Senin, 15 Jun 2026
  • Home
  • Teknologi
  • DNA Tegaskan Peradaban Tertua di Dunia Ditemukan Pada Suku Aborigin

Teknologi

DNA Tegaskan Peradaban Tertua di Dunia Ditemukan Pada Suku Aborigin

Senin, 03 Okt 2016 11:54
Sciencenordic

SYDNEY - Para ilmuwan telah memetakan studi genom komprehensif dengan melakukan penelitian DNA terhadap populasi pertama. Hasilnya, suku Aborigin Australia dianggap sebagai peradaban tertua di dunia.

Dalam penelitian, para ilmuwan internasional tersebut telah menghasilkan dan mengumpulkan data genom penuh pada 83 warga Aborigin Australia dan 25 orang dari Papua Nugini, sekaligus mengungkap beberapa temuan utama lainnya pada populasi manusia awal.

tralia turun dari populasi yang menjadi terpisah dari populasi manusia lainnya sekira 51.000 ke 72.000 tahun yang lalu," ujar Rasmus Nielsen, Profesor dari University of California, Berkeley, USA and University of Copenhagen, Denmark.

Para ilmuwan pertama memetakan genom individu suku Aborigin tunggal dengan menggunakan sampel rambut berusia 100 tahun dan diarsipkan di Leverhulme Centre for Human Evolutionary Studies di Cambridge, UK.

Analisis mereka menunjukkan bahwa suku Aborigin adalah salah satu populasi hidup tertua di luar Afrika. Hal ini menjadi landasan membuat para ilmuwan ingin menganalisis sampel lebih dari satu orang yang tinggal untuk memetakan sejarah genetik suku Aborigin.

Cara ini untuk merekonstruksi perjalanan nenek moyang mereka dari Afrika puluhan ribu tahun lalu, dan mereka menyimpulkan peradaban manusia tertua di dunia ditemukan pada suku Aborigin di Australia, ini berdasarkan tes DNA.

Dua Kelompok yang Berbeda

Bukti genetik menunjukkan bahwa kedua suku Aborigin Australia dan Papua Nugini keluar dari Afrika dalam satu kelompok. Tetapi mereka memisahkan diri dari kelompok Afrika, sekira 70 ribu tahun yang lalu dan diikuti pantai timur melewati perbatasan India dan menuju ke Indonesia.

Penelitian mengungkapkan bahwa nenek moyang orang modern Aborigin Australia berangkat dari benua Afrika sekira 75 ribu tahun yang lalu, ketika saat itu kondisi iklim dan cuaca di Afrika berubah. Mereka terpisah dari kelompok yang disebut Eurasian dan 31 ribu tahun Sebelum Masehi (SM), dan tiba di Australia yang kala itu bernama Sahul.

"Mereka mencapai Australia sekira 50.000 tahun yang lalu, yang pada saat itu sedang terhubung ke Papua Nugini, sebagai bagian dari benua yang lebih besar yang disebut Shaul (Sahul)," ungkap Profesor Eske Willerslev dari Pusat Geogenetics di University of Copenhagen di Denmark.

Sahul adalah super benua yang dulu mencakup Papua Nugini, Australia, dan Tasmania sebelum mereka dipisahkan oleh naiknya permukaan air laut. Menurutnya, Aborigin dan Papua dipisahkan sekira 25.000 sampai 45.000 tahun yang lalu, pada saat yang sama bahwa Eropa dan Asia dibagi menjadi dua kelompok mungkin sekitar Timur Tengah.

"Meskipun Aborigin dan Papua adalah kerabat dekat, mereka hanya berbeda seperti China Han yang ke Denmark," ungkap Willerslev seperti dikutip dari Sciencenordic, Senin (3/10/2016).

Lebih lanjut dikatakan Neilsen, menurutnya daratan antara Papua Nugini dan Australia tenggelam sekira 10.000 tahun yang lalu, setelah zaman es terakhir. "Ini mungkin sedikit mengejutkan bahwa suku Aborigin dan Papua dimulai menyimpang dari satu sama lain. Meski begitu, para ilmuwan tidak tahu persis mengapa mereka menyimpang dari satu sama lain, tapi salah satu faktor bisa menjadi hambatan budaya," kilahnya. (Okezone.com)

Teknologi
Berita Terkait
  • Jumat, 06 Mar 2026 13:26

    TPA Muara Fajar Segera Miliki Pembangkit Listrik Biogas Berkapasitas 3 Megawatt

    PEKANBARU - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru melakukan terobosan besar dalam menangani krisis sampah dengan menggandeng Kepolisian Daerah (Polda) Riau untuk menghadirkan teknologi Waste to Energy (WT

  • Senin, 02 Mar 2026 16:41

    Vivo V70 Series Segera Meluncur di Indonesia dalam Dua Model

    JAKARTA â€" vivo Indonesia mengonfirmasi kehadiran vivo V70 Series di Indonesia dalam dua model, yaitu vivo V70 dan vivo V70 FE. Seperti seri V pendahulunya, vivo V70 Series juga akan berfokus pada pe

  • Selasa, 24 Feb 2026 14:41

    Mahasiswa Ciptakan Alat Pembakaran Sampah Minim Asap, Lebih Ramah Lingkungan

    JAKARTA â€" Mahasiswa Universitas Budi Luhur menciptakan alat pembakaran sampah dengan emisi asap yang lebih rendah, di Desa Sanghiang, Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak. Inovasi dari Kelompok KKN Maja

  • Selasa, 18 Nov 2025 17:14

    Dukung Operasi yang Andal, PHR Luncurkan 'Power Bank' Raksasa MSU-003 Amankan Listrik Zona Rokan

    ROKAN HILIR-PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona Rokan terus mencatatkan capaian strategis yang akan memperkuat fondasi operasional kelistrikan di Wilayah Kerja Rokan. Proyek prioritas dari Subholding U

  • Selasa, 14 Okt 2025 17:55

    Pemanggilan 13 Distributor BBM di Riau Belum Dijadwalkan

    PEKANBARU-Dari 19 distributor BBM yang mengantongi Ijin Niaga Umum (INU), 6 di antaranya sudah dipanggil dan dievaluasi oleh DPRD Riau pada 02 Oktober lalu. Sementara 13 distributor lainnya hingga kin

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.