Travel
Seniman Gusmen Heriadi Unjuk Karya Kondisi Manusia di Ciptadana Art 2018
Jumat, 23 Nov 2018 15:49
PELUKIS asal Sumatera Barat, Gusmen Heriadi akan menampilkan karyanya pada ajang pameran lukisan Ciptadana Art Program. Sebagian besar objek yang diangkat oleh Gusmen di dalam karya-karyanya merupakan wujud metafora dari perasaan dan perdebatan mengenai isu budaya dan tradisi dalam kehidupan modern bermasyarakat. Sebagian besar karya yang diciptakan adalah bukti nyata dari beragam impian, tanggapan perihal kehidupan dan pandangan filosofis sang seniman.
Kurator seni pameran Ciptadana Art Program Emmo Italiander menjelaskan, Gusmen kerap menampilkan karyanya dalam dua dekade terakhir. Untuk itu pihaknya sangat antusias untuk dapat menampilkan karya-karya seniman yang kini menetap dan berkarya di Yogyakarta itu.
"Dalam karyanya saat ini, Gusmen Heriadi mengeksplorasi kebanggaan akan identitas manusia dan bagaimana kebanggaan tersebut berdampak pada lingkungan dan kehidupan makhluk lainnya," ujarnya melalui siaran pers, Jumat (23/11/2018).
"Bagi sebagian besar manusia, status menggambarkan posisi mereka di dalam komunitas dan kehidupan bermasyarakat, baik berupa keberhasilan, pencapaian, ataupun kepemilikan. Bagi hewan, status sifatnya lebih kritis karena menentukan posisi mereka pada rantai evolusi dan kesintasan, terancam, dihargai atau bahkan rentan," imbuhnya.
Gusmen, melalui berbagai eksplorasi, mencoba menerjemahkan kondisi manusia saat ini.
"Saya tuangkan ini ke berbagai lukisan dan karya seni yang akan dipamerkan di Ciptadana Art Program tahun 2018," ujar Gusmen.
Pameran lukisan kali ini menghadirkan dua kurator, Emmo Italiaander dan Sudjud Dartanto. "DeepSkin SkinDeep" yang ditampilkan oleh Ciptadana Art Program tahun ini memberi kesempatan bagi para pecinta seni di Indonesia untuk berbagi pikiran, ide, dan impian dengan seniman Gusmen Heriadi.
Gusmen Heriadi lahir pada tahun 1974 di Pariaman, Sumatera Barat, dan lulus dari Institut Seni Indonesia (ISI) pada tahun 2005.
Pameran dibuka untuk umum mulai Kamis 22 November 2018 hingga
Jumat 14 Desember 2018 setiap hari dari jam 9 pagi sampai jam 5 sore
bertempat di Ciptadana Art Space lantai 5 Gedung Ciptadana Center.
(okezone.com)
Traveler
Polda Jabar Bentuk Tim Khusus Buru Terduga Pelaku Penyekapan dan Penganiayaan Kekasih Selama 3 Tahun
Polda Jawa Barat membentuk tim gabungan untuk melakukan pengejaran terhadap pria berinisial TH (30) yang diduga terlibat dalam kasus penyekapan dan penganiayaan terhadap kekasihnya, YTR (29).Langkah t
Bawa Alat Masak, Kaum Ibu di Lampung Demo Minta Program MBG Tak Dihentikan
Jakarta - Massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Lampung Mendukung Makan Bergizi Gratis (AMAL MBG) menggelar aksi demo di Kota Bandar Lampung, Senin (22/6/2026). Mereka turun ke jalan untuk men
Kepingan Fakta Gadis Bandung Disekap 3 Tahun
Bandung - Seorang wanita berinisial YTR (29) di Kabupaten Bandung, Jabar, menjadi korban penyekapan dan penganiayaan, hingga mengalami luka berat. Kasus ini terungkap setelah keluarga menerima informa
Polisi Bongkar Bisnis Ganda Penambang Emas Ilegal di Kuansing, Jual Sabu untuk Tambah Penghasilan
PEKANBARU - Seorang pria yang sehari-hari bekerja sebagai penambang emas ilegal di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, diamankan diduga terlibat dalam peredaran narkotika jenis sabu.Pria beri
Ditinggal ke Bengkalis, Rumah Bantuan Milik Anak Yatim Piatu di Bungaraya Siak Rata dengan Tanah
SIAK - Sebuah rumah kayu milik seorang anak yatim piatu yang tinggal sebatang kara di RT 02 RW 07, Dusun Mukti Jaya, Kampung Langsat Permai, Kecamatan Bungaraya, Kabupaten Siak, ludes terbakar, Senin