Selasa, 07 Jul 2026

Politik

Tokoh Islam di Kalsel Tolak People Power

Senin, 13 Mei 2019 10:18
Detik.com
BANJARMASIN - Sejumlah tokoh Islam di Kalimantan Selatan (Kalsel) menolak segala ajakan people power untuk penggulingan pemerintahan yang sah. Seperti yang disampaikan tokoh agama Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalsel KH Asmuni atau yang biasa dikenal dengan sebutan Guru Danau.

"Kita masyarakat di sini sungguh sangat menolak bermacam politik untuk menggulingkan pemerintah. Jadi kita tolak mentah-mentah saja," kata Guru Danau sebagaimana dikutip dari Antara, Senin (13/5/2019).

Menurut ulama kharismatik ini, pemerintahan yang sah tidak bisa digoyang hanya karena pihak yang tak sejalan kalah dalam pemilu.

"Kalau menggoyang berarti melanggar hukum. Kalau sudah begitu, ada aturan mainnya. Jadi masyarakat jangan mudah terprovokasi oleh kepentingan politik belaka," ucapnya ketika ditemui di kediamannya di Desa Danau Panggang, RT 01 Kecamatan Danau Panggang, Kabupaten HSU

Guru Danau dikenal dalam setiap ceramahnya begitu menyejukkan hati jamaah yang mengikuti pengajian sang guru. Untuk itu, dia tak ingin bangsa ini terpecah belah akibat kepentingan politik yang hanya urusan duniawi.

Di samping berdakwah, Guru Danau mengelola sejumlah pondok pesantren. Di antaranya Pondok Pesantren Darul Aman di Pajukungan, Babirik, Amuntai. Kemudian Pondok Pesantren Hidayatus Shibyan di Danau Panggang serta Pondok Pesantren Raudhah di Jaro, Kabupaten Tabalong.

Seruan senada disampaikan KH Abdul Bari. Pengasuh Pondok Pesantren Asy-Syafi'iyah Sungai Pandan, Alabio Kabupaten Hulu Sungai Utara ini menolak keras "people power" karena bertentangan dengan demokrasi di negara Indonesia.

"Kami ingin daerah aman dan kondusif, sehingga menerima hasil keputusan KPU nanti," tegas ulama yang juga anggota Dewan Pertimbangan dan Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten HSU itu.

Sementara Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kalsel Dr H Mirhan mengimbau masyarakat tidak terpengaruh oleh ajakan yang bertentangan dengan hukum.

"Tindakan semacam 'people power' lantaran tidak puas dengan hasil pemilu, tidak sesuai Undang-Undang. Marilah kita sabar dulu menunggu, kecuali nanti misalnya beda apa yang disampaikan KPU dengan data intern yang dipegang salah satu kubu maka bisa dipersoalkan melalui jalur konstitusi," jelasnya.

Mirhan pun meminta semua bisa bersabar menunggu hasil penghitungan manual oleh KPU. Dimana proses di KPU yang berjenjang bisa dikawal bersama.

"Mari kita jaga keamanan, kedamaian dan ketentraman bangsa yang sudah demokratis ini," terang tokoh agama yang dikenal juga sebagai dosen Sosiologi Agama di Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari Banjarmasin itu.

Menurut pengamat politik dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Dr Budi Suryadi, ketidakpercayaan yang tumbuh terhadap kelembagaan negara dan ingin merusak struktur politik kelembagaan negara sangat merusak tatanan demokrasi.

"Baru kali ini ada people power karena soal hasil pemilu. Jadi sangat tidak elegan dan tergolong kategori bukan people power tetapi bentuk lain anarkhisme. Dimana fatsoen politik yang sudah disepakati dan prosedural diabaikan dan dilecehkan," paparnya.

Dosen berprestasi di ULM ini pun menyayangkan jika pembuktian pelanggaran pemilu melalui lembaga yang kapabel diabaikan dan tidak dianggap sama sekali.

"Lalu apa yang mau jadi harapan politik, selain keinginan melakukan anarkhisme," tandasnya.



Sumber: detik.com
Politik
Berita Terkait
  • Selasa, 07 Jul 2026 10:43

    Prabowo Bakal Terima Kunjungan PM Narendra Modi di Istana Negara Hari Ini

    JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto bakal menerima kunjungan Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi di Istana Negara pada Selasa (7/7/2026). Dalam pertemuan tersebut, kedua negara dijadwalkan menand

  • Selasa, 07 Jul 2026 10:39

    Korban Tewas Gempa Venezuela Tembus 3.535 Jiwa, Ancaman Krisis Kesehatan Mengintai

    CARACAS â€" Korban tewas akibat gempa kembar yang mengguncang Venezuela terus bertambah. Hingga Senin 6 Juli 2026 waktu setempat, jumlah korban meninggal dunia tercatat mencapai 3.535 orang, sementara

  • Selasa, 07 Jul 2026 10:36

    Bareskrim Dukung Penuh Kortas Tipikor Usut Korupsi Pasokan Batu Bara Rp5 Triliun

    JAKARTA â€" Kabareskrim Polri, Komjen Syahardiantono menyatakan siap mendukung penuh Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipikor) Polri dalam mengusut dugaan korupsi pengadaan dan pemenu

  • Selasa, 07 Jul 2026 10:33

    Geram! Hotman Minta Kapolri Pajang Muka Polisi yang Siksa Wanita

    JAKARTA - Pengacara Hotman Paris Hutapea meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo membuka identitas oknum anggota Polres Tegal Kota yang menjadi tersangka kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan

  • Selasa, 07 Jul 2026 10:28

    Temuan Kompolnas di Lokasi Bentrok Polisi vs Bandar Narkoba

    Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menemukan ceceran darah di lokasi penemuan tiga anggota Polri yang gugur saat operasi penggerebekan narkoba di wilayah Polres Katingan, Kalimantan Tengah. Temuan

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor