RIAU POS.CO
Peningkatan pelayanan publik, khususnya di bidang kesehatan, menjadi prioritas utama Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu (Pemkab Rohul) di bawah kepemimpinan Bupati Anton ST MM dan Wakil Bupati (Wabup) H Syafaruddin Poti SH MM.
Langkah ini sekaligus untuk membantu meringankan beban masyarakat Rohul yang harus menjalani pengobatan atau rujukan ke rumah sakit di Pekanbaru. Tidak sedikit warga terkendala biaya dan mereka tidak ada tempat tinggal sementara selama berada di ibu kota provinsi Riau itu.
Sebagai solusi, Bupati Anton mengambil kebijakan strategis dengan memanfaatkan aset daerah berupa ruko milik Pemkab Rohul yang berada di Jalan Sudirman Pekanbaru dijadikan rumah singgah. Ruko tersebut dinilai sangat representatif, selain lokasinya strategis serta dekat dengan sejumlah fasilitas kesehatan (faskes) seperti RS Awal Bros, RSUD Arifin Achmad dan rumah sakit lainnya.
“Pekan lalu kami melakukan sidak aset ruko milik Pemkab Rohul. Melihat banyaknya masyarakat kita yang berobat rawat jalan dan rujukan ke Pekanbaru terkendala akomodasi, maka aset ini akan kami sulap menjadi rumah singgah representatif untuk membantu warga, khususnya yang membutuhkan tempat tinggal sementara,” ujar Bupati Anton menjawab wartawan, Rabu (20/8/2025), terkait rencana pemamfaatan aset daerah untuk disulat menjadi rumah singgah di Pekanbaru.
Mantan Kadis Perkim Rohul itu menjelaskan rumah singgah tersebut, nantinya akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang yang nyaman, sehingga benar-benar dapat dimanfaatkan warga Rohul selama menjalani rawat jalan atau rujukan pengobatan di rumah sakit yang ada di Pekanbaru.
Dalam pada itu, Wabup Rohul H Syafaruddin Poti mendukung penuh kebijakan Bupati Anton tersebut. Menurutnya, memanfaatkan aset daerah yang tidak produktif menjadi rumah singgah adalah bentuk nyata kehadiran Pemkab Rohul untuk melayani masyarakat.
“Pelayanan masyarakat harus dikedepankan. Rumah singgah ini salah satu cara kita hadir membantu warga. Kami berharap dukungan masyarakat agar Pemkab Rohul bisa berbuat lebih banyak lagi untuk kesejahteraan bersama,” ujar mantan Wakil Ketua DPRD Riau itu.
Bupati Anton menegaskan, ia telah memerintahkan sejumlah organisasi perangkat daerah terkait seperti BPKAD, Dinas PUPR, Dinas Perkim dan Dinas Kesehatan untuk melakukan persiapan maksimal. Mulai dari penataan, perencanaan pendanaan hingga skema pengelolaan agar rumah singgah bisa segera diwujudkan dalam rangka peningkatan pelayanan kepada masyarakat.
“Pemkab akan segera berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait soal rencana pembangunan rumah singgah, termasuk skema pendanaannya. Target kita, tahun 2026 mendatang, rumah singgah ini sudah dapat difungsikan,” tegas mantan Kadis PUPR Rohul itu.
Sementara itu, Inspektur Inspektorat Rohul Abe Efendi Azim SSTP MPA CPPA menilai kebijakan Bupati Anton sangat tepat. Menurutnya, aset daerah memang harus dijaga, diamankan, sekaligus dimanfaatkan agar memberi nilai tambah bagi masyarakat.
Dengan adanya rumah singgah tersebut, diharapkan nantinya masyarakat Rohul yang menjalani pengobatan di Pekanbaru tidak lagi kesulitan mendapatkan akomodasi yang layak, aman, dan terjangkau.
“Kebijakan Pak Bupati Anton memanfaatkan aset daerah untuk rumah singgah ini sangat baik. Selain menjaga aset juga sekaligus membantu masyarakat Rohul yang berobat di Pekanbaru. Dengan begitu, keberadaan aset ini menjadi lebih bermanfaat,” ujar Abe yang juga mantan Sekretaris BKPP Rohul saat dikonfirmasi Riaupos.co, Rabu (20/8/2025) pagi.***(Riau pos.co)
Sumber: RIAU POS.CO
Sosial