Selasa, 07 Jul 2026
  • Home
  • Politik
  • Tak Terima Diusir dari Koalisi, PD: Poyuono Nggedabrus, Omong Kosong

Politik

Tak Terima Diusir dari Koalisi, PD: Poyuono Nggedabrus, Omong Kosong

Sabtu, 11 Mei 2019 13:37
Detik.com
JAKARTA - Waketum Gerindra Arief Poyuono 'mengusir' Partai Demokrat (PD) untuk keluar dari koalisi pengusung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Partai Demokrat masih berang dan meminta Gerindra memberi peringatan kepada Poyuono.

"Kalau pakai istilah Suroboyoan, Jawa Timuran, karena aku lama kuliah di sana, Arief Poyouno itu manusia jenis nggedabrus, banyak bicaranya tapi omong kosong," ujar Ketua DPP PD Jansen Sitindaon kepada wartawan, Sabtu (11/5/2019).

Jansen menyebut Poyuono tidak dianggap di lingkup internal Gerindra sendiri. Untuk itu, ia meminta Poyuono tidak mengatur-atur posisi Demokrat di Koalisi Adil dan Makmur.

"Jangankan di koalisi yang banyak partai, di internal Gerindra saja suara Arief Poyuono itu tidak didengar. Jadi saran kami, jangan terlalu banyak bicara terkait sikap Demokrat. Tidak ada hak Poyuono ngatur-ngatur Demokrat, orang ngatur Gerindra aja nggak bisa, nggak didengar. Ini kok sok ngatur-ngatur Demokrat," tutur Jansen.

Demokrat pun kesal karena dituduh Poyuono tak berkontribusi menaikkan suara Prabowo-Sandiaga. Menurut Jansen, justru Poyuono-lah yang membuat suara pasangan nomor urut 02 itu turun.

"Harusnya Poyuono berkaca karena Poyuono yang buat suara Prabowo turun. Setiap dia muncul itu suara Prabowo turun," ucapnya.

Jansen, yang merupakan salah satu juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, merasa justru dirinya lebih banyak berkontribusi menaikkan suara dibanding Poyuono. Ia menegaskan, sejak bergabung dengan koalisi, Demokrat konsisten memenangkan Prabowo-Sandiaga.

"Muka Poyuono itu yang turunkan suara Prabowo, muka Jansen Demokrat menaikkan suara Prabowo. Jadi jangan amnesia Poyuono itu. Ketimbang nggedabrus banyak bicara ngurus-ngurusi Demokrat, lebih baik dia ngurus-ngurusi setan gundul yang ngasih data 62% ke Prabowo itu," urai Jansen.

"Poyuono itu yang harus ditanya ngapain dia 7 bulan ini, ngapain dia. Nggak ngerti posisi dia apa di BPN. Aku nggak pernah lihat dia di rapat BPN. Aku kan di BPN. Makanya nggedabrus dia itu, banyak bicara tapi kosong. Kok ngatur-ngatur Demokrat," imbuhnya.

Demokrat pun meminta Gerindra mendisiplinkan Poyuono. Partai pimpinan Ketum Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu tampak kesal karena 'diusir' dari koalisi.

"Kami sebagai sesama teman koalisi juga menyarankan kepada Gerindra untuk mengingatkan orang semiring Poyuono ini, biar nggak kampungan gitu," tegas Jansen.

Sebelumnya, Poyuono meminta PD keluar dari Koalisi Indonesia Adil Makmur pengusung Prabowo-Sandiaga. Poyuono meminta Ketum PD Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY tak bersikap seperti serangga undur-undur.

"Demokrat sebaiknya keluar saja dari Koalisi Adil Makmur. Jangan elitenya dan Ketum kayak serangga undur-undur ya. Mau mundur dari koalisi saja pakai mencla-mencle segala," ucap Poyuono.

Koalisi Indonesia Adil dan Makmur menyatakan masih tetap solid. Bahkan sekjen-sekjen partai Koalisi Prabowo-Sandiaga semalam, Jumat (10/5), mengadakan pertemuan, termasuk Sekjen PD Hinca Pandjaitan.

"Kami semua di sini dengan Pak Hinca itu sudah memberikan sikap. Nggak perlu ada klarifikasi. Jelas, ya," tegas Sekjen Gerindra Ahmad Muzani saat dimintai tanggapan mengenai sikap Arief Poyuono.



Sumber: detik.com
Politik
Berita Terkait
  • Selasa, 07 Jul 2026 10:43

    Prabowo Bakal Terima Kunjungan PM Narendra Modi di Istana Negara Hari Ini

    JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto bakal menerima kunjungan Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi di Istana Negara pada Selasa (7/7/2026). Dalam pertemuan tersebut, kedua negara dijadwalkan menand

  • Selasa, 07 Jul 2026 10:39

    Korban Tewas Gempa Venezuela Tembus 3.535 Jiwa, Ancaman Krisis Kesehatan Mengintai

    CARACAS â€" Korban tewas akibat gempa kembar yang mengguncang Venezuela terus bertambah. Hingga Senin 6 Juli 2026 waktu setempat, jumlah korban meninggal dunia tercatat mencapai 3.535 orang, sementara

  • Selasa, 07 Jul 2026 10:36

    Bareskrim Dukung Penuh Kortas Tipikor Usut Korupsi Pasokan Batu Bara Rp5 Triliun

    JAKARTA â€" Kabareskrim Polri, Komjen Syahardiantono menyatakan siap mendukung penuh Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipikor) Polri dalam mengusut dugaan korupsi pengadaan dan pemenu

  • Selasa, 07 Jul 2026 10:33

    Geram! Hotman Minta Kapolri Pajang Muka Polisi yang Siksa Wanita

    JAKARTA - Pengacara Hotman Paris Hutapea meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo membuka identitas oknum anggota Polres Tegal Kota yang menjadi tersangka kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan

  • Selasa, 07 Jul 2026 10:28

    Temuan Kompolnas di Lokasi Bentrok Polisi vs Bandar Narkoba

    Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menemukan ceceran darah di lokasi penemuan tiga anggota Polri yang gugur saat operasi penggerebekan narkoba di wilayah Polres Katingan, Kalimantan Tengah. Temuan

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor