Arief Yahya sendiri menargetkan penerbangan rute Banyuwangi-Bali akan terealisasi pada Juli 2018, sehingga sudah berjalan efektif pada saat pelaksanaan pertemuan IMF-World Bank.
Rencana penerbangan NAM Air rute Banyuwangi-Bali ini masih terkendala slot time yang ada di Bali. Pihak NAM Air akan mengambil jadwal penerbangan Bali ke Banyuwangi pukul 18.00 WIB dan kembali ke Bali di keesokan paginya agar peserta pertemuan IMD-World Bank dapat mengambil paket wisata one day tour ke Puncak Ijen sebagai destinasi utama Banyuwangi.
"Memang saat ini kita terkendala slot time yang ada di Bali. Untuk planning jamnya itu dari Denpasar sore hari atau malam hari", kata Manajer NAM Air Banyuwangi, I Gde Chrisna yang optimis okupansi penumpang akan sampai di angka 90 persen.
Banyuwangi yang berjuluk The Sunrise of Java telah memiliki tiga kriteria sebagai prasyarat menjadi destinasi wisata utama, yaitu atraksi wisata mendunia, amenitas pendukung yang lengkap, dan aksebilitas yang semakin mudah.
Pada 2016 wisatawan domestik ke Banyuwangi sebanyak 497.000 wisatawan pada 2010 melonjak menjadi 4,01 juta orang. Adapun wisatawan mancanegara (wisman) naik dari 5.205 (2010) menjadi 91.000 wisman (2017) dengan pendapatan devisa Rp 546 miliar.