Sabtu, 13 Jun 2026
  • Home
  • Sosial
  • Warga Satu Desa di Pelalawan Kesulitan Dapatkan BBM

Warga Satu Desa di Pelalawan Kesulitan Dapatkan BBM

Laporan: Febri S
PT.SPIRIT INTI MEDIA
Rabu, 14 Sep 2022 13:59
Imustiar, S.Ip Ketua Fraksi Golkar Pelalawan
PELALAWAN - Paska kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) warga satu desa di Pelalawan sejak beberapa hari terakhir tidak lagi mendapatkan minyak. Kondisi ini memicu aktivitas masyarakat setempat jalan ditempat dan berpotensi mengancam perekonomian.

Berdasarkan laporan yang diperoleh, dilapangan Rabu (14/9/2022) desa yang tidak lagi mendapatkan bahan bakar minyak ini dialami oleh desa Teluk Binjai Kecamatan Teluk Meranti. Desa Teluk Binjai merupakan salah desa yang berada dihilir sungai Kampar, tepatnya, di Jalan Lintas Bono. Lokasi desa ini dari ibukota Kabupaten Pelalawan memakan jarak tempuh kurang lebih empat jam. 

Situasi ini, sejumlah masyarakat desa Teluk Binjai menuangkan keluh kesahnya, diberbagai platform media sosial. Keluh kesah itu, disampaikan terkait kesulitan mereka mendapatkan bahan bakar minyak paska kenaikan BBM, bahkan beberapa hari terakhir sama sekali tidak lagi mendapatkan bahan bakar minyak ini.

"Dimano, jual minyak bensin di desa Teluk Binjai, ini kawan," tulis warga disalah satu media sosial Facebook milik salah satu akun.

Tidak itu saja, bahkan salah seorang warga mengaku ketika tidak mendapatkan bahan bakar minyak didesa Teluk Binjai berimbas kepada aktivitas sehari-hari. Misalnya, untuk mengantarkan anak ke sekolah menggunakan sepeda motor terhambat. 

Ketua Fraksi Golkar DPRD Pelalawan, Imustiar, S.Ip mendapatkan keluh kesah dari masyarakat desa Teluk Binjai Kecamatan Teluk Meranti ikwal masyarakat setempat kesulitan mendapatkan bahan bakar minyak. 

"Memang banyak warga desa Teluk Binjai, menelepon menyampaikan mereka saat ini, kesulitan mendapatkan bahan bakar, tidak itu saja bahkan beberapa hari ini mereka sama sekali tidak menjumpai lagi orang menjual bahan bakar disana," terang Imustiar, Rabu (14/9/2022).

Kondisi ini, disebabkan cakap Imustiar lantaran masyarakat tidak bisa lagi membeli bahan bakar di SPBU menggunakan jerigen. "Biasanya, pedagang bisa membeli minyak di SPBU pakai jerigen, lalu diangkut ke desa Teluk Binjai untuk diecerkan ke masyarakat. Kini tidak bisa lagi, hingga menyebabkan bahan bakar tidak ditemukan di desa Teluk Binjai," ungkap Imustiar.

Ia berharap dengan kondisi ini pemerintah daerah untuk mencari solusi agar masalah kelangkaan BBM di desa Teluk Binjai bisa teratasi secepatnya. "Jika tidak secepatnya, diatasi  akan menimbulkan dampak sosial bagi masyarakat. Apalagi hari ini, masyarakat tidak bisa lagi mengantarkan anak ke sekolah gunakan sepeda motor. Selain itu pula, mayoritas masyarakat disini nelayan tergganggu lantaran tidak dapatkan bahan bakar perahu," pungkasnya.***

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.