Travel
Batu Gilang, Penanda Arah Kiblat Zaman Sunan Gunungjati
Kamis, 24 Mei 2018 09:11
Sejarah keraton di Cirebon berkaitan dengan proses syiar Islam di tanah Jawa. Sekitar abad ke-15, Sunan Gunungjati menggunakan batu untuk menandai arah kiblat.
Adanya penanda kiblat itu bertujuan untuk memudahkan masyarakat yang ingin salat, tanpa harus kebingungan mencari arah kiblat. Salah satu peninggalannya adalah Batu Gilang.
Batu Gilang ini berada di Museum Keraton Kasepuhan, Kota Cirebon, Jawa Barat. Lokasinya berada di sudut ruangan, berdekatan dengan peralatan gamelan. Cukup mudah menemukannya.
Batu ini berbentuk balok persegi panjang dengan panjang sekitar dua meter dan lebar 80 sentimeter itu menghadap ke arah Barat-Timur. Namun, bagian ujung batu yang mengarah ke Barat lebih runcing dibandingkan arah Timur.
Wakil Kepala Bagian Benda dan Bangunan Cagar Budaya Keraton Kasepuhan, Raden Muhammad Hafidz Permadi, mengatakan bagian yang runcing itu merupakan penanda arah kiblat.
Batu gilang, lanjut Hafidz, menjadi patokan arah kiblat di keluarga Keraton Pakungwati dan masyarakat sekitar.
"Ini sudah ada sejak zaman Keraton Pakungwati. Sebagai patokan arah kiblat, dulu kan tidak ada kompas dan sebagainya," kata Hafidz saat ditemui detikTravel di Museum Keraton Kasepuhan, Rabu (23/5/2018).
Hafidz mengatakan, posisi batu tak pernah diubah sejak zaman dulu. Pihak keraton, lanjut dia, sengaja membangun museum baru dengan mamasukan batu gilang ke dalam museum tersebut tanpa menggeser posisi batu.
"Dulu posisinya di luar, ya tetap dirawat dibersihkan. Terus pas bangun museum baru ini diusulkan untuk masuk ke dalam ruangan," katanya.
Ia mengatakan, sebelumnya batu gilang sempat menjadi benda yang digandrungi para pengunjung atau peziarah yang datang ke Keraton Kasepuhan. Menurut Hafidz, sebagian masyarakat ada yang menyakini bahwa yang bisa memberi hidayah.
Menjaga Warisan Leluhur, Dirjend Perhutanan Sosial Kunjungi Hutan Adat Imbo Putui Kenegerian Petapahan
PETAPAHAN-Pada Minggu, 21 Juni 2026, Hutan Adat Imbo Putui Kenegerian Petapahan menerima kunjungan Direktur Jenderal Perhutanan Sosial Kementerian Kehutanan, Ibu Catur Endah Prasetiani, S.Si., M.T., b
Kapolres Rohil Pimpin Apel Siaga, Perkuat Sinergi Cegah Karhutla
BALAIJAYA-Kapolres Rokan Hilir AKBP Isa Imam Syahroni, S.I.K., M.H., memimpin Apel Siaga Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) bersama PT Salim Ivomas Pratama Tbk dan Pemerintah Kabupaten
PWP Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Tebar Kepedulian bagi Anak-anak Kurang Mampu dan Lansia Dhuafa
PEKANBARU - Persatuan Wanita Patra (PWP) Tingkat Wilayah PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai (Kilang Pertamina Dumai) memaknai Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 dengan menghadirkan inisiatif dan k
Petani Rambahan Logas Tanah Darat Kuansing Sukses Sulap Hutan Kemasyarakatan Jadi Sumber ‘Cuan’ Lewat Agroforestri
PEKANBARU - Kelompok Usaha Perhutanan Sosial di Desa Rambahan, Logas Tanah Darat, Kuantan Singingi, Riau terbukti sukses memaksimalkan program Hutan Kemasyarakatan untuk mendongkrak ekonomi warga sete
Pelarian Panjang DPO Sabu 15 Kg Bengkalis Berakhir di Tangan Polisi
BENGKALIS - Pelarian panjang seorang buronan kasus narkotika kelas kakap di Provinsi Riau akhirnya terhenti. Pria berinisial A (48) yang telah menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO) selama hampir tiga t