Selasa, 07 Jul 2026
  • Home
  • Politik
  • Tanggapi Maaf Gerindra, Demokrat: Poyuono Bukan Orang Penting

Politik

Tanggapi Maaf Gerindra, Demokrat: Poyuono Bukan Orang Penting

Senin, 13 Mei 2019 10:34
Detik.com
Ketua Divisi Hukum dan Advokasi Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean
JAKARTA - Partai Gerindra meminta maaf ke Partai Demokrat setelah partai itu meminta Wakil Ketua Umum Gerindra Arief Poyuono dipecat. Demokrat menerima permintaan maaf Gerindra.

"Kami menghormati sikap Gerindra. Sejak lama sebetulnya kami melihat bagaimana Arief Poyuono ini bukan orang penting di Gerindra. Jadi dipecat tidak dipecat sebetulnya tidak terlalu berpengaruh buat kami," kata Ketua Divisi Hukum dan Advokasi Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean, kepada wartawan, Senin (13/5/2019).

Ferdinand menghormati apapun keputusan internal Partai Gerindra. Dia mengaku hanya menyuarakan apa yang dirasakan Demokrat terhadap Arief Poyuono.

"Tidak apa-apa, tidak masalah, kami hormati karena itu kedaulatan Gerindra. Tapi kami harus menyampaikan apa yang kami rasakan," tegas dia.

Dia pun menyebut Arief Poyuono sebenarnya bukan 'orang penting' di Gerindra atau Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Alasannya, Ferdinand tidak pernah melihat Arief Poyuono ikut dalam rapat-rapat selama Pilpres 2019.

"Kami juga tahu ya, Arief ya gitu-gitu, karena saya tidak pernah melihat Arief di Kertanegara (rumah Prabowo) selama proses Pemilu sebagai elite Gerindra yang memperjuangan Prabowo. Jadi saya rasa dia bukan siapa-siapa di sana," kata Ferdinand.

Sebelumnya, Ferdinand memang meminta Gerindra memecat Poyuono dari partai. Ferdinand menilai ucapan Poyuono sering membuat nama partai dan koalisi semakin memburuk.

Ketua DPP Gerindra Ahmad Riza Patria pun meminta maaf kepada Demokrat jika ada pernyataan Poyuono yang dinilai tidak baik. Namun, Riza tak menyatakan dengan tegas apakah akan menuruti permintaan Ferdinand.

Riza hanya menyatakan bahwa pernyataan Poyuono yang menginginkan Demokrat keluar dari Koalisi Adil Makmur merupakan pendapat pribadi.

"Tentu kami atas nama partai menyampaikan mohon maaf kalau ada perkataan-perkataan dari pengurus maupun kader Partai Gerindra yang dirasa kurang pas, kurang baik dirasa oleh partai lain termasuk Partai Demokrat," kata Riza, Minggu (12/5).


Sumber: detik.com
Politik
Berita Terkait
  • Selasa, 07 Jul 2026 10:43

    Prabowo Bakal Terima Kunjungan PM Narendra Modi di Istana Negara Hari Ini

    JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto bakal menerima kunjungan Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi di Istana Negara pada Selasa (7/7/2026). Dalam pertemuan tersebut, kedua negara dijadwalkan menand

  • Selasa, 07 Jul 2026 10:39

    Korban Tewas Gempa Venezuela Tembus 3.535 Jiwa, Ancaman Krisis Kesehatan Mengintai

    CARACAS â€" Korban tewas akibat gempa kembar yang mengguncang Venezuela terus bertambah. Hingga Senin 6 Juli 2026 waktu setempat, jumlah korban meninggal dunia tercatat mencapai 3.535 orang, sementara

  • Selasa, 07 Jul 2026 10:36

    Bareskrim Dukung Penuh Kortas Tipikor Usut Korupsi Pasokan Batu Bara Rp5 Triliun

    JAKARTA â€" Kabareskrim Polri, Komjen Syahardiantono menyatakan siap mendukung penuh Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipikor) Polri dalam mengusut dugaan korupsi pengadaan dan pemenu

  • Selasa, 07 Jul 2026 10:33

    Geram! Hotman Minta Kapolri Pajang Muka Polisi yang Siksa Wanita

    JAKARTA - Pengacara Hotman Paris Hutapea meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo membuka identitas oknum anggota Polres Tegal Kota yang menjadi tersangka kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan

  • Selasa, 07 Jul 2026 10:28

    Temuan Kompolnas di Lokasi Bentrok Polisi vs Bandar Narkoba

    Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menemukan ceceran darah di lokasi penemuan tiga anggota Polri yang gugur saat operasi penggerebekan narkoba di wilayah Polres Katingan, Kalimantan Tengah. Temuan

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor