politik
Soal cawapres Jokowi, PDIP lirik sosok yang punya gagasan bangun ekonomi
Selasa, 13 Mar 2018 15:26
PDI Perjuangan sebagai salah satu partai yang mengusung Joko Widodo (Jokowi) sebagai capres, sudah mengantongi daftar nama cawapres. Pada saatnya nanti akan terbuka sosok calon pendamping Jokowi di Pilpres.
"Urusan cawapres Pak Jokowi akan mengerucut pada waktunya," tegas Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto melalui siaran pers yang diterima merdeka.com, Selasa (13/3).
Hasto menegaskan, sosok cawapres Jokowi tidak cukup hanya berbicara figur. Yang dibutuhkan adalah orang yang memiliki gagasan dan bisa fokus meningkatkan perekonomian nasional. Karena itu PDIP mengajak mitra partai koalisi pendukung Jokowi untuk fokus melakukan penguatan kinerja ekonomi Indonesia.
"Konsentrasi utama PDIP saat ini adalah mendorong kerja sama Parpol pengusung pemerintah untuk menaruh perhatian besar pada aspek ekonomi, seiring dengan makin solidnya kondisi politik nasional saat ini."
Bukan tanpa alasan pentingnya fokus pada peningkatan perekonomian. Hasto melihat berbagai indikator perekonomian nasional menunjukkan arah positif. Dibuktikan dengan tingkat inflasi relatif rendah, pembangunan infrastruktur yang digenjot untuk meningkatkan daya saing dan mengurangi biaya logistik tinggi, dan berimbas pada tingkat kepercayaan publik pada kinerja Jokowi yang terus meningkat.
"Ketika Pak Jokowi terpilih, harapan rakyat begitu tinggi, tetapi kendala perekonomian begitu besar, karena itulah konsentrasi utama kami saat ini adalah melakukan segala hal yang dianggap penting untuk meningkatkan kinerja perekonomian," jelasnya.
Menurutnya, mengingat pentingnya persoalan perekonomian maka siapapun yang akan bertarung di Pilpres 2019 sebaiknya menyampaikan gagasan terbaiknya untuk kemajuan perekonomian bangsa dan negara.
Selain itu, iklim kompetisi Pilpres 2019 harus menunjukkan peningkatan kualitas demokrasi. Para kandidat yang bertarung harus menampilkan gagasan terbaik untuk bangsa dan negara. Hasto mengingatkan, kandidat yang membangun infrastruktur politik hanya untuk mencela, mengadu domba, dan menyampaikan hal-hal di luar kebenaran bakal ditinggalkan rakyat.
"Karena itulah kita isi tahun politik dengan berbagai hal yang positif untuk bangsa dan negara. Sebab tidak ada bangsa besar lahir, dengan cara permusuhan. Bangsa yang kuat akan lahir melalui gagasan besar yang membangun peradaban. Dan biarlah rakyat yang memilih pemimpinnya," tutupnya Politik
Dewan Kehormatan PWI Riau Minta Wartawan Tidak Terseret Kepentingan Kelompok
Pekanbaru-Ketua Dewan Kehormatan (DKP) PWI Riau, H Zufra Irwan SE, MM mewanti-wanti wartawan untuk tidak terjebak dengan kepentingan politik tertentu atau kelompok tertu menyikapi sikap tegas yang akh
AMSI Riau Soroti Penunjukan PLT Ketua DPD Golkar Riau: Intervensi DPP Dinilai Rusak Proses Konsolidasi Kader
Pekanbaru-Angkatan Muda Satkar Ulama Indonesia (AMSI) Riau menyoroti langkah Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar yang menunjuk Ahmad Doli Kurnia sebagai Pelaksana Tugas (PLT) Ketua DPD Partai Gol
H.Darnil Pimpin DPD Hanura Riau
Pekanbaru-Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) resmi menggelar Musyawarah Daerah (Musda) Provinsi Riau dan Musyawarah Cabang (Muscab) ke-IV se-Riau, di Hotel Grand Central Pekanbaru, Sabtu (25/10/2025).
Sahroni Mundur dari DPR RI? Begini Kata NasDem
Ahmad Sahroni dikabarkan mengajukan pengunduran diri sebagai anggota DPR RI. Pengunduran diri itu disebut-sebut sebagai buntut dari kekisruhan dalam beberapa hari terakhir. Sahroni sendiri sudah dinon
Uya Kuya dan Eko 'Patrio' Terima Keputusan Tak Dapat Gaji
Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPR Putri Zulkifli Hasan (Zulhas) mengungkapkan kondisi terkini Eko Hendro Purnomo alias Eko “Patrio” dan Surya Utama atau Uya Kuya setelah keduanya dinon