Kamis, 02 Jul 2026
  • Home
  • Politik
  • Wasekjen PPP minta Prabowo ungkap elite bodoh dan maling supaya clear & diawasi

politik

Wasekjen PPP minta Prabowo ungkap elite bodoh dan maling supaya clear & diawasi

Senin, 02 Apr 2018 15:39
merdeka.com
Kampanye PPP. 2014 merdeka.com/Muhammad Luthfi Rahman
Merdeka.com - Wasekjen PPP Ahmad Baidowi (Awiek) meminta Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto membuka sosok elite yang bodoh, bermental maling dan mengesampingkan kesejahteraan rakyat. Menurutnya, jika Prabowo tidak menyebutkan oknum elite yang dimaksud, justru akan memicu kegaduhan di publik.

"Sebut saja oknumnya baru clear ketika disebut oknumnya ayo kita hajar rame-rame atau kita awasi bareng-bareng," kata Awiek di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (2/4).

Tudingan Prabowo itu, kata Awiek, akan membuat banyak pihak baik di koalisi partai pendukung pemerintahan sampai kubu oposisi di DPR menjadi saling curiga. Sebab, dia menyebut kubu oposisi di DPR pun termasuk elite.

"Karena dengan begitu bisa jadi di pemerintahan atau di luar koalisi pemerintahan karena enggak disebutkan misalkan teman-teman yang mengatasnamakan dirinya oposisi kan bagian dari elit ngeri ini di DPR," terangnya.

"Bagaimana penentu kebijakan bagian penentu politik. Apa itu yang disebut bodoh dan maling," sambung Awiek.

Menurutnya, sah-sah saja jika ucapan Prabowo adalah bagian dari kritik kepada pemerintah. Namun eks Danjen Kopassus itu diingatkan untuk tetap memakai data dan bukti, bukan bahasa serampangan.

"Jadi jangan seperti skema ini hanya melontarkan pernyataan yang membuat publik bertanya-tanya. Publik ini sudah jenuh lah dengan situasi kondisi dan politik seperti ini jangan kita menambahi dengan hak-hak yang sifatnya membuat isu-isu liar," tambahnya.

Sebelumnya, Prabowo menyebutkan bahwa 80 persen kekayaan negara dikuasai hanya satu persen golongan. Dia juga mengatakan setelah sekian lama merdeka ternyata kekayaan negara tidak tinggal di bangsa Indonesia.

"Kita termasuk bangsa yang lengah dan tidak waspada terutama elite kita. Terus terang saja minta ampun. Saya kapok dengan elite Indonesia," tukasnya.

Dirinya mengaku dahulu adalah elite juga. Tetapi saat ini dia mengaku sudah tobat. "Saya elite tetapi sudah tobat," tegasnya.

Politik
Berita Terkait
  • Rabu, 26 Nov 2025 09:37

    Dewan Kehormatan PWI Riau Minta Wartawan Tidak Terseret Kepentingan Kelompok

    Pekanbaru-Ketua Dewan Kehormatan (DKP) PWI Riau, H Zufra Irwan SE, MM mewanti-wanti wartawan untuk tidak terjebak dengan kepentingan politik tertentu atau kelompok tertu menyikapi sikap tegas yang akh

  • Selasa, 04 Nov 2025 05:26

    AMSI Riau Soroti Penunjukan PLT Ketua DPD Golkar Riau: Intervensi DPP Dinilai Rusak Proses Konsolidasi Kader

    Pekanbaru-Angkatan Muda Satkar Ulama Indonesia (AMSI) Riau menyoroti langkah Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar yang menunjuk Ahmad Doli Kurnia sebagai Pelaksana Tugas (PLT) Ketua DPD Partai Gol

  • Senin, 27 Okt 2025 10:17

    H.Darnil Pimpin DPD Hanura Riau

    Pekanbaru-Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) resmi menggelar Musyawarah Daerah (Musda) Provinsi Riau dan Musyawarah Cabang (Muscab) ke-IV se-Riau, di Hotel Grand Central Pekanbaru, Sabtu (25/10/2025).

  • Kamis, 04 Sep 2025 13:45

    Sahroni Mundur dari DPR RI? Begini Kata NasDem

    Ahmad Sahroni dikabarkan mengajukan pengunduran diri sebagai anggota DPR RI. Pengunduran diri itu disebut-sebut sebagai buntut dari kekisruhan dalam beberapa hari terakhir. Sahroni sendiri sudah dinon

  • Kamis, 04 Sep 2025 11:40

    Uya Kuya dan Eko 'Patrio' Terima Keputusan Tak Dapat Gaji

    Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPR Putri Zulkifli Hasan (Zulhas) mengungkapkan kondisi terkini Eko Hendro Purnomo alias Eko “Patrio” dan Surya Utama atau Uya Kuya setelah keduanya dinon

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor