keikutsertaan untuk Pencapresan di pemilu tahun 2024," kata Hary.
Hary mengungkapkan hal tersebut mengikuti jalur suara 25 persen. Seperti diketahui, pencalonan capres dan cawapres jika merujuk UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu tidak hanya merujuk ambang batas atau presidential threshold sebesar 20 persen saja.
Namun, juga perolehan suara hasil Pemilu minimal 25 persen.
Ketiga, Hary menyampaikan ada wacana bahwa koalisi tersebut akan mencoba untuk melakukan judicial review untuk presidential threshold menjadi 0 persen.
"Kami akan mencoba untuk melakukan judicial review untuk presidential threshold menjadi 0 persen," ungkapnya.
Keempat, pertemuan tersebut juga membahas untuk membentuk sekretariat bersama. Kelima, adanya kesepakatan untuk membentuk satu nama koalisi yang masih akan dimatangkan.
"Ada usulan Koalisi Partai Parlemen masa depan, ada usulan lagi Koalisi Partai Nusantara, nanti tentunya akan dimatangkan nama koalisinya," jelas Hary.