Kamis, 25 Jun 2026
  • Home
  • Traveler
  • Alasan Terkuat Mengapa Berwisata ke Raja Ampat Mahal!

Traveler

Alasan Terkuat Mengapa Berwisata ke Raja Ampat Mahal!

Jumat, 30 Sep 2016 09:22
Okezone
Raja Ampat

RAJA AMPAT memiliki destinasi wisata yang eksotis. Tahukah Anda berwisata kesana sangat mahal. Inilah alasannya!

Siapa yang tidak tahu Raja Ampat? Primadona baru dari timur Indonesia ini sudah mulai dikenal banyak wisatawan dalam negeri maupun mancanegara. Namun sayangnya, biaya untuk mengunjungi tempat itu masih terbilang mahal.

Bayangkan saja, untuk menikmati keindahan yang ada di tempat ini, setidaknya wisatawan harus merogoh kocek sekitar Rp5 juta untuk estimasi 5-6 hari (diluar tiket pesawat pulang-pergi).

Pembangunan infrastrukur yang belum merata memang menjadi salah satu alasan utama, tingginya biaya hidup di kawasan tersebut.

Tetapi, ada fakta menarik lain yang disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Papua Barat, Edi Sumarwoto.

"Infrastruktur di Raja Ampat itu masih sangat minim. Untuk pindah dari satu spot ke spot lain harus menggunakan speed boat atau long boat dengan estimasi 3 jam. Bagaimana tidak mahal biayanya," tuturnya kepada Okezone, Jumat (30/9/2016).

Infrastruktur ini juga berdampak pada pelayanan bahan bakar minyak yang ada di sekitar kawasan. Edi mengakui, hingga detik ini belum tersedia pelayanan bbm dengan harga normal.

Selain itu, kelangkaan tenaga kerja di Raja Ampat membuat biaya operasional semakin mahal. Satu-satunya cara adalah dengan melakukan percepatan infrastruktur seperti, pembangunan bandara, pelabuhan, serta alat-alat angkut yang memadai.

"Tidak usah jauh-jauh ngomongin bbm. Pasokan air bersih yang ada disini itu semua murni dari air galon. Dipasok dari Sorong dengan harga Rp50 ribu, setelah masuk Raja Ampat harganya melambung 2 kali lipat," jelasnya.

Melihat hal tersebut, Edi menghimbau pihak Kementerian Pariwisata untuk serius mendukung pembangunan yang berorientasikan nasional.

Menurutnya, peningkatan infrastruktur di Raja Ampat sudah mulai terasa, tetapi pergerakannya sangat pelan karena belum serius.

"Mungkin "mereka" masih mementingkan daerah masing-masing. Kami merasa jadi terkotak-kotakkan dan implementasinya masih cenderung kedaerahan," tutupnya. (Okezone.com)

Traveler
Berita Terkait
  • Senin, 16 Mar 2026 15:23

    5 Tips Packing Mudik Lebaran agar Praktis dan Tidak Ribet

    JAKARTA - Mudik saat Lebaran menjadi tradisi yang sangat dinantikan banyak orang di Indonesia. Perjalanan pulang kampung sering kali memakan waktu cukup lama, baik menggunakan kendaraan pribadi maupun

  • Sabtu, 06 Sep 2025 15:43

    Wisatawan Padati Malioboro, Pergerakan Capai Ratusan Ribu Orang

    Kawasan Malioboro kembali dipadati wisatawan setelah sempat sepi akibat gelombang aksi demonstrasi pekan lalu. Data terbaru menunjukkan pergerakan manusia di kawasan wisata ikonik Yogyakarta ini kemba

  • Sabtu, 06 Sep 2025 11:47

    Long Weekend! Taman Margasatwa Ragunan Targetkan 70 Ribu Pengunjung

    Sebanyak 19.381 wisatawan mengunjungi Taman Margasatwa Ragunan (TMR), Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pada libur nasional Maulid Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam. Jumlah ini meningkat dibandin

  • Sabtu, 06 Sep 2025 11:00

    Kunjungan Fans Harry Potter Membludak, Bikin Warlok Geram

    Meningkatnya jumlah wisatawan penggemar Harry Potter yang berbondong-bondong datang ke Glenfinnan Viaduct, Skotlandia, membuat warga lokal semakin geram.Jembatan ikonik yang terkenal sebagai lokasi sy

  • Sabtu, 06 Sep 2025 10:10

    Menikmati Wisata Seru Interaksi dengan Hiu di Karimunjawa

    Destinasi wisata penangkaran hiu sirip hitam (Selachimorpha) di Pulau Menjangan Kecil, Kecamatan Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah menjadi daya tarik sendiri bagi wisatawan yang suka menguji

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.