politik
Yusril Optimistis PBB Raih 9 Persen di Pemilu
Rabu, 07 Mar 2018 11:53
"Mudah-mudahan akan sukses hadapi pemilu akan datang, setidaknya dengan nomor 19 ini kami dapat 9 persen pada pemilu akan datang," kata Yusril di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), Menteng, Jakarta Pusat, Selasa, 6 Maret 2018.
"PBB akan berjuang minimal lampaui angka 4 persen dan kembali ada Fraksi PBB di DPR. Itu yang kami perjuangkan," kata dia.
Menurut Yusril, yang paling penting saat ini adalah membuat PBB kembali masuk di parlemen, setelah dua periode pemilu tidak berhasil menembus kursi DPR.
"Yang paling penting adalah Fraksi PBB itu ada, mungkin saya akan maju (jadi) anggota DPR RI sekarang ini. Walaupun anggota DPR tidak ada artinya bagi saya, tapi saya ingin supaya kekuatan PBB muncul lagi paling tidak ada Fraksi PBB di DPR dan fraksi itu akan sangat kritis dan fraksi itu akan jadi mesin oposisi di parlemen nanti," ungkapnya.
Ahli hukum tata negara itu juga mengatakan, saat ini partainya semakin kuat. Sebab, dia terus melakukan konsolidasi dengan kadernya hingga di tingkat bawah.
"Anda lihat kekuatan kita jauh lebih meningkat dari yang lalu-lalu. Ini kan lima tahun terakhir empat tahun ini sampai hari H kepemimpinan PBB, kelihatannya sih memang cukup menguat, saya lakukan konsolidasi sampai ke tingkat yang paling bawah," tandas Yusril.
Dukung Kotak Kosong
Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra mengungkapkan langkah partainya jelang Pemilu Legilatif dan Pilpres 2019 mendatang. PBB, kata dia, tidak akan berkoalisi dengan partai mana pun bila calon presiden masih sama seperti pilpres lalu.
"Daripada menjadi bagian pemerintah, kalau masih pemerintah yang sekarang, kami enggak pikir koalisi. Kami pikirkan diri kami sendiri. Kenal kami harus koalisi Gerindra, PKS, dan lain-lain," kata Yusril usai rapat pleno terbuka.
Yusril berencana mendukung kotak kosong bila nantinya calon presiden yang ada adalah calon tunggal. "Kalau misalnya calon tunggal ya, barang kali PBB akan kampanye untuk dukung kotak kosong ya, dan akan menjadi kekuatan oposisi utama dalam republik ini," ujar Yusril.
PBB, kata Yusril, akan berusaha mendapat kursi di parlemen dan membuat fraksi. Dengan demikian, PBB menjadi pemimpin oposisi. "Kalau memang kita bisa membentuk fraksi sendiri, kalau perlu kita sendirian yang oposisi," kata Yusril.
(liputan6.com)
Dewan Kehormatan PWI Riau Minta Wartawan Tidak Terseret Kepentingan Kelompok
Pekanbaru-Ketua Dewan Kehormatan (DKP) PWI Riau, H Zufra Irwan SE, MM mewanti-wanti wartawan untuk tidak terjebak dengan kepentingan politik tertentu atau kelompok tertu menyikapi sikap tegas yang akh
AMSI Riau Soroti Penunjukan PLT Ketua DPD Golkar Riau: Intervensi DPP Dinilai Rusak Proses Konsolidasi Kader
Pekanbaru-Angkatan Muda Satkar Ulama Indonesia (AMSI) Riau menyoroti langkah Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar yang menunjuk Ahmad Doli Kurnia sebagai Pelaksana Tugas (PLT) Ketua DPD Partai Gol
H.Darnil Pimpin DPD Hanura Riau
Pekanbaru-Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) resmi menggelar Musyawarah Daerah (Musda) Provinsi Riau dan Musyawarah Cabang (Muscab) ke-IV se-Riau, di Hotel Grand Central Pekanbaru, Sabtu (25/10/2025).
Sahroni Mundur dari DPR RI? Begini Kata NasDem
Ahmad Sahroni dikabarkan mengajukan pengunduran diri sebagai anggota DPR RI. Pengunduran diri itu disebut-sebut sebagai buntut dari kekisruhan dalam beberapa hari terakhir. Sahroni sendiri sudah dinon
Uya Kuya dan Eko 'Patrio' Terima Keputusan Tak Dapat Gaji
Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPR Putri Zulkifli Hasan (Zulhas) mengungkapkan kondisi terkini Eko Hendro Purnomo alias Eko “Patrio” dan Surya Utama atau Uya Kuya setelah keduanya dinon