Travel
Indahnya Taman Bunga Lembupurwo, Destinasi Wisata Baru di Kebumen untuk Traveler Milenial
Kamis, 01 Agu 2019 09:02
Pergi ke tempat baru yang belum pernah dikunjungi hingga menyiapkan anggaran sehemat mungkin adalah dua dari beberapa ciri khas traveler milenial. Namun yang tak kalah pentingnya bagi para milenial adalah bagaimana mereka bisa memamerkan liburannya ke media sosial.
Meski dengan biaya yang hemat dan mengandalkan informasi yang dihimpun secara digital, liburan milenial tidak bisa dipandang sebelah mata. Melalui media sosial, mereka bisa menjadi inspirasi bagi orang lain untuk mengunjungi suatu destinasi wisata, layaknya influencer.
Destinasi wisata yang indah dan instagramable tentu saja menjadi poin utama bagi milenial menentukan tujuan liburannya. Yogyakarta dan Bandung adalah dua kota yang dapat dibilang sukses memanjakan traveler milenial untuk eksis di media sosial dengan beberapa destinasi wisatanya.
Tak mau kalah dengan dua kota tersebut, sebuah desa di Kebumen, Jawa Tengah menghadirkan spot wisata yang dijamin instagramable. Adalah Taman Bunga Lembupurwo di Desa Lembupurwo, Kecamatan Mirit, Kabupaten Kebumen yang menjadi daya tarik tersendiri untuk wisatawan.
Berada di atas lahan perkebunan yang dikelilingi pohon kelapa, taman bunga ini didominasi oleh bunga matahari dan bunga celosia atau jengger ayam berwarna merah dan kuning. Di beberapa titik, disiapkan spot berfoto khusus agar foto yang diunggah ke media sosial semakin bervariasi. Contohnya spot dengan tulisan "LOVE" berwarna merah yang besar, bangku kayu di tengah-tengah rimbunan bunga, hingga jembatan lebar yang terbuat dari bambu.
Taman Bunga Lembupurwo dimiliki oleh dua warga setempat bernama Hariyadi dan Supardi. Ide membuka kebun bunga ini berawal dari banyaknya wisatawan muda atau traveler milenial yang berkunjung ke taman bunga di Pantai Glagah, Yogyakarta dan taman bunga di Ambal, Kebumen.
"Dari melihat-lihat kebun bunga di Glagah dan Ambal, akhirnya mencoba menanam bunga. Dengan modal Rp20 jutaan dan sewa kebun, ditanamlah bunga yang menghabiskan uang Rp16 juta," ujar Eti, istri sang pemilik Taman Bunga Lembupurwo saat ditemui beberapa waktu lalu.
Dalam waktu lebih dari dua bulan, bunga yang ditanam pun mulai tumbuh. Hingga akhirnya taman bunga tersebut dibuka untuk umum menjelang libur Lebaran 2019.
Saat lima hari pertama buka, pengunjung yang datang mencapai 300 orang setiap harinya. Setiap pengunjung yang ingin masuk dan berfoto harus membayar Rp10 ribu. Dengan adanya spot wisata baru ini, membantu pemasukan ekonomi keluarga.
"Saat bulan puasa kami buka gratis. Tapi di libur Lebaran, bayar Rp10 ribu. Sehari bisa dapat Rp3 jutaan," ujar Eti.
Untuk sampai ke Taman Bunga Lembupurwo, Anda harus menempuh perjalanan sekira 30 kilometer dari pusat kota Kebumen. Karena letaknya berada di garis pantai Selatan, Anda bisa memanfaatkan jalur lintas Selatan dari arah Cilacap.
Taman Bunga Lembupurwo juga mudah dijangkau dari Purworejo karena
letaknya berada di dekat perbatasan antara Kabupaten Kebumen dan
Purworejo. Jika berkendara dari Yogyakarta, Anda hanya butuh waktu 1 jam
30 menit untuk tiba di taman bunga instagramable ini.
Berada di kawasan Pantai Laguna Lembupurwo
Taman Bunga Lembupurwo dan Pantai Laguna bagaikan satu paket lengkap untuk traveler milenial. Sebab, letaknya berada di satu kawasan pantai berpasir hitam itu.
Setelah puas berfoto-foto dan mengabadikan momen di media sosial, Anda bisa memanjakan diri mendengarkan deburan ombak tinggi khas pantai Selatan di Pantai Laguna. Dari taman bunga, Anda hanya perlu berjalan kaki menyusuri jalanan dan gumuk pasir sekira 5 menit.
Dalam perjalanan menuju pantai, Anda juga bisa berfoto-foto di gumuk pasir yang hanya bisa ditemukan di beberapa pantai di Indonesia. Desa Lembupurwo adalah tujuan ideal bagi traveler milenial yang ingin mendapatkan pengalaman baru di garis pantai Selatan Pulau Jawa.
Menurut data yang dihimpun Okezone, sebanyak 34,45 persen atau 90 juta penduduk Indonesia adalah generasi milenial. Dengan kesadaran para pelaku di industri pariwisata untuk menggaet pasar milenial, potensi wisata di Kebumen pada umumnya bisa terangkat.
Dalam satu kesempatan, Menteri Pariwisata Arief Yahya menyebut bahwa cara paling dasar untuk menggaet milenial adalah dengan menyediakan wisata digital.
"Karena milenial itu digital. Kalau tidak digital tidak milenial," tandasnya.
(okezone.com)
Pengedar “Pil Setan” di Dua Desa Lirik Dibekuk, Puluhan Butir Disita Dari Dua Tersangka
INHU - Di balik geliat aktivitas masyarakat yang tampak biasa di Kecamatan Lirik, terselip pergerakan gelap peredaran narkotika yang akhirnya berhasil diendus aparat kepolisian. Melalui serangkaian pe
PBB dan UE Perkirakan Rekonstruksi Gaza Butuh Biaya Rp1,2 Kuadriliun
JAKARTA â€" Uni Eropa (UE) dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Senin (20/4/2026) memperkirakan bahwa lebih dari USD71 miliar (sekitar Rp1,218 kuadriliun) akan dibutuhkan selama satu dekade
Trump Tak Akan Buka Blokade Selat Hormuz Sampai Kesepakatan dengan Iran Tercapai
JAKARTA - Presiden Donald Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat (AS) tidak akan mencabut blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran sampai kesepakatan dengan Teheran tercapai. Pernyataan tersebut
Kemlu Sebut 13 WNI Terdampak Kebakaran di Sabah Malaysia
JAKARTA - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mencatat sebanyak 13 warga negara Indonesia (WNI) terdampak kebakaran di wilayah pemukiman di Sandakan, Sabah, Malaysia, yang terjadi pada Minggu
Wacana Pesawat Militer AS Bebas Terbang di Indonesia, Penasihat Khusus Presiden: Tidak Boleh!
JAKARTA - Penasihat Khusus Presiden bidang Pertahanan Nasional, Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman, memberikan pernyataan tegas terkait kedaulatan wilayah udara Indonesia. Ia menekankan,