Sabtu, 13 Jun 2026

Kunci Tingkatkan Pariwisata Kota Tua

Sabtu, 12 Sep 2015 09:43
Allworldtown
Kota tua
KUNCI meningkatkan minat wisatawan terhadap pariwisata Kota Tua adalah 'menjual' tradisi, budaya dan keramahan masyarakat lokal yang menghuninya.

Tidak sekedar bangga akan masih berdiri tegaknya bangunan yang mungkin dibangun sejak zaman penjajahan, pariwisata Kota Tua justru harus menonjolkan keramah-tamahan masyarakatnya.

"Bagaimana wisatawan mendapatkan pengalaman yang luar biasa, merasa diterima karena disambut dengan keramah-tamahan, kekerabatan dan budaya yang masih sangat kental. Jadi tidak hanya sekedar melestarikan bangunan tua itu," kata I Gede Ardhika, Indonesian Heritage Conservation Board kepada Okezone usai acara seminar The International Homestay Fair dan Old Town Workshop 2015 di Muntok, Kabupaten Bangka Barat, Jumat, 11 September 2015.

Ardhika melanjutkan, bangunan-bangunan tua tentu sudah dimiliki banyak negara-negara lain di dunia. Tapi bagaimana tradisi dan budaya, bahkan sikap masyarakatnya, setiap negara pasti berbeda. Ini yang sebenarnya harus ditonjolkan dan disuguhkan sebagai pengalaman yang paling mengesankan ketika wisatawan memilih berlibur di Indonesia.

Misalnya keramah-tamahan yang selama ini selalu dilekatkan pada karakter bangsa Indonesia. Keramah-tamahan yang dibangun leluhur, seperti hangat menyapa orang lain meski tak harus mengenal siapa orang tersebut.

"Ini yang harus dirasakan wisatawan ketika datang ke Indonesia, apalagi jika mereka tinggal di negara yang idividual. Saat berada di Indonesia, mereka merasa diterima dan dihargai karena penduduk lokal yang sangat ramah," tutur Menteri Kebudayaan dan Pariwisata periode 2000-2004 ini.

Namun sayangnya menurut Ardhika, keramah-tamahan kini seolah luntur seiring pembangunan yang terus berkembang dan serba modern, misalnya di Jakarta.

Ardhika mencontohkan , seperti pembangunan gedung-gedung sarana dan prasana yang semakin membatasi ruang interaksi antara orang yang satu dengan lainnya.

"Desain bangunan justru yang mengotakngotakkan individu-individu tersebut. Bangunan tak membuat para penghuninya bisa saling berinteraksi. Kota-kota kini tak lagi mencitrakan karakter masyarakat lokalnya, melainkan serba berbau kebarat-baratan, " pungkas Ardhika.

(okezone.com)
Traveler
Berita Terkait
  • Jumat, 12 Jun 2026 19:53

    Petinggi Vendor Motor Listrik BGN jadi Tersangka Baru Kasus Korupsi MBG

    Jakarta - Kejaksaan Agung menetapkan tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Yakni Komisaris PT Yasa Artha Trimanunggal (YAT), Andri Mulyono (AM).Pene

  • Jumat, 12 Jun 2026 19:46

    PPDB Meresahkan Orang Tua, Sumardany: Banyak Anak Gagal Masuk Sekolah Bukan karena Nilai, Tapi Salah Jalur

    PEKANBARU â€" Setiap tahun ajaran baru tiba, satu persoalan yang hampir selalu muncul adalah kepanikan orang tua saat mendaftarkan anaknya ke sekolah negeri. Tahun ini pun tak berbeda. Bahkan, sebelum

  • Jumat, 12 Jun 2026 19:30

    Residivis Narkoba Kembali Diciduk, 21 Paket Sabu Disita

    BENGKALIS â€" Baru beberapa waktu menghirup udara bebas, seorang residivis kasus narkotika kembali ditangkap Tim Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Bengkalis. Pelaku berinisial MR (22) diam

  • Jumat, 12 Jun 2026 17:09

    Pemkab Bengkalis Siap Luncurkan Aplikasi SKM Online

    Bengkalis-pemerintah Kabupaten Bengkalis siap mengimplementasikan aplikasi Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) Online mulai 1 Juni 2026. https://s.id/SKMOnline_DiskominfotikAplikasi nasional yang dibangu

  • Jumat, 12 Jun 2026 15:04

    Demo Mahasiswa, Polisi Ingatkan Waspadai Provokasi

    Jakarta - Polisi mengingatkan mahasiswa yang akan menggelar aksi demo hari ini, Jumat (12/6/2026) agar mewaspadai pihak-pihak yang mencoba menunggangi demonstrasi. Mahasiswa diminta tetap fokus menyam

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.