Travel
Bukan Pulau Padar, Ini Bukit Teletubbies di Maluku
Rabu, 23 Mei 2018 14:27
Pulau Padar jadi salah satu tujuan wisata yang harus saya kunjungi. Hanya saja, niat saya untuk ke sana belum bisa direalisasikan dalam waktu dekat.
Untunglah penantian saya untuk foto ala-ala traveler kekinian dengan gunung tinggi dan latar laut biru bisa segera terealisasi.
Dalam rangka kegiatan launching budaya kerja kantor, saya dan teman-teman sekantor bisa berlibur sehari di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB).
Perjalanan kami dimulai pukul 03.30 WIT. Kami lalu berkendara ke Pelabuhan Ferry Liang dan tiba jam 5 subuh. Kami memang mengejar ferry pertama hari itu.
Fyi, ferry ke Pulau Seram adanya hampir tiap jam. Jadi jangan khawatir bakal menunggu lama di pelabuhan. Lagipula kalau harus menunggu, alam sudah menyiapkan pemandangan laut yang sangat indah untuk dinikmati. Oh iya, ongkos ferry-nya tergolong murah loh. Untuk mobil Rp 185.000, motor Rp 38.000 dan orang Rp 16.500.
Pukul 05.45 WIT ferry kami akhirnya bertolak ke Pelabuhan Waipirit di Pulau Seram. Kami memilih untuk bergabung dengan penumpang lain di dek penumpang.
Laut pagi itu tenang dan memungkinkan kami untuk menikmati sunrise di tengah perjalanan. Kami juga sempat naik ke dek paling atas untuk pengambilan gambar.
Setelah sejam lebih perjalanan laut, kami akhirnya tiba. Hal pertama yang kami lakukan adalah mencari tempat makan. Untunglah salah seorang teman kami sudah lebih dulu ke Piru, Ibukota SBB, jadilah dia yang rempong nyari-nyari rumah makan yang sudah buka sepagi itu.
Untungnya dapat dan syukurnya enak! Pukul 08.30 pagi kami akhirnya bertolak dari Rumah Makan Berkat untuk melanjutkan perjalanan ke Gunung Tinggi, tempat syuting adegan pertama.
Sempat tersasar agak jauh dari lokasi seharusnya, kami akhirnya tiba di jalanan menurun yang mengarah ke Desa Loki. Tepat di depan kami terpampang pemandangan paling indah, Instagramable dan membuat perjalanan ini terasa worth it.
Yang namanya Gunung Tinggi itu sesuai namanya, adalah gunung tinggi yang ditumbuhi ilalang, hijau, kontras dengan laut di belakangnya yang biru terang.
Jalanan berkelok tampak di lembah itu. Kami segera turun dari mobil dan mengambil foto sebanyak yang kami bisa. Yah, meskipun pakaiannya seragaman begitu tapi gak apa apa lah ya. Yang penting ada foto di situ.
Sekitar dua jam berada di sana, kami sibuk melakukan syuting untuk video Budaya Kerja. Bagian yang paling epik adalah setelah syuting. Saya akhirnya main layangan untuk pertama kalinya.
Keindahan
Gunung Tinggi layak untuk diperhitungkan sebagai destinasi travel
kalian. Percayalah, ketika tiba di sana semua kelelahan akan terbayar
dengan karya Tuhan yang begitu luar biasa.
(detik.com)
Traveler
Menjaga Warisan Leluhur, Dirjend Perhutanan Sosial Kunjungi Hutan Adat Imbo Putui Kenegerian Petapahan
PETAPAHAN-Pada Minggu, 21 Juni 2026, Hutan Adat Imbo Putui Kenegerian Petapahan menerima kunjungan Direktur Jenderal Perhutanan Sosial Kementerian Kehutanan, Ibu Catur Endah Prasetiani, S.Si., M.T., b
Kapolres Rohil Pimpin Apel Siaga, Perkuat Sinergi Cegah Karhutla
BALAIJAYA-Kapolres Rokan Hilir AKBP Isa Imam Syahroni, S.I.K., M.H., memimpin Apel Siaga Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) bersama PT Salim Ivomas Pratama Tbk dan Pemerintah Kabupaten
PWP Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Tebar Kepedulian bagi Anak-anak Kurang Mampu dan Lansia Dhuafa
PEKANBARU - Persatuan Wanita Patra (PWP) Tingkat Wilayah PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai (Kilang Pertamina Dumai) memaknai Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 dengan menghadirkan inisiatif dan k
Petani Rambahan Logas Tanah Darat Kuansing Sukses Sulap Hutan Kemasyarakatan Jadi Sumber ‘Cuan’ Lewat Agroforestri
PEKANBARU - Kelompok Usaha Perhutanan Sosial di Desa Rambahan, Logas Tanah Darat, Kuantan Singingi, Riau terbukti sukses memaksimalkan program Hutan Kemasyarakatan untuk mendongkrak ekonomi warga sete
Pelarian Panjang DPO Sabu 15 Kg Bengkalis Berakhir di Tangan Polisi
BENGKALIS - Pelarian panjang seorang buronan kasus narkotika kelas kakap di Provinsi Riau akhirnya terhenti. Pria berinisial A (48) yang telah menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO) selama hampir tiga t