Sabtu, 13 Jun 2026
  • Home
  • Traveler
  • Pikat Wisatawan, Kota Semarang Garap Pecinan dan Kampung Melayu

Travel

Pikat Wisatawan, Kota Semarang Garap Pecinan dan Kampung Melayu

Jumat, 28 Jun 2019 09:42
Suasana Perayaan Imlek di Pasar Semawis Kawasan Pecinan Kota Semarang

SEMARANG - Kota Semarang memiliki sejarah panjang berkumpulnya beragam suku dan etnis. Kondisi tersebut membawa implikasi hadirnya sejumlah budaya dan arsitektur bangunan di beberapa perkampungan etnis seperti Kampung Pecinan, Kampung Kauman, Kampung Eropa, Kampung Pekojan dan Kampung Melayu.

Beragam kawasan heritage itu menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Saat ini revitalisasi kawasan heritage masih berfokus pada penataan Kota Lama dan Pasar Johar. Usai dua lokasi tersebut, Pemerintah kota Semarang berencana melakukan revitalisasi Kampung Pecinan.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengungkapkan bila wisata heritage di Kota Semarang tak terbatas pada kawasan arsitektur Eropa di Kota Lama, melainkan masih banyak lokasi yang memiliki potensi wisata untuk dikembangkan. "Selain itu (Kota Lama), masih banyak lokasi bersejarah yang bisa dikembangkan untuk wisata. Masih ada kawasan Kauman, Pekojan, Pecinan, dan Kampung Melayu," ujar pria yang akrab disapa Hendi tersebut.

"Kawasan-kawasan ini akan dihidupkan kembali untuk menjadi sebuah wisata heritage di Kota Semarang yang terintegrasi," tambahnya.

Melalui kawasan heritage terintegrasi ini diharapkan dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan di sektor sejarah. Terlebih saat ini revitalisasi Kota Lama telah mencapai 95% sehingga akan semakin menarik untuk dikunjungi wisatawan.

Sekretaris Dinas Penataan Ruang (Distaru) Kota Semarang, Irwansyah, menyatakan sudah disiapkan Detail Engineering Design (DED) untuk revitalisasi Pecinan. Sedangkan revitalisasi Kampung Melayu masih dalam proses perencanaan awal.

"Untuk Kampung Melayu kita sebentar lagi akan mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat untuk kemudian kita teruskan ke DED dan nantinya juga ada pembangunan fisiknya. Salah satu yang menjadi fokus yakni perbaikan menara di Masjid Kampung Melayu," ungkap Irwansyah.

Menurutnya, beragam etnis, budaya, dan peninggalan bangunan di Kota Semarang menjadi modal untuk memikat wisatawan. "Prinsipnya dalam proses pembangunan kota tidak boleh ada bangunan yang tidak berfungsi. Kita juga sudah tahu bangunan cagar budaya setelah diolah bisa menjadi potensi," tutur Irwansyah.

Traveler
Berita Terkait
  • Jumat, 12 Jun 2026 19:53

    Petinggi Vendor Motor Listrik BGN jadi Tersangka Baru Kasus Korupsi MBG

    Jakarta - Kejaksaan Agung menetapkan tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Yakni Komisaris PT Yasa Artha Trimanunggal (YAT), Andri Mulyono (AM).Pene

  • Jumat, 12 Jun 2026 19:46

    PPDB Meresahkan Orang Tua, Sumardany: Banyak Anak Gagal Masuk Sekolah Bukan karena Nilai, Tapi Salah Jalur

    PEKANBARU â€" Setiap tahun ajaran baru tiba, satu persoalan yang hampir selalu muncul adalah kepanikan orang tua saat mendaftarkan anaknya ke sekolah negeri. Tahun ini pun tak berbeda. Bahkan, sebelum

  • Jumat, 12 Jun 2026 19:30

    Residivis Narkoba Kembali Diciduk, 21 Paket Sabu Disita

    BENGKALIS â€" Baru beberapa waktu menghirup udara bebas, seorang residivis kasus narkotika kembali ditangkap Tim Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Bengkalis. Pelaku berinisial MR (22) diam

  • Jumat, 12 Jun 2026 17:09

    Pemkab Bengkalis Siap Luncurkan Aplikasi SKM Online

    Bengkalis-pemerintah Kabupaten Bengkalis siap mengimplementasikan aplikasi Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) Online mulai 1 Juni 2026. https://s.id/SKMOnline_DiskominfotikAplikasi nasional yang dibangu

  • Jumat, 12 Jun 2026 15:04

    Demo Mahasiswa, Polisi Ingatkan Waspadai Provokasi

    Jakarta - Polisi mengingatkan mahasiswa yang akan menggelar aksi demo hari ini, Jumat (12/6/2026) agar mewaspadai pihak-pihak yang mencoba menunggangi demonstrasi. Mahasiswa diminta tetap fokus menyam

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.