Selasa, 23 Jun 2026
  • Home
  • Traveler
  • Reruntuhan di Cirebon yang Dulunya Gudang Pusaka Keraton

Travel

Reruntuhan di Cirebon yang Dulunya Gudang Pusaka Keraton

Senin, 28 Mei 2018 10:03
Detik.com
Cirebon - Museum Keraton Kasepuhan bisa jadi destinasi ngabuburit yang menarik di Cirebon. Di sana ada reruntuhan yang dulunya merupakan gudang pusaka keraton.

Reruntuhan bata merah dan bebatuan yang menyerupai taman menyita perhatian setiap pengunjung Museum Keraton Kasepuhan Cirebon, Jawa Barat. Lokasinya berada di dalam museum.

Di lokasi reruntuhan tercatat keterangan bahwa reruntuhan bata merah dan bebatuan itu bernama Situs Sirara Denok. Dalam keterangannya, situs ini merupakan sisa reruntuhan dari gedong Nyi Rara Denok yang dibuat abad ke-14. Bentuknya tidak jauh berbeda dengan Taman Air Gua Sunyaragi Cirebon.

Menurut Wakil Kabag Benda dan Bangunan Cagar Budaya Keraton Kasepuhan Raden Muhamad Hafid Permadi, Situs Sirara Denok dulunya dijadikan sebagai tempat penyimpanan benda-benda pusaka milik keraton. Hafid menjelaskan situs tersebut menyerupai gedung bertingkat.

"Ya dijadikan sebagai tempat penyimpanan benda pusaka. Terus, ada juga taman untuk kumpulnya para putri di situ. Makanya bentuknya seperti itu," kata Hafid saat ditemui detikTravel di lokasi reruntuhan Situs Sirara Denok, Jumat (25/5/2018) siang.

(Sudirman Wamad/Cirebon)
(Sudirman Wamad/Cirebon) Foto: undefined


Hafid mengatakan Sirara Denok disimbolkan sebagai perempuan cantik. Menurut cerita orang-orang, sambung Hafid, di situs itu dulunya terdapat taman air. Sistem perairannya, lanjut dia, persis seperti Gua Sunyaragi Cirebon.

"Kata orang tua dulu itu ada kolamnya, persis Gua Sunyaragi. Nah, kan gedungnya bertingkat, di bagian atasnya itu dijadikan penyimpanan pusaka," ucap Hafid.

Gaya arsitektur Situs Sirara Denok itu dikatakan Hafid dipengaruhi juga gaya arsitektur Tiongkok. Sebabnya, sambung dia, saat itu Sunan Gunungjati memiliki kedekatan dengan Dinasti Ming.

"Ada ukiran gaya Tiongkoknya. Karena dulu di zaman kekaisaran Dinasti Ming memiliki kedekatan dengan Cirebon. Banyak bangunan kuno di Cirebon yang dipengaruhi gaya Tiongkok," katanya.

Nah, ngabuburit di Museum Keraton Kasepuhan memang cocok banget. Kamu bisa belajar sejarah Cirebon sambil menunggu waktu berbuka puasa. Mau salat maghrib usai buka puasa gampang banget, tinggal menyeberang ke Masjid Agung Sang Cipta Rasa.

(detik.com)
Traveler
Berita Terkait
  • Selasa, 23 Jun 2026 16:43

    Menjaga Warisan Leluhur, Dirjend Perhutanan Sosial Kunjungi Hutan Adat Imbo Putui Kenegerian Petapahan

    PETAPAHAN-Pada Minggu, 21 Juni 2026, Hutan Adat Imbo Putui Kenegerian Petapahan menerima kunjungan Direktur Jenderal Perhutanan Sosial Kementerian Kehutanan, Ibu Catur Endah Prasetiani, S.Si., M.T., b

  • Selasa, 23 Jun 2026 16:30

    Kapolres Rohil Pimpin Apel Siaga, Perkuat Sinergi Cegah Karhutla

    BALAIJAYA-Kapolres Rokan Hilir AKBP Isa Imam Syahroni, S.I.K., M.H., memimpin Apel Siaga Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) bersama PT Salim Ivomas Pratama Tbk dan Pemerintah Kabupaten

  • Selasa, 23 Jun 2026 16:14

    PWP Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Tebar Kepedulian bagi Anak-anak Kurang Mampu dan Lansia Dhuafa

    PEKANBARU - Persatuan Wanita Patra (PWP) Tingkat Wilayah PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai (Kilang Pertamina Dumai) memaknai Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 dengan menghadirkan inisiatif dan k

  • Selasa, 23 Jun 2026 15:30

    Petani Rambahan Logas Tanah Darat Kuansing Sukses Sulap Hutan Kemasyarakatan Jadi Sumber ‘Cuan’ Lewat Agroforestri

    PEKANBARU - Kelompok Usaha Perhutanan Sosial di Desa Rambahan, Logas Tanah Darat, Kuantan Singingi, Riau terbukti sukses memaksimalkan program Hutan Kemasyarakatan untuk mendongkrak ekonomi warga sete

  • Selasa, 23 Jun 2026 14:43

    Pelarian Panjang DPO Sabu 15 Kg Bengkalis Berakhir di Tangan Polisi

    BENGKALIS - Pelarian panjang seorang buronan kasus narkotika kelas kakap di Provinsi Riau akhirnya terhenti. Pria berinisial A (48) yang telah menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO) selama hampir tiga t

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.