Travel
Seluk-beluk Bukit Soeharto, Alternatif Ibu Kota Baru di Kalimantan Timur
Rabu, 08 Mei 2019 15:07
RENCANA Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk memindahkan ibu kota negara memasuki babak baru. Kemarin dirinya bertolak ke Kalimantan untuk meninjau sejumlah tempat yang menjadi alternatif sebagai ibu kota baru. Salah satunya adalah Bukit Soeharto di Kalimantan Timur.
Dikenal juga dengan nama Taman Hutan Raya Bukit Soeharto, kawasan tersebut terletak di antara dua kabupaten yaitu Kutai Kartanegara dan Penajam Paser Utara. Dengan luas mencapai 61.850 hektar, kawasan itu pada awalnya ditetapkan oleh presiden kedua RI, Soeharto pada 1991 sebagai hutan konservasi. Tujuannya untuk melindungi aneka tumbuhan dan hewan agar tidak punah.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Okezone, Rabu (8/5/2019), Pak Harto dikenal sebagai sosok yang mencintai lingkungan. Pada masa itu dirinya ingin agar hutan di kawasan Indonesia tidak rusak. Oleh karenanya, bersama Menteri Kehutanan ia menjadikan Bukit Soeharto sebagai contoh pengelolaan hutan di Indonesia yang sempat mencuri perhatian dunia. Bahkan Ratu Beatrix dari Belanda mengagumi kawasan tersebut.
Di dalam kawasan konservasi, ada beberapa bagian antara lain kawasan hutan lindung dan safari, taman wisata, hutan pendidikan, tempat penelitian, hingga area perkemahan. Kawasan juga dimanfaatkan sebagai etalase hutan tropis basah, penyeimbang iklim makro, dan daerah resapan air. Bukit Soeharto memang memberikan banyak manfaat bagi masyarakat. Terlebih kawasan tersebut dialiri setidaknya 3 sungai yang bermuara di Sungai Mahakam.
Namun seiring berjalannya waktu kawasan konservasi tersebut mulai terabaikan. Banyak area yang dibakar dan pohon-pohon ditebang sehingga tidak terawat. Belum lagi dengan mulai adanya pendirian bangunan semi permanen yang merusak kawasan. Bahkan beberapa tempat menjadi tambang batu bara ilegal yang semakin membuat kondisinya mengenaskan.
Kendati demikian, ada beberapa keunggulan yang membuat Bukit
Soeharto dianggap layak untuk menjadi calon ibu kota baru. Mulai dari
ketinggian di atas permukaan laut dengan rata-rata 25 meter, tidak ada
rawa, akan dilewati oleh Jalan Tol Balikpapan – Samarinda dan adanya dua
bandara internasional sehingga memudahkan aksesibilitas, hingga tidak
adanya pemukiman yang membuat pemerintah tidak perlu menyiapkan anggaran
pembebasan lahan. Lantas, akankah kawasan tersebut menjadi pilihan Presiden Jokowi sebagai lokasi ibu kota negara yang baru? Kita tunggu saja.
Traveler
Petinggi Vendor Motor Listrik BGN jadi Tersangka Baru Kasus Korupsi MBG
Jakarta - Kejaksaan Agung menetapkan tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Yakni Komisaris PT Yasa Artha Trimanunggal (YAT), Andri Mulyono (AM).Pene
PPDB Meresahkan Orang Tua, Sumardany: Banyak Anak Gagal Masuk Sekolah Bukan karena Nilai, Tapi Salah Jalur
PEKANBARU â€" Setiap tahun ajaran baru tiba, satu persoalan yang hampir selalu muncul adalah kepanikan orang tua saat mendaftarkan anaknya ke sekolah negeri. Tahun ini pun tak berbeda. Bahkan, sebelum
Residivis Narkoba Kembali Diciduk, 21 Paket Sabu Disita
BENGKALIS â€" Baru beberapa waktu menghirup udara bebas, seorang residivis kasus narkotika kembali ditangkap Tim Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Bengkalis. Pelaku berinisial MR (22) diam
Pemkab Bengkalis Siap Luncurkan Aplikasi SKM Online
Bengkalis-pemerintah Kabupaten Bengkalis siap mengimplementasikan aplikasi Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) Online mulai 1 Juni 2026. https://s.id/SKMOnline_DiskominfotikAplikasi nasional yang dibangu
Demo Mahasiswa, Polisi Ingatkan Waspadai Provokasi
Jakarta - Polisi mengingatkan mahasiswa yang akan menggelar aksi demo hari ini, Jumat (12/6/2026) agar mewaspadai pihak-pihak yang mencoba menunggangi demonstrasi. Mahasiswa diminta tetap fokus menyam