Sabtu, 13 Jun 2026
  • Home
  • Traveler
  • Ini Alasan Penumpang Tidak Boleh Mengaktifkan Ponsel Selama di Pesawat

Travel

Ini Alasan Penumpang Tidak Boleh Mengaktifkan Ponsel Selama di Pesawat

Selasa, 18 Jun 2019 09:20
Ilustrasi (Foto: Traveller)

Bagi Anda yang sering melakukan perjalanan menggunakan pesawat pasti sudah paham betul dengan berbagai peraturan yang diterapkan oleh pihak maskapai penerbangan. Salah satunya adalah meminta penumpang mematikan perangkat elektronik atau menyalakan mode airplane pada ponsel mereka. Mengapa?

Saat Anda melakukan atau menerima panggilan telepon, ponsel secara otomatis akan mencari menara telekomunikasi terdekat agar bisa terhubung. Itu berarti, panggilan Anda dapat mengganggu sistem komunikasi pesawat.

Dilansir Okezone dari TheTravelMagazine, Selasa (18/6/2019), polusi udara semacam ini bisa menimbulkan masalah bila banyak penumpang yang mengaktifkan ponsel mereka. Katakanlah 100 ponsel penumpang sibuk mencari koneksi secara bersamaan.

Lantas, apa yang terjadi bila Anda nekat mengaktifkan telepon di atas ketinggian 30.000 kaki? Sampai saat ini diketahui belum Anda insiden atau kecelakaan pesawat yang berkaitan dengan sinyal telepon. Namun, sejumlah pilot mengklaim bahwa sinyal telepon bisa mengganggu jarak pandang mereka.

Oleh karena itu, Federal Aviation Administration (FAA) memutuskan untuk mengambil langkah paling aman dengan mengeluarkan peraturan tersebut. Peraturan ini diberlakukan untuk menghindari risiko sekecil apapun yang dapat berakibat fatal.

Itulah sebabnya para pramugari meminta para penumpang untuk mengaktifkan mode airplane, meski pada kenyataannya para penumpang tidak berniat menggunakan ponsel mereka selama penerbangan berlangsung.

Mengaktifkan mode pesawat diklaim dapat memutus atau menonaktifkan sinyal telepon pada ponsel pintar dan tablet yang mendukung data seluler. Namun, fitur lain seperti aplikasi musik, buku, dan games masih bisa digunakan.Sebagai gantinya, bila pihak maskapai menyediakan fasilitas Wi-fi, Anda bisa memanfaatkan fasilitas tersebut.

Traveler
Berita Terkait
  • Jumat, 12 Jun 2026 19:53

    Petinggi Vendor Motor Listrik BGN jadi Tersangka Baru Kasus Korupsi MBG

    Jakarta - Kejaksaan Agung menetapkan tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Yakni Komisaris PT Yasa Artha Trimanunggal (YAT), Andri Mulyono (AM).Pene

  • Jumat, 12 Jun 2026 19:46

    PPDB Meresahkan Orang Tua, Sumardany: Banyak Anak Gagal Masuk Sekolah Bukan karena Nilai, Tapi Salah Jalur

    PEKANBARU â€" Setiap tahun ajaran baru tiba, satu persoalan yang hampir selalu muncul adalah kepanikan orang tua saat mendaftarkan anaknya ke sekolah negeri. Tahun ini pun tak berbeda. Bahkan, sebelum

  • Jumat, 12 Jun 2026 19:30

    Residivis Narkoba Kembali Diciduk, 21 Paket Sabu Disita

    BENGKALIS â€" Baru beberapa waktu menghirup udara bebas, seorang residivis kasus narkotika kembali ditangkap Tim Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Bengkalis. Pelaku berinisial MR (22) diam

  • Jumat, 12 Jun 2026 17:09

    Pemkab Bengkalis Siap Luncurkan Aplikasi SKM Online

    Bengkalis-pemerintah Kabupaten Bengkalis siap mengimplementasikan aplikasi Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) Online mulai 1 Juni 2026. https://s.id/SKMOnline_DiskominfotikAplikasi nasional yang dibangu

  • Jumat, 12 Jun 2026 15:04

    Demo Mahasiswa, Polisi Ingatkan Waspadai Provokasi

    Jakarta - Polisi mengingatkan mahasiswa yang akan menggelar aksi demo hari ini, Jumat (12/6/2026) agar mewaspadai pihak-pihak yang mencoba menunggangi demonstrasi. Mahasiswa diminta tetap fokus menyam

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.