Voting Tertutup Pemilihan Anggota KPU-Bawaslu Dikritik
Admin
Kamis, 17 Feb 2022 16:50
Peneliti senior Netgrit Hadar Nafis Gumay mengkritik pemilihan anggota KPU dan Bawaslu yang dilakukan secara tertutup oleh Komisi II DPR RI. Dengan pengambilan keputusan yang tidak transparan, proses pemilihan anggota KPU dan Bawaslu periode 2022-2027 terkesan lebih besar nuansa politik.
"Jadi saya kira proses pemilihan di DPR ini lebih besar nuansa politiknya," ujar Hadar kepada wartawan, Kamis (17/2).
Komisi II juga dalam mengambil keputusan hanya menggelar rapat tertutup selama 1,5 jam saja.
"Jadi proses mereka tidak dijalankan dengan terukur ya. Kemudian juga tidak cukup transparan khususnya di dalam pengambilan keputusannya," tegasnya.
Seharusnya, kata dia, Komisi II DPR melakukan proses pemilihan secara terbuka. Supaya publik mengetahui pertimbangan-pertimbangan dan pendapat fraksi memilih calon anggota KPU dan Bawaslu.
Calon anggota KPU dan Bawaslu ini juga dipilih berdasarkan urutan. Sehingga publik perlu tahu bagaimana angka penilaian anggota DPR kepada calon-calon yang terpilih.
"Ini kan kita tidak tahu mereka kemarin akhirnya mengumumkan nomor satu, dua, tiga, empat, dan seterusnya. Tetapi didasarkan oleh apa, angka berapa, angka apa nilai. Kalau itu mau pakai nilai, kalau voting tidak dilakukan. Kalau biasanya kan ada voting, jadi ada angka-angka perolehan votingnya," ujar Hadar
Pesan untuk Anggota KPU Baru
Anggota KPU RI periode 2012-2017 ini bilang, sebaiknya anggota KPU dan Bawaslu jangan sampai terperangkap pihak pemilihnya, karena kentalnya nuansa politik. Penyelenggara pemilu harus bisa mandiri, menjunjung tinggi integritas, profesionalitas dan tidak partisan.
"Karena nuansa politiknya begitu kuat maka saya berpesan kepada penyelenggara yang terpilih mereka itu harus bisa menjaga jarak dari hasil proses politik pemilihan yang begitu kental. Jadi jangan mereka terperangkap oleh pihak pihak yang memilihnya," tegasnya.
Sebelumnya, Komisi II telah menetapkan tujuh calon anggota KPU RI dan lima calon anggota Bawaslu RI masa jabatan 2022-2027. Proses pemilihan penyelenggara pemilu ini digelar secara tertutup.
Tujuh calon anggota KPU RI yang terpilih adalah:
1. Betty Epsilon Idroos
2. Hasyim Asya'ri
3. Mochamad Afifudin
4. Parsadaan Harahap
5. Yulianto Sudrajat
6. Idham Holik
7. August Melasz
Lima calon anggota Bawaslu RI yang terpilih:
1. Lolly Suhenty
2. Puadi
3. Rahmat Bagja
4. Totok Hariyono
5. Herwyn Jefler Hielsa Malonda