Travel
Kemenpar Dorong Taman Nasional Komodo Jadi Destinasi Wisata Kelas Dunia
Rabu, 08 Mei 2019 08:59
JAKARTA – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) terus mendorong pengelolaan konservasi berkelanjutan Taman Nasional (TN) Komodo agar bisa jadi tujuan ekowisata kelas dunia. Semangat itu sangat terlihat di acara Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Wisata Alam di TN Komodo dan Labuan Bajo yang digelar pada Selasa (7/5/2019).
Menurut Ketua Tim Percepatan Pengembangan Ekowisata Kementerian Pariwisata David Makes, wisata alam saat ini sudah sangat menjadi andalan untuk mendatangkan wisatawan mancanegara maupun wisatawan nusantara. Oleh karena itu, pariwisata berkelanjutan di Taman Nasional Komodo sangat penting untuk menjaga kunjungan Wisman ke Tanah Air.
"Peningkatannya sangat fantastis, wisata alam tahun 2015 lalu menyumbang 1,8 juta wisatawan sekarang ditarget 1,5 juta pengunjung di tahun 2019 ini. Oleh karena itu FGD ini sangat penting untuk menciptakan pariwisata berkelanjutan dengan kerjasama semua pihak yang terkait dengan Taman Nasional Komodo,"kata David dalam sambutannya.
Seperti diketahui, FGD keren ini diusung oleh Asdep Pengembangan Wisata Alam dan Buatan Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Kemenpar.
"Dari FGD ini saya berharap semua satu persepsi untuk mengembangkan pengembangan wisata alam di Taman Nasional Komodo dan Labuan Bajo. Mari kita kurangi perdebatan yang tidak bermanfaat, sudah seharusnya kita berpegangan tangan untuk kemajuan Taman Nasional Komodo dan Labuan Bajo. Kita harus sama bersinergitas dan harmonisasi,"kata David yang disambut tepuk tangan meriah para peserta.
David membeberkan, praktik manajemen dan pedoman pembangunan pariwisata berkelanjutan dapat diaplikasikan ke semua bentuk aktifitas pariwisata di semua jenis destinasi wisata, termasuk pariwisata massal dan berbagai jenis kegiatan pariwisata lainnya.
Prinsip-prinsip keberlanjutan mengacu pada aspek lingkungan, ekonomi, dan sosial-budaya dari suatu destinasi wisata. Untuk menjamin keberlanjutan jangka panjang, maka keseimbangan antar 3 dimensi tersebut harus dibangun dengan baik. "Dan ini harus dilakukan dengan semangat Indonesia Incorporated,"katanya.
Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Pariwisata Kemenpar, Ni Wayan Giri Adnyani mengucapkan terima kasih atas kehadiran para nara sumber dan peserta yang hadir di acara tersebut. Giri mengatakan bahwa pihaknya mengadakan FGD ini dengan tema Penyatuan Persepsi Arah Pengembangan Wisata Alam di Taman Nasional Komodo dan Labuan Bajo untuk 5 (lima) Tahun Kedepan. "Kita sudah sama-sama mengetahui jika pariwisata merupakan sektor unggulan Indonesia. Sektor yang mampu menjadi pengungkit perekonomian makro secara konkrit. Karena seperti yang selalu diungkapkan pak Menteri Pariwisata Arief Yahya semakin dilestarikan maka semakin menaejahterakan,"kata Giri.
Sekadar informasi, Taman Nasional Komodo memiliki luas 173.300 hektare. Dari luas wilayah tersebut, terdapat 3 desa yang berada di dalam TN Komodo. Yaitu Desa Komodo, Pasir Panjang (Rinca), dan Papagarang.
Lebih jauh Giri menyatakan, upaya untuk mengangkat destinasi TN Komodo dan Labuan Bajo butuh peran berbagai pihak. Antara lain komunitas lokal sebagai salah satu komponen penting dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan
"Masyarakat lokal memegang peran penting dalam proses pengembangan pariwisata, baik dalam perencanaan maupun pengambilan keputusan. Komunitas lokal juga memiliki hak dan peluang untuk berpartisipasi dalam bisnis pariwisata. Misalnya akomodasi, kuliner, informasi, transportasi, fasilitas dan layanan," kata Giri yang juga dibenarkan David.
Menteri Pariwisata Arief Yahya menuturkan, dengan destinasi super prioritas seperti Taman Nasional Komodo dan Labuan Bajo, NTT bisa saja bertransformasi sebagai salah satu gerbang dan pusat pengembangan pariwisata nasional.
Sejauh ini, NTT memiliki target utama wisatawan mancanegara, antara lain dari Singapura, Malaysia, dan Australia. Sementara untuk pasar unggulan meliputi wisatawan asal China, Jepang, Korea Selatan, Filipina, Taiwan, USA, UK, dan Perancis. Adapun pasar wisman potensial, ada India, Netherlands, Timur Tengah, Jerman, dan Russia. Sedangkan untuk pasar wisatawan nusantara, banyak berasal dari Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan NTB.
"Selamat melaksanakan FGD, silahkan terapkan semua arahan dan masukan para nara sumber. Kemenpar selalu berusaha menghadirkan nara sumber yang kompeten dalam setiap acara FGD di Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan kami. Semangat Indonesia Incorporated sangat dibutuhkan untuk mengembangkan pariwisata Indonesia,"katanya.
Petinggi Vendor Motor Listrik BGN jadi Tersangka Baru Kasus Korupsi MBG
Jakarta - Kejaksaan Agung menetapkan tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Yakni Komisaris PT Yasa Artha Trimanunggal (YAT), Andri Mulyono (AM).Pene
PPDB Meresahkan Orang Tua, Sumardany: Banyak Anak Gagal Masuk Sekolah Bukan karena Nilai, Tapi Salah Jalur
PEKANBARU â€" Setiap tahun ajaran baru tiba, satu persoalan yang hampir selalu muncul adalah kepanikan orang tua saat mendaftarkan anaknya ke sekolah negeri. Tahun ini pun tak berbeda. Bahkan, sebelum
Residivis Narkoba Kembali Diciduk, 21 Paket Sabu Disita
BENGKALIS â€" Baru beberapa waktu menghirup udara bebas, seorang residivis kasus narkotika kembali ditangkap Tim Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Bengkalis. Pelaku berinisial MR (22) diam
Pemkab Bengkalis Siap Luncurkan Aplikasi SKM Online
Bengkalis-pemerintah Kabupaten Bengkalis siap mengimplementasikan aplikasi Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) Online mulai 1 Juni 2026. https://s.id/SKMOnline_DiskominfotikAplikasi nasional yang dibangu
Demo Mahasiswa, Polisi Ingatkan Waspadai Provokasi
Jakarta - Polisi mengingatkan mahasiswa yang akan menggelar aksi demo hari ini, Jumat (12/6/2026) agar mewaspadai pihak-pihak yang mencoba menunggangi demonstrasi. Mahasiswa diminta tetap fokus menyam