Politik
Soal Menteri Jokowi dari Milenial, PDIP Bicara Kabinet Zaken Usulan Megawati
Selasa, 14 Mei 2019 09:14
"Kan Bu Mega (Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri) bersama BPIP sudah ke Pak Jokowi untuk mengajukan konsep tentang kabinet zaken. Kabinet zaken itu basisnya kompetensi, kapasitas, kapabilitas, dan itu saya pikir pas," kata Sekretaris Bidang Pendidikan dan Pelatihan DPP PDIP Eva Kusuma Sundari saat dimintai konfirmasi, Senin (13/5/2019).
Menurut Eva, seorang menteri yang akan bergabung di kabinet Jokowi untuk periode kedua harus menteri harus mengerti dan paham bagaimana memasukkan Nawacita ke dalam program kerjanya. Dia mencontohkan isu perempuan di program Nawacita yang menjadi perhatiannya.
Dikatakan Eva, kabinet zaken yang berasal dari para profesional di bidangnya memungkinkan generasi milenial untuk terjun ke dalam kabinet. Namun yang lebih ditekankan dalam kabinet zaken adalah orang yang memiliki kompetensi, kapasitas, dan kapabilitas, bukan karena sosoknya yang berasal dari milenial.
"Jadi maksudnya lebih luas kan kalau zaken (kabinet) itu tadi, berbasis pada kompetensi. Jadi muda tua, laki perempuan go a head you show, karena Nawacita-nya sudah keluar tinggal siapa yang bisa mencapai output yang ada di Nawacita itu yang kemudian diteliti," jelasnya.
"Zaken (kabinet) itu lebih fair daripada berbasis pada umur, jangan sampai kalau umur terus kemudian nggak ngerti Nawacita," lanjutnya.
Eva juga mengungkapkan bahwa PDIP memiliki banyak kader dari generasi muda yang memiliki kompetensi di bidangnya. Dia pun menyebut banyaknya caleg dari PDIP pada Pileg 2019 yang berhasil lolos ke Senayan.
"Lihat saja yang daftar, dan 30 persen yang masuk ke caleg kan orang-orang anyar, orang-orang baru usia muda, jadi menurutku PDIP tidak kekurangan stok, karena pada posisi yang diuntungkan elektabilitasnya paling tinggi. Misalkan ya PSI yang mengklaim banyak orang muda ke dia, ternyata kan paling banyak menurut Kompas kan ke PDIP orang mudanya," ungkapnya.
Namun Eva tidak menyebutkan siapa di antara generasi muda dari PDIP yang siap masuk ke dalam kabinet Jokowi untuk periode kedua. "Siapa pun bisa dipanggil oleh Ibu (Megawati) nanti untuk disetor ke Pak Jokowi," tuturnya.
"Dibicarakan bagaimana regenerasi kepemimpinan para menteri atau calon menteri yang masih segar-segar, tokoh-tokoh muda untuk melibatkan ke dalamnya. Tapi kami tidak ngomong soal bagi-bagi kekuasaan," kata Johnny.
Meski begitu, Johnny mengatakan belum ada kandidat nama menteri-menteri milenial yang disebutkan Jokowi. Koalisi Jokowi disebut menyerahkan sepenuhnya kepada Jokowi mengenai siapa saja yang akan mengisi kabinet di periode kedua nanti.
Prabowo Bakal Terima Kunjungan PM Narendra Modi di Istana Negara Hari Ini
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto bakal menerima kunjungan Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi di Istana Negara pada Selasa (7/7/2026). Dalam pertemuan tersebut, kedua negara dijadwalkan menand
Korban Tewas Gempa Venezuela Tembus 3.535 Jiwa, Ancaman Krisis Kesehatan Mengintai
CARACAS â€" Korban tewas akibat gempa kembar yang mengguncang Venezuela terus bertambah. Hingga Senin 6 Juli 2026 waktu setempat, jumlah korban meninggal dunia tercatat mencapai 3.535 orang, sementara
Bareskrim Dukung Penuh Kortas Tipikor Usut Korupsi Pasokan Batu Bara Rp5 Triliun
JAKARTA â€" Kabareskrim Polri, Komjen Syahardiantono menyatakan siap mendukung penuh Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipikor) Polri dalam mengusut dugaan korupsi pengadaan dan pemenu
Geram! Hotman Minta Kapolri Pajang Muka Polisi yang Siksa Wanita
JAKARTA - Pengacara Hotman Paris Hutapea meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo membuka identitas oknum anggota Polres Tegal Kota yang menjadi tersangka kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan
Temuan Kompolnas di Lokasi Bentrok Polisi vs Bandar Narkoba
Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menemukan ceceran darah di lokasi penemuan tiga anggota Polri yang gugur saat operasi penggerebekan narkoba di wilayah Polres Katingan, Kalimantan Tengah. Temuan