Selasa, 07 Jul 2026
  • Home
  • Politik
  • Soal Menteri Jokowi dari Milenial, PDIP Bicara Kabinet Zaken Usulan Megawati

Politik

Soal Menteri Jokowi dari Milenial, PDIP Bicara Kabinet Zaken Usulan Megawati

Selasa, 14 Mei 2019 09:14
Detik.com
Sekretaris Bidang Pendidikan dan Pelatihan DPP PDIP Eva Kusuma Sundari
JAKARTA - Dalam suatu pertemuan degan TKN Jokowi-Amin, Presiden Joko Widodo sempat membahas kabinetnya yang berasal dari kalangan milenial atau generasi muda jika nantinya terpilih sebagai Presiden RI periode 2019-2024. Atas wacana itu, PDIP sebagai salah satu parpol pengusung Jokowi berbicara konsep kabinet zaken yang basisnya diisi oleh orang-orang berpotensi, bukan menitikberatkan pada faktor umur.

"Kan Bu Mega (Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri) bersama BPIP sudah ke Pak Jokowi untuk mengajukan konsep tentang kabinet zaken. Kabinet zaken itu basisnya kompetensi, kapasitas, kapabilitas, dan itu saya pikir pas," kata Sekretaris Bidang Pendidikan dan Pelatihan DPP PDIP Eva Kusuma Sundari saat dimintai konfirmasi, Senin (13/5/2019).

Menurut Eva, seorang menteri yang akan bergabung di kabinet Jokowi untuk periode kedua harus menteri harus mengerti dan paham bagaimana memasukkan Nawacita ke dalam program kerjanya. Dia mencontohkan isu perempuan di program Nawacita yang menjadi perhatiannya.

"Kayak isu tentang perempuan (di Nawacita), itu kan memasukkan tentang asas kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan sebagai perspektif. Tinggal milih orangnya yang paham itu yang ngerti logika input, output, outcome untuk mencapai dan untuk mengintegrasikan 2 perspektif itu (kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan) ke dalam pemerintahan," ujarnya.

Dikatakan Eva, kabinet zaken yang berasal dari para profesional di bidangnya memungkinkan generasi milenial untuk terjun ke dalam kabinet. Namun yang lebih ditekankan dalam kabinet zaken adalah orang yang memiliki kompetensi, kapasitas, dan kapabilitas, bukan karena sosoknya yang berasal dari milenial.

"Jadi maksudnya lebih luas kan kalau zaken (kabinet) itu tadi, berbasis pada kompetensi. Jadi muda tua, laki perempuan go a head you show, karena Nawacita-nya sudah keluar tinggal siapa yang bisa mencapai output yang ada di Nawacita itu yang kemudian diteliti," jelasnya.

"Zaken (kabinet) itu lebih fair daripada berbasis pada umur, jangan sampai kalau umur terus kemudian nggak ngerti Nawacita," lanjutnya.

Eva juga mengungkapkan bahwa PDIP memiliki banyak kader dari generasi muda yang memiliki kompetensi di bidangnya. Dia pun menyebut banyaknya caleg dari PDIP pada Pileg 2019 yang berhasil lolos ke Senayan.

"Lihat saja yang daftar, dan 30 persen yang masuk ke caleg kan orang-orang anyar, orang-orang baru usia muda, jadi menurutku PDIP tidak kekurangan stok, karena pada posisi yang diuntungkan elektabilitasnya paling tinggi. Misalkan ya PSI yang mengklaim banyak orang muda ke dia, ternyata kan paling banyak menurut Kompas kan ke PDIP orang mudanya," ungkapnya.

Namun Eva tidak menyebutkan siapa di antara generasi muda dari PDIP yang siap masuk ke dalam kabinet Jokowi untuk periode kedua. "Siapa pun bisa dipanggil oleh Ibu (Megawati) nanti untuk disetor ke Pak Jokowi," tuturnya.

Isu soal menteri berusia muda di Kabinet Jokowi sempat diutarakan Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf, Johnny G Plate. Dalam pertemuan di Menteng lalu itu, ia menyebut ada pembahasan soal regenerasi kepemimpinan para menteri atau calon menteri dari tokoh-tokoh muda.

"Dibicarakan bagaimana regenerasi kepemimpinan para menteri atau calon menteri yang masih segar-segar, tokoh-tokoh muda untuk melibatkan ke dalamnya. Tapi kami tidak ngomong soal bagi-bagi kekuasaan," kata Johnny.

Meski begitu, Johnny mengatakan belum ada kandidat nama menteri-menteri milenial yang disebutkan Jokowi. Koalisi Jokowi disebut menyerahkan sepenuhnya kepada Jokowi mengenai siapa saja yang akan mengisi kabinet di periode kedua nanti.

"Nama anggota kabinet belum dibicarakan secara detail. Gambaran umum saja. Koalisi TKN memegang prinsip 'presidential prerogative rights' dalam sistem presidensial yang kita anuti. Mudah-mudahan ada menteri dari kalangan muda," ucap Johnny, terpisah.



Sumber: detik.com
Politik
Berita Terkait
  • Selasa, 07 Jul 2026 10:43

    Prabowo Bakal Terima Kunjungan PM Narendra Modi di Istana Negara Hari Ini

    JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto bakal menerima kunjungan Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi di Istana Negara pada Selasa (7/7/2026). Dalam pertemuan tersebut, kedua negara dijadwalkan menand

  • Selasa, 07 Jul 2026 10:39

    Korban Tewas Gempa Venezuela Tembus 3.535 Jiwa, Ancaman Krisis Kesehatan Mengintai

    CARACAS â€" Korban tewas akibat gempa kembar yang mengguncang Venezuela terus bertambah. Hingga Senin 6 Juli 2026 waktu setempat, jumlah korban meninggal dunia tercatat mencapai 3.535 orang, sementara

  • Selasa, 07 Jul 2026 10:36

    Bareskrim Dukung Penuh Kortas Tipikor Usut Korupsi Pasokan Batu Bara Rp5 Triliun

    JAKARTA â€" Kabareskrim Polri, Komjen Syahardiantono menyatakan siap mendukung penuh Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipikor) Polri dalam mengusut dugaan korupsi pengadaan dan pemenu

  • Selasa, 07 Jul 2026 10:33

    Geram! Hotman Minta Kapolri Pajang Muka Polisi yang Siksa Wanita

    JAKARTA - Pengacara Hotman Paris Hutapea meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo membuka identitas oknum anggota Polres Tegal Kota yang menjadi tersangka kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan

  • Selasa, 07 Jul 2026 10:28

    Temuan Kompolnas di Lokasi Bentrok Polisi vs Bandar Narkoba

    Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menemukan ceceran darah di lokasi penemuan tiga anggota Polri yang gugur saat operasi penggerebekan narkoba di wilayah Polres Katingan, Kalimantan Tengah. Temuan

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor