Sabtu, 13 Jun 2026
Cerita ASN Positif Covid-19, Dukungan Berdatangan dan Keperluan Sehari-hari Keluarga Dipenuhi
Admin
Rabu, 28 Okt 2020 15:15
Riauterkini.com
Virus yang kini masih menjadi momok seantero negeri itu, memang tak memandang siapa korbannya. Termasuk juga Yuni yang merupakan seorang Aparatur Sipil Negara (ASN), yang bekerja di salah satu kedinasan di Kota Pekanbaru.
Ibu dari 4 orang anak itu, awalnya tak menyangka akan tertular virus yang pertama mewabah di kota Wuhan, China beberapa waktu lalu itu. Virus itu terus merebak hingga menyerang Ia dan suaminya yang bertempat tinggal di bilangan Rumbai kota Bertuah itu.
Getar suara Yuni begitu terasa saat menceritakan pengalamannya menjadi salah satu korban Covid-19 begitu sapaan akrab virus tersebut.
Ceritanya bermula pada tanggal 4 Oktober 2020. Kala itu, suami Yuni merasakan gejala demam, namun tidak dengan dirinya. Cuaca Oktober 2020 yang memang tak menentu, membuat keluarga Yuni tak pernah berpikir jika gejala yang mereka rasakan itu adalah Covid-19.
Paracetamol tentu menjadi andalan untuk menurunkan demam yang dialami suaminya itu. Semalaman bergelut dengan suhu badan yang tinggi, akhirnya demam itu reda keesokan harinya.
Merasa kembali fit, suami Yuni mengajak keluarga bertolak ke luar kota untuk bertemu sanak saudara mereka pagi itu juga. Namun apa boleh buat, tanggal 6 Oktober badan suaminya kembali panas, kepala terasa sakit, badan menggigil, hingga akhirnya mereka memutuskan kembali ke Pekanbaru.
Sesampainya di Kota Bertuah itu, Yuni ikut merasakan tak enak badan dengan suhu tubuh terasa panas.
Tanpa berpikir panjang, Ia dan suami memberanikan diri untuk memeriksakan kesehatannya disalah satu klinik yang tak jauh dari tempat tinggalnya. Mereka akhirnya ditangani salah seorang dokter dengan memberikan satu suntikan masing-masing dan dibekali obat untuk diminum di rumah.
Gejala itu kembali sembuh. Namun, sesuatu kembali terjadi, tiba-tiba suami Yuni merasakan hal aneh tidak biasa. Tanggal 9 Oktober pagi, indera penciuman suaminya hilang, bau badan khas anaknya yang masih bayi tidak lagi tercium.
Pikiran bahwa virus tersebut telah menginap di tubuh suaminya muncul. Hingga Ia dan suami memutuskan untuk melakukan swab test guna memastikan kondisi kesehatannya pada 13 Oktober 2020.
24 jam berlalu, hasil test milik suaminya pun keluar. Bak dihantam badai, Yuni melihat hasil tes itu menerangkan bahwa suaminya positif covid-19. Dengan cemas, Yuni masih menunggu hasil swab test miliknya. Akhirnya, ketakutan Yuni terjawab, Ia juga dinyatakan positif terkonfirmasi positif covid-19.
Ia masih menyangka ternyata gejala-gejala yang mereka alami dalam beberapa hari belakangan itu, sebagai tanda mereka positif Covid-19.
Akhirnya keduanya bersepakat memutuskan isolasi. Dimana sang suami di rumah sakit. Sementara mengingat buah hatinya masih kecil, Ia melakukan isolasi mendiri di Rumah.
"Takut pasti. Anak-anak masih kecil, kondisi kita tiba-tiba harus seperti ini. Ini mungkin cobaan dari Allah," tutur Yuni.
Meski begitu, Yuni merasa bersyukur, anak-anaknya tidak ikut tertular. Isolasi harus mereka jalankan, demi kebaikan bersama dan keluarga.
Tak mudah bagi Yuni menjalankan isolasi untuk sembuh dari Covid-19. Demi kesehatan asupan makanan bergizi harus tetap dijaga, walau tidak lagi berselera saat menyantapnya.
"Demam sih gak lagi, badan sih masih fit, yang dirasakan selama isolasi cuma selera makan hilang, rasa manis, pedas, asin tak bisa lagi dirasakan lidah. Tapi semua kami paksakan, tetap konsumsi makanan sehat agar imun tubuh tetap terjaga," jelas Yuni.
Yuni dan suami yakin akan sembuh dari Covid-19, segala obat yang diberikan medis selalu dikonsumsi rutin. Vitamin pun tidak ketinggalan, bahkan pemantauan dari tenaga kesehatan juga terus dilakukan agar isolasi berjalan baik.
Setelah 8 hari menjalani isolasi, Ia dan suami kembali melakukan swab test. Hasil pertama menyatakan bahwa mereka telah negatif covid-19. Namun sesuai prosedur, mereka harus dinyatakan negatif sebanyak dua kali baru bisa dinyatakan bebas dari virus itu.
Singkatnya, tanggal 21 Oktober 2020 kemarin, Ia dan suami kembali dilakukan swab test dengan kembali hasilnya menyatakan negatif.
"Tapi belum selesai di situ, walau hasilnya sudah negatif dan suami sudah bisa pulang dari rumah sakit, kami masih diwajibkan isolasi mandiri di rumah selama 14 hari. Sampai tanggal 5 November 2020 nanti. Setelah itu barulah bisa beraktifitas kembali," sebut Yuni.
Support Penuh dari Orang Terdekat dan Sahabat Seprofesi
Seakan dihantam badai saat Yuni dan suaminya dinyatakan positif Covid-19. Pikiran negatif pun datang, karena mereka takut dikucilkan. Namun Semua itu terbantahkan, perhatian orang-orang terdekat justru berdatangan. Semua memberi semangat untuk sembuh.
Yuni dan keluarga merasa bersyukur, merasa di balik semua cobaan, selalu ada nikmat luar biasa dari tuhan. Silih berganti orang-orang terdekat memberi semangat, bahkan juga dari yang jauh di luar kota.
"Setiap hari teman-teman di tempat dinas datang ke rumah, mereka ngantarin obat, makanan dan bahan pokok. Kebutuhan anak-anak pun mereka penuhi, popok, perlengkapan bayi makanan dan lain sebagainya," ujar Yuni.
"Rasa kasih sayang tak terhingga dari teman-teman dan keluarga tanpa terkecuali. Alhamdulillah, inilah hikmah di balik cobaan yang diberikan Allah. Cobaan tak selalu membuat kita down, dengan banyak dukungan buat kita, makin semangat lagi untuk keluar dari cobaan. Membuat kita semakin sadar, untuk terus saling membantu dengan saudara-saudara kita yang membutuhkan," imbuhnya.
Yuni berpesan, agar masyarakat tidak berpikir negatif terhadap orang-orang yang tertular Covid-19, termasuk kepada orang-orang yang sudah sembuh.
"Karena kata dokter, orang yang sudah 14 hari setelah dinyatakan negatif Covid-19, insya allah tidak akan bahaya menularkan ke orang lain," jelasnya.
Yuni juga berpesan, agar orang-orang yang saat ini terkonfirmasi positif Covid-19, tetap semangat untuk sembuh. Hindari pikiran-pikiran buruk yang membuat kondisi semakin memburuk.
Kemudian, masyarakat jangan pernah mamandang enteng Covid-19. Sebab, siapa pun tak pernah tahu ke depan akan seperti apa.
"Tetaplah kita patuh himbaun pemerintah. Jaga kesehatan kita. Banyak berolahraga, handari kerumunan, memakai masker, rajin cuci tangan. Intinya pastikan diri kita selalu dalam keadaan bersih," sebutnya.
Sumber: Riauterkini.com
komentar Pembaca