Travel
Wisata Ramadan di Cirebon: Masjid Keraton Kanoman
Selasa, 22 Mei 2018 08:58
Masjid Keraton Kanoman Cirebon lokasinya persis di belakang Pasar Kanoman Cirebon, Kelurahan Pekalipan, Kecamatan Pekalipan, Kota Cirebon, Jawa Barat.
Masjid Keraton Kanomam ini memiliki sejarah sebagai syiar Islam pada zaman Sultan Raja Zulkarnain bersama Sultan Anom Raja Nurbuat. Masjid ini jadi tempat pelaksanaan acara tradisi yang hingga kini masih dilakukan, seperti Panjang Jimat atau pembersihan pusaka keraton.
Kendati bangunannya berbentuk joglo, Masjid Keraton Kanoman memiliki keunikan yaitu adanya keramik-keramik khas Tiongkok yang menempel di dinding. Seperti yang ada di gerbang Masjid Keraton Kanoman.
Pangeran Raja Mochammad Patih Qadiran Kesultanan Keraton Kanoman Cirebon mengatakan Masjid Keraton Kanoman sempat dijadikan sebagai pusat syiar Islam di tanah Jawa, khususnya Cirebon. Jamaah masjid, diakui Qadiran, dari berbagai daerah.
Sebabnya, Masjid Keraton Kanoman kerap dijadikan sebagai tempat silahturahmi, perayaan tradisi, dan napak tilas para jamaah.
"Kalau tradisi Muludan itu, pengunjungnya membludak. Dari berbagai daerah datang ke sini. Mereka menyaksikan prosesi Panjang Jimat saat Muludan dari keraton menuju masjid. Ya dulu pernah jadi pusat syiar Islam," kata Qadiran saat ditemui di kompleks Keraton Kanoman Cirebon, Senin (21/5/2018).
![]() Foto: (Sudirman Wamad/detikTravel) |
Qadiran mengatakan tradisi muludan atau panjang jimat itu dilakukan secara turun temurun sejak zaman Syekh Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati. Tujuannya menghormati dan merayakan tanggal kelahiran Nabi Muhammad.
Lebih lanjut, Qadiran menceritakan proses perkembangan bangunan masjid. Masjid Keraton Kanoman sudah mengalami pemugaran beberapa kali. Menurut Qadiran pemugaran itu dilakukan untuk menyesuaikan jamaah yang semakin bertambah.
Kendati demikian, dikatakan Qadiran, bentuk bangunan Masjid Keraton Kanoman masih seperti asli. Empat saka guru atau tiang yang berada di ruang utama menurut Qadiram merupakan bangunan asli yang belum pernah diubah.
"Empat pilar kayu jati bulat itu masih orisinil, kita pertahankan sampai sekaran. Memang ada beberapa bagian masjid yang dipugar, terus ada penambahan halaman. Namun kita tidak mengubah kelestarian arsitektur bangunannya," tutup Qadiran. (detik.com) Traveler
Menjaga Warisan Leluhur, Dirjend Perhutanan Sosial Kunjungi Hutan Adat Imbo Putui Kenegerian Petapahan
PETAPAHAN-Pada Minggu, 21 Juni 2026, Hutan Adat Imbo Putui Kenegerian Petapahan menerima kunjungan Direktur Jenderal Perhutanan Sosial Kementerian Kehutanan, Ibu Catur Endah Prasetiani, S.Si., M.T., b
Kapolres Rohil Pimpin Apel Siaga, Perkuat Sinergi Cegah Karhutla
BALAIJAYA-Kapolres Rokan Hilir AKBP Isa Imam Syahroni, S.I.K., M.H., memimpin Apel Siaga Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) bersama PT Salim Ivomas Pratama Tbk dan Pemerintah Kabupaten
PWP Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Tebar Kepedulian bagi Anak-anak Kurang Mampu dan Lansia Dhuafa
PEKANBARU - Persatuan Wanita Patra (PWP) Tingkat Wilayah PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai (Kilang Pertamina Dumai) memaknai Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 dengan menghadirkan inisiatif dan k
Petani Rambahan Logas Tanah Darat Kuansing Sukses Sulap Hutan Kemasyarakatan Jadi Sumber ‘Cuan’ Lewat Agroforestri
PEKANBARU - Kelompok Usaha Perhutanan Sosial di Desa Rambahan, Logas Tanah Darat, Kuantan Singingi, Riau terbukti sukses memaksimalkan program Hutan Kemasyarakatan untuk mendongkrak ekonomi warga sete
Pelarian Panjang DPO Sabu 15 Kg Bengkalis Berakhir di Tangan Polisi
BENGKALIS - Pelarian panjang seorang buronan kasus narkotika kelas kakap di Provinsi Riau akhirnya terhenti. Pria berinisial A (48) yang telah menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO) selama hampir tiga t
