Sabtu, 13 Jun 2026
  • Home
  • Traveler
  • Melihat dari Dekat Prosesi Adat Petalangan Meante Penganten Era 70-an

TRAVELER

Melihat dari Dekat Prosesi Adat Petalangan Meante Penganten Era 70-an

Laporan : Gian Franco Zola
Minggu, 06 Nov 2016 13:24
Beginilah arakan meante penganten laki-laki dalam suku Petalangan di era tahun 70-an.
"Ka sungai siih poi manajuh
Dapat ikan si anak gurami
Lomak digulai samo tenawan
Basusun jai nan sepuluh
Wujud sombah soto salam kami
Kepado masyarakat Pelalawan,". 

Itulah satu dari ratusan bahkan mungkin ribuan pantun khas Suku Petalangan.

Suku Petalangan adalah suku melayu terbesar yang mendiami bumi Pelalawan. Mayoritas masyarakat suku Petalangan bermukim di kawasan daratan. Banyak khasanah budaya yang berasal dari kawasan Petalangan ini. Namun, seiring berlalunya zama, sejumlah khasanah tersebut mulai dibelenggu masa alias tergerus sang waktu. Padahal, segala adat dan budaya khas Petalangan tersebut, sesungguhnya amatlah unik dan patut dipertahankan dan dikenalkan kepada generasi muda.

Sebut saja salah satu khasanah khas Petalangan tersebut yang hingga sekarang masih mampu bertahan, kendati diterpa era modernisasi, "tradisi Menate Pengantin Era 70-an". 

Dahulunya, meante penganten atau mempelai pria ke kediaman mempelai wanita, menjadi salah satu kekayaan budaya yang dimiliki suku khas Petalangan. Budaya ini, setelah mengalami pergeseran waktu, kini lebih dikenal dengan sebutan arak pengantin.

"Perbedaan meante penganten era 70-an dengan sekarang, arak penganten‎ dipengaruhi oleh akulturasi dan perkembangan zaman modern. Namun, prosesi unik meante penganten era 70-an ini, masih bisa ditemukan di daerah-daerah pedalaman yang masih terisolir dan tak bisa dipengaruhi oleh zaman. Kendati begitu, sepantasnyalah tradisi ini dipertahankan dan dikenalkan kepada generasi muda, karena ini menjadi kekayaan adat dan budaya kita," terang Samsi MS, dalam kawasan suku Petalangan mengemban gelar Pengulu Mudo, Minggu (6/11/2016).

Prosesi nan unik ini, dimulai saat penganten laki-laki menuju kediaman mempelai pria dengan berjalan kaki. Penganten ini didampingi oleh seorang gading-gading atau dayang-dayang yang bertugas memayungi sang penganten. Kemudian, ada juga yang membawah colak (koper) berisi perlengkapan penganten laki-laki, berupa pakaian dan sebagainya. Ada pula sosok yang membawah radio tape yang terus dikumandangkan lantunan lagu-lagu dangdut era 70-an, pembawah tepak siih serta dubalang.

"Keunikan lainnya, satu kampung ikut dalam arakan penganten tersebut. Itulah hebatnya kekerabatan dimasa lampau. Berbeda 180 derajat dengan kondisi sekarang yang justru kekerabatan kian menipis. Masyarakat sekarang cenderung hidup sendiri-sendiri dan apathis dalam berbagai kegiatan sosial," jelas Pengulu Mudo, Samsi MS ini.

Arakan penganten pria beserta rombongan kekerabatan yang ramai ini, bergerak sesuai instruksi mamak (orang yang dituakan) sesuai jam-jam yang diperbolehkan, karena harus menggunakan pelangkahan yang tepat. Mempelai laki-laki dengan menggunakan kostum kebesaran sedikit norak ini, yakni menggunakan jas, memakai kacamata reyben dan basongkok hitam, bergerak perlahan di iringi sorak-sorai ke tempat bapanggak, kediaman mempelai perempuan.‎ (bersambung)*****
PelalawanTraveler
Berita Terkait
  • Jumat, 12 Jun 2026 19:53

    Petinggi Vendor Motor Listrik BGN jadi Tersangka Baru Kasus Korupsi MBG

    Jakarta - Kejaksaan Agung menetapkan tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Yakni Komisaris PT Yasa Artha Trimanunggal (YAT), Andri Mulyono (AM).Pene

  • Jumat, 12 Jun 2026 19:46

    PPDB Meresahkan Orang Tua, Sumardany: Banyak Anak Gagal Masuk Sekolah Bukan karena Nilai, Tapi Salah Jalur

    PEKANBARU â€" Setiap tahun ajaran baru tiba, satu persoalan yang hampir selalu muncul adalah kepanikan orang tua saat mendaftarkan anaknya ke sekolah negeri. Tahun ini pun tak berbeda. Bahkan, sebelum

  • Jumat, 12 Jun 2026 19:30

    Residivis Narkoba Kembali Diciduk, 21 Paket Sabu Disita

    BENGKALIS â€" Baru beberapa waktu menghirup udara bebas, seorang residivis kasus narkotika kembali ditangkap Tim Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Bengkalis. Pelaku berinisial MR (22) diam

  • Jumat, 12 Jun 2026 17:09

    Pemkab Bengkalis Siap Luncurkan Aplikasi SKM Online

    Bengkalis-pemerintah Kabupaten Bengkalis siap mengimplementasikan aplikasi Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) Online mulai 1 Juni 2026. https://s.id/SKMOnline_DiskominfotikAplikasi nasional yang dibangu

  • Jumat, 12 Jun 2026 15:04

    Demo Mahasiswa, Polisi Ingatkan Waspadai Provokasi

    Jakarta - Polisi mengingatkan mahasiswa yang akan menggelar aksi demo hari ini, Jumat (12/6/2026) agar mewaspadai pihak-pihak yang mencoba menunggangi demonstrasi. Mahasiswa diminta tetap fokus menyam

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.