Sabtu, 13 Jun 2026
  • Home
  • Traveler
  • Misteri Masjid Tiban di Pinggir Bengawan Solo Desa Tanggan Sragen

Travel

Misteri Masjid Tiban di Pinggir Bengawan Solo Desa Tanggan Sragen

Selasa, 21 Mei 2019 09:30
Misteri Masjid Tiban (Foto: Solopos)

BANGUNAN berdinding kayu itu berdiri kokoh di samping barat rumah Hasan Basri, 55, di wilayah Dukuh Pinggir RT 019, Desa Tanggan, Kecamatan Gesi, Sragen.

Bangunan itu adalah langgar atau musala kecil yang terletak sekitar 100 meter dari bibir Sungai Bengawan Solo. Musala itu peninggalan kakek Hasan Basri, Ahmad Rejo, 80, yang meninggal dunia pada 2003 lalu.

Langgar tua itu dibangun sekitar 50-an tahun silam. Ahmad Rejo merupakan generasi ketiga dari Kiai Nawawi yang diyakini sebagai cikal bakal Dukuh Pinggir. Bila ditarik tiga generasi ke belakang dengan asumsi umur per generasi 70 tahun, Kiai Nawawi hidup pada abad ke-18 atau sekitar 1783.

Sekitar 100 meter arah utara langgar itu terdapat kebun kosong yang ditumbuhi pohon langka dengan umur diperkirakan sampai ratusan tahun. Di kebun kosong itu terdapat dua makam misterius dan tempat itu dipercaya sebagai tempat berdirinya masjid tiban.

Masjid yang ada secara tiba-tiba yang terbuat dari kayu jati tua lengkap dengan beduknya. Langgar di depan rumah Hasan Basri itu merupakan miniatur masjid tiban tersebut.

Sekira 150 meter di sebelah barat kebun itu ada langgar yang belakangan diberi nama Baitul Makmur. Sisa kayu bekas masjid tiban itu digunakan untuk struktur atap langgar yang sekarang menjadi musala berdinding tembok.

Dari kisah Hasan Basri, musala itu sebelumnya juga berupa langgar yang struktur bangunannya mirip langgar peninggalan kakeknya itu. Petualang situs sejarah asal Tanggan, Jayadi, saat berbincang dengan Solopos.com, Minggu (19/5/2019), mengatakan tak ada yang mengetahui kapan munculnya masjid tiban itu karena generasi tua sudah meninggal semua.

Jayadi kesulitan mencari sumber lisan untuk mengetahui munculnya masjid tiban itu. Ia menduga masjid itu ada karena adanya banjir besar dan masjid itu berasal dari suatu daerah tertentu yang terbatas arus banjir dan akhirnya terdampar di Dukuh Pinggir itu.

"Posisi lokasi masjid tiban itu hanya berjarak sekitar 50 meter dari bibir Bengawan Solo," katanya.

Hasan Basri yang merupakan generasi kelima dari cikal bakal Dukuh Pinggir mengatakan masjid tiban itu merupakan peninggalan wali. Basri, sapaan akrabnya, saat ditemui Solopos.com di kediamannya, tidak mendapat cerita detail kapan munculnya masjid tiban itu.

Dengan merujuk cerita turun-temurun dari simbah Basri yang menyebut peninggalan wali itu patut diduga munculnya masjid tiban itu yakni pada masa hidupnya Kiai Nawawi, yakni abad ke-18.

"Sisa masjid tiban itu tinggal kayu dan beduk. Kayunya digunakan untuk rangka struktur atap di Musala Baitul Makmur. Kalau beduknya berada di masjid wilayah Ngasinan, Jagaraga, Ngawi, Jawa Timur. Yang membawa beduk itu kakak simbah saya, Mbah Khayat. Di Ngasinan itu dulu ada pondok pesantrennya yang menjadi tempat beduk tetapi sekarang seperti sudah tidak ada pondok pesantrennya. Saya datang ke sana pada 2005 lalu dan beduknya masih digunakan," ujarnya.

Basri mengisahkan ukuran beduknya relatif kecil karena hanya berdiameter sekitar 1 meter. Beduk itu diletakkan agak rendah dekat lantai supaya tidak ada anak yang bermain di bawah beduk yang masih dianggap keramat itu.

Bari menjelaskan kebun yang dipercaya menjadi tempat masjid tiban itu merupakan tanah hak milik dan sekarang diwakafkan untuk madrasah. Basri sempat menyinggung adanya pasar kawak sekitar 200 meter di arah utara kebun masjid tiban itu.

Petilasan pasar kawak tersisa beberapa batu bata tua yang terpendam di tanah. Selain itu juga ditemukan yoni berukuran 40x40 cm di tengah areal persawahan dekat lokasi pasar kawak.


Sumber: okezone.com
Traveler
Berita Terkait
  • Jumat, 12 Jun 2026 19:53

    Petinggi Vendor Motor Listrik BGN jadi Tersangka Baru Kasus Korupsi MBG

    Jakarta - Kejaksaan Agung menetapkan tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Yakni Komisaris PT Yasa Artha Trimanunggal (YAT), Andri Mulyono (AM).Pene

  • Jumat, 12 Jun 2026 19:46

    PPDB Meresahkan Orang Tua, Sumardany: Banyak Anak Gagal Masuk Sekolah Bukan karena Nilai, Tapi Salah Jalur

    PEKANBARU â€" Setiap tahun ajaran baru tiba, satu persoalan yang hampir selalu muncul adalah kepanikan orang tua saat mendaftarkan anaknya ke sekolah negeri. Tahun ini pun tak berbeda. Bahkan, sebelum

  • Jumat, 12 Jun 2026 19:30

    Residivis Narkoba Kembali Diciduk, 21 Paket Sabu Disita

    BENGKALIS â€" Baru beberapa waktu menghirup udara bebas, seorang residivis kasus narkotika kembali ditangkap Tim Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Bengkalis. Pelaku berinisial MR (22) diam

  • Jumat, 12 Jun 2026 17:09

    Pemkab Bengkalis Siap Luncurkan Aplikasi SKM Online

    Bengkalis-pemerintah Kabupaten Bengkalis siap mengimplementasikan aplikasi Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) Online mulai 1 Juni 2026. https://s.id/SKMOnline_DiskominfotikAplikasi nasional yang dibangu

  • Jumat, 12 Jun 2026 15:04

    Demo Mahasiswa, Polisi Ingatkan Waspadai Provokasi

    Jakarta - Polisi mengingatkan mahasiswa yang akan menggelar aksi demo hari ini, Jumat (12/6/2026) agar mewaspadai pihak-pihak yang mencoba menunggangi demonstrasi. Mahasiswa diminta tetap fokus menyam

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.